Salt Lake City, Utah: Menjejak Negara Bagian Markas Mormon

Salah satu state paling religius di Amerika Serikat. Mormon, Kristenkah?

Misionaris Mormon bersepeda fixie. Militansi kuat mencari pengikut. (photo: reubenscube.net)

Setiap tempat di AS punya karakteristik sendiri. Ada yang liberal, sehingga dipastikan mendukung partai biru alias Demokrat, ada yang merah alias religius kandang Republikan, tapi ada juga yang swing state, abu-abu, seperti pernah saya kisahkan di tulisan mengenai Florida.

Lima malam di negara bagian Utah, saya merasakan suasana religius kekristenan AS. Di sinilah kandang Mormon, dengan 60 persen warga Utah menjadi umat Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir. Menjadi kantung Partai Republik, maka pembicaraan mengenai kandidat presiden lebih banyak menyorot soal moral. Maka, isu yang mencuat dalam kompetisi antara Obama vs capres Republik kebanyakan pada persoalan legalisasi aborsi dan pernikahan kaum gay.

Bagi mereka yang kadar moralitasnya ‘lunak’, aborsi bisa dibenarkan dalam tiga alasan: demi keselamatan ibu, akibat dari perkosaan, atau buah hubungan inses. Tapi, bagi garis keras religius, tak ada alasan untuk aborsi. Dalam hal ini, suara terbelah dalam dua kelompok: pro life (anti-aborsi) atau pro-choice (pendukung legalisasi aborsi). Bagi kaum sereligius Mormon, jangankan aborsi, di Utah ada peraturan daerah khusus yang mengatur konsumsi alkohol secara ketat, sebagaimana tertera dalam restoran hotel tempat kami menginap. Benar-benar strict, hanya dewasa di atas usia 21 tahun boleh minum bir, dengan batasan kandungan alkohol 3,2 persen menurut berat birnya atau 4 persen dilihat dari volume kemasannya.

Apa itu Mormon?

Berkunjung ke KBYU TV. Stasiun tv canggih, didirikan kelompok Mormon.

Anda pernah melihat para pengendara sepeda dengan kostum kemeja putih celana hitam, memakai helm dan dasi dengan tag name di dadanya. Itulah aktivis Mormon, yang tak kenal lelah berkeliling menyebarkan ajarannya. Ajaran Mormon didirikan  di AS 200 tahun lalu oleh Joseph Smith, yang mengklaim menerima visi Allah untuk memulihkan Gereja Yesus Kristus sejati. Kata Mormon diambil dari nama malaikat ‘Moroni’ yang nampak dalam penglihatan Smith dan menunjukkan lempengen emas tempat Kitab Mormon terkubur.

Pengikut Mormon pun menganggap Smith sebagai nabi. Mereka beribadah dalam Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir atau OSZA (The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints atau LDS). Mormon mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, namun mereka menganggap Yesus dan Allah Bapa sebagai dua oknum terpisah. Di Jakarta, Gereja OSZA ada di bilangan Harmoni dan Tebet, sementara di Surabaya ada di kawasan Ngagel serta di pinggir akses tol Bundaran Satelit Putat Indah.

Mitt Romney, bakal kandidat presiden Partai Republik yang pernah menjadi Gubernur Massachusetts, dikenal sebagai penganut Mormon. Tak hanya sebagai pemuka gereja dan penyumbang dana, pada usia 19 tahun Romney pernah menjadi misionaris Mormon ke Perancis. Sekitar 30 bulan di sana, ia tak banyak memperoleh pengikut, terutama setelah orang Perancis tahu bahwa Mormon dikenal sebagai ‘agama yang melarang pengikutnya menenggak segala jenis minuman beralkohol’.

Di luar urusan doktrin, saya lebih tertarik membahas Mormon dari misi sosial mereka. Dalam kunjungan ke Brigham Young University, Utah, saya mendapatkan setumpuk literatur tentang Mormon dalam bahasa Indonesia. Catatan itu termasuk 14 lembar kegiatan bakti sosial Gereja Mormon di Indonesia, mulai bantuan susu bagi korban tsunami Aceh, pengadaan kacamata penduduk miskin di Yogyakarta, sampai operasi bayi dengan celah bibir dan langit-langit di Bogor.

Brigham Young adalah nama nabi kedua Mormon setelah Joseph Smith ditembak mati pada 27 Juni 1844. Adapun Brigham Young kini dikenal sebagai kampus megah di Provo, 50 kilometer di selatan Salt Lake City. Dua hari lalu saya berkunjung ke sana, berdiskusi tentang politik, serta melihat KBYU TV, stasiun televisi dengan peralatan amat canggih. Kami sempat berkeliling meninjau master control room, serta beberapa studio yang biasa digunakan untuk pentas musik, talk-show maupun acara masak-memasak. Selain memancarkan siaran tv dalam tiga kanal, salah satunya kini saya nikmati berupa tayangan panggung boneka keluarga di tv kamar hotel, KBYU juga memiliki satu frekuensi radio FM.

Dana berlimpah menjadi hal yang wajar karena penganut Mormon sangat taat memberikan persembahan, terutama menjalankan persepuluhan alias kewajiban menghaturkan 10 persen pendapatan kepada gereja. “Tak hanya bagi orang dewasa, anak-anak pun wajib memberikan 10 persen dari uang saku yang mereka dapat,“ kata sebuah keluarga di AS saat menjelaskan betapa kerasnya ajaran Mormon diterapkan. Jadi, apa opini Anda terhadap Mormon?

Salam Senin subuh dari kamar hotel Little America, Salt Lake City.

0 Replies to “Salt Lake City, Utah: Menjejak Negara Bagian Markas Mormon”

  1. Nggak hanya bule, mas Agus. Di Surabaya juga banyak orang lokalnya. Di Indonesia, keberadaan Mormon masih kontraversi di mata orang Kristen. Tapi yang jelas, secara legal, mereka dah dapat izin pemerintah. Gedung-gedung gereja dah berdiri di Jakarta, Bekasi, Surabaya dan Malang.

  2. Keluarga David Archuleta emg dikenal religius ,mereka tinggal di Murray,SLC,Utah…. terus apakah penganut mormon harus menikah dng mormon juga? Yaaah

  3. walaupun david archuleta penganut mormon, sya kagum dg pribadi anak itu. Kelihatan begitu santun dan rendah hati. dan ajaran mormon puntidak bertolak belakang dg agama islam yg saya anut yaitu melarang orang minum minuman yg memabukkan. Bravo david archuleta semoga Tuhan sll bersammu dan kamu tidak terkontaminasi dg pergaulan ala amerika yg begitu bebas

  4. Segala sesuatu yang mendatangkan damai sejahtera dan keteraturan dalam kehiduan, bersumber dari Tuhan dan ajaran-Nya…dan jikalau umat dari suatu ajaran itu bertahan berabad-abad dan bertambah banyak, tentulah itu berasal dari Tuhan…saya berasal dari gereja aliran Kharismatik, dan aliran kharismatik sangat taat dalam memberikan persembahan persepuluhan,…maka tak heran, gereja yang beraliran kharismatik bertumbuh cepat dan besar dibanding gereja-gereja Kristen yang lain…

  5. terimakasih infonya, jadi makin lebih tau kenapa David Archuleta ikut dalam missionaris. keep waiting deh buat David Archuleta di tahun 2014! hebatnya dia gak terpengaruh sama budaya Hollywood yang menyimpang 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *