Orlando, Florida: Adios, Swing State!

Lima malam di Florida, banyak pelajaran  terserap. Fun, political, and social.

Mohon welas asih. Dengan tingkat pengangguran AS sekitar 9 persen, modus peminta seperti ini tak sulit ditemukan.

Tengah malam menuju subuh waktu Pantai Selatan Amerika Serikat. Saya berniat tak banyak tidur di pergantian hari dari Rabu menuju Kamis ini. Selain harus packing, saya punya kebiasaan khusus setiap menjelang terbang dalam durasi lama di udara. Saya berharap akan capek di atas, sehingga banyak tidur di pesawat. Referensi yang saya baca menyatakan, udara ‘kaleng’ di perut burung besi raksasa itu tak sehat bagi tubuh, dan pilihan terbaik bagi kita saat terbang adalah tidur. Jadi, buatlah diri anda capek, lelah, atau ngantuk sebelum terbang, daripada bengong di angkasa dan terpaksa terjaga dalam kebengongan serta menghirup atmosfir tak bersahabat.

Continue reading “Orlando, Florida: Adios, Swing State!”

Orlando, Florida: Mengelola Kota Layaknya Perusahaan

 Pengalaman berharga nonton pemilu di tingkat kota.

Pemilihan Dewan Kota di Apopka, Florida. Bersama kandidat yang langsung turun bawa poster.

Dua hari Selasa di Amerika Serikat, kami disuguhi nonton pemilu. Selasa pertama, bertepatan dengan berlangsungnya Super Tuesday, kami menjadi saksi pemilihan capres Partai Republik di Virginia, antara Mitt Romney atau Ron Paul. Selasa (13/3) kemarin, saat berada di Orange County, Florida, kami diajak ke sebuah kota kecil, Apopka, sekitar 1 jam perjalanan dari Orlando. Di Apopka tengah berlangsung pemilihan City Commisioner.

Continue reading “Orlando, Florida: Mengelola Kota Layaknya Perusahaan”

Orlando, Florida: Game Change!

Politik tidak serumit yang Anda bayangkan, tapi bisa jadi jauh lebih rumit dari yang Anda bayangkan.

Poster film Game Change. Pesona Sarah Palin di Pilpres 2008.

Saya beruntung ada di Amerika Serikat pada pertengahan Maret ini, saat film Game Change dirilis perdana ke layar gelas. Senin (12/3) malam, sendirian di kamar hotel, saya menonton film yang dibuat khusus untuk konsumsi pemirsa HBO ini. Sebagai sebuah drama politik, Game Change memfokuskan pada sosok Sarah Palin (diperankan Julianne Moore) saat tampil sebagai kandidat wakil presiden mendampingi John McCain (dimainkan oleh Ed Harris) pada pemilu 2008 silam. Selain itu, film berlatar buku berjudul serupa ini juga mengangkat pentingnya peran ahli strategi kampanye, sebagaimana saat itu dilakukan Steve Schmidt (dalam film ini dilakoni apik oleh Woody Harrelson).

Game Change dapat banyak kritik maupun pujian, meski baik Palin maupun McCain sendiri mendeskripsikannya sebagai “cerita fiksi yang tak akurat”. Banyak pelajaran menarik didapat dari film ini, terutama bagaimana besarnya peran pakar komunikasi politik di balik sebuah tim kampanye. Continue reading “Orlando, Florida: Game Change!”

Orlando, Florida: Disney World, Cerita untuk Einzel dan Kirana

Berkelana ke salah satu taman bermain terbesar di dunia tanpa anak-anak, apa enak?

Uji nyali Splash Mountain. Adrenalin terasa saat perahu terjun bebas.

Einzel dan Kira, apa kabar anak-anakku di Ciledug?

Sepanjang Minggu (11/3) pagi sampai malam tadi, ayah berkunjung ke Walt Disney World Resort, atau biasa disebut Disney World Orlando, Florida. Selain di Florida, taman bermain Disney antara lain ada di California, Paris, Shanghai, Tokyo, dan Hongkong.

Einzel dan Kira, ayah beruntung bisa menikmati Disney World seluas 121.7 km2 tanpa harus keluar duit. Acara ini memang bagian dari culture activity selama ayah mengikuti International Visitor Leadership Program (IVLP) 2012, undangan dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat. Seandainya harus bayar, maka tiket untuk masuk menikmati aneka wahana di Disney World selama sehari sebesar 85$ untuk dewasa, dan 79$ untuk anak di bawah 10 tahun. Bayangin aja, duit segitu bisa buat masuk ke Taman Mini atau Dunia Fantasi Ancol selama berapa kali, tuh?

Continue reading “Orlando, Florida: Disney World, Cerita untuk Einzel dan Kirana”

Orlando, Florida: Welcome to The Sun City

Pindah state, pindah kota, pindah hotel. Satu lagi: pindah kondisi cuaca.

Peta negara bagian Florida, pantai selatan AS. Orlando di tengah, Miami di bawah.

Berbeda dengan perjalanan saya sebelumnya, dua setengah jam penerbangan dari Bandara Ronald  Reagan Washington DC menempuh US Airways diwarnai sedikit kegelisahan. Mungkin bagi para frequent flyer insiden pesawat menghantam mega tergolong biasa, tapi bagi saya, goncangan-goncangan keras seperti itu tetap saja butuh doa dan ketabahan tersendiri. “Jojo, we are in the happening now,” kata Leung, kawan seperjuangan saya sesama peserta International Visitor Leadership Program (IVLP) dari Hongkong.

“Pesawat akan menabrak awan, please remained be seated, tetap kenakan sabuk pengaman, tetap matikan semua alat elektronik,” begitu kira-kira seruan pilot Boeing 737-400 kami. Dan, dus.. dus.. dus… tepat seperti peringatannya, burung besi kami seperti menerjang sesuatu. Naik, goyang, turun, goyang, naik, turun, sampai semua terasa tenang saat captain berucap, “Welcome to Orlando…” Pendaratan disiapkan, dengan bujuran pantai terlihat di bawah.

Continue reading “Orlando, Florida: Welcome to The Sun City”

Washington DC: Bye-Bye, The Ekspensive City

Banyak kenangan tertinggal di ibukota negara. Entah, akankah kembali lagi…

Mampir ke kantor The Washington Post. Bertiras 500 ribu eksemplar, kini kembangkan layanan multimedia.

Dari Sabtu ke Sabtu. Itulah jadwal saya mengikuti International Visitor Leadership Program (IVLP) 2012 di Washington DC. Di antara rangkaian destinasi selama tiga pekan, waktu 7 malam di ibukota memang yang paling panjang. Tak salah, karena di DC tersebar kantor pusat pemerintahan, partai, lembaga riset, dan surat kabar terpandang di Amerika Serikat. Selama di DC pula, kami dapat “bonus” mampir ke state tetangga, Virginia dan Maryland, termasuk nonton Super Tuesday nan bersejarah.

Banyak kenangan unik, lucu, tapi ada juga yang membuat muka masam. Riang, ketika saya berteriak-teriak di tengah jalan Pennsylvania Avenue menuju markas National Press Club.

“Washington, Washington, dreaming, dreaming!” seruku.

“Ada apa, Jo?” kata kawan-kawan.

Continue reading “Washington DC: Bye-Bye, The Ekspensive City”

Maryland: Galau Jum’at Pagi

Akhir pekan pertama di Amerika, dapat kabar sedih dari rumah.

Kafe unik di kampus jurnalistik University of Maryland. Mengenang romantisme mahasiswa.

Terimakasih buat mbak Gali, isteri mas Helmi Johannes, yang sudah memberikan kartu telpon murah sehingga bisa dipakai telpon lintas negara dengan praktis dan hemat. Tak ada yang lebih menyenangkan selain Jum’at pagi ini bisa menelpon ke rumah, dan mendengarkan Einzel, jagoan 4 tahun saya, berteriak, “Ayah lagi ngapain di sana?”

Continue reading “Maryland: Galau Jum’at Pagi”

Virginia: Kangen Nasi, Main ke Pentagon City

Three weeks without rice? Noway.

Menu sarapan sehari-hari di hotel. American breakfast with bacon.

Salah satu masalah besar saat kita berada jauh dari tempat asal adalah adaptasi dengan makanan. Bagi sebagian besar orang Indonesia, tidak bertemu dengan nasi sebagai menu makan utama termasuk problem utama itu. Di sini pun saya mengalalaminya. Hotel tempat menginap di Washington DC memang menyediakan sarapan pagi, tapi paketnya bernama American atau Continental Breakfast .

Continue reading “Virginia: Kangen Nasi, Main ke Pentagon City”

Virginia: Apa Lagu Tema Kemenangan Anda?

Menjadi saksi sejarah nonton babak penting Pemilu Amerika Serikat.

Berkunjung ke TPS di Virginia. Primary election Partai Republik.
Berkunjung ke TPS di Virginia. Primary election Partai Republik.

Selasa (6/3) kemarin bukan sembarang Selasa. Orang Amerika menyebutnya “Super Tuesday”, saat 10 negara bagian serentak mengadakan pemilu pendahuluan (primary atau kaukus) sebagai salah satu tahapan penting menuju Pilpres, 6 November mendatang. Super Tuesday kali ini dikhususkan bagi para pendukung Partai Republik, dengan tujuan mengerucutkan satu nama kandidat presiden mereka.

Continue reading “Virginia: Apa Lagu Tema Kemenangan Anda?”

Washington DC: Hawa Dingin, Jetlag, dan Budaya Tip

Hari resmi pertama di DC, belajar macam-macam adaptasi.

Nama resmi peserta. Delegasi yang kedinginan.
Nama resmi peserta. Delegasi yang kedinginan.

Setelah Sabtu baru masuk hotel malam hari dan Minggu diisi acara jalan-jalan ‘Washington DC City Tour’, Senin (5/3) inilah acara sebenarnya International Visitor Leadership Program (IVLP) 2012 bertema Peliputan Pemilu di Era New Media dimulai. Mengecek internet, awal pekan ini suhu berkisar 1 koma sekian derajat Celcius.

Continue reading “Washington DC: Hawa Dingin, Jetlag, dan Budaya Tip”