0 Replies to “Selamatkan Frekuensi Publik dari Politik Praktis”

    1. beda dengan koran dan majalah yang dijual berdasarkan omset sesuai kemampuan penerbitnya, semua frekuensi radio/tv itu milik publik, mas. Jumlah kanalnya terbatas, jadi tak boleh digunakan seenaknya sendiri….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *