Catatan Produser Dialog: Marak Pesohor Dukung Capres

Ada tiga selebritas hadir di ‘Kompas Malam’. Temanya, membahas maraknya artis mendukung dua kubu calon presiden.

Hari ini, Jum’at (13/6), termasuk salah satu program ‘Kompas Malam’ yang cukup menyita energi dan pikiran, hingga menit-menit akhir jelang show. Thank’s God, Semesta Mendukung, akhirnya lancar hingga ‘show’ kelar.

Kami sepakat mengangkat tema soft, ringan-ringan saja. Bagaimana artis-artis mulai terkutub ke dua poros capres. Ada yang mendeklarasikan dukungan ke Prabowo-Hatta Rajasa di Rumah Polonia, Jakarta Timur. Ada pula yang menggelar ‘Konser Revolusi Harmoni’ Pro Jokowi-JK di Parkir Timur Senayan.

Continue reading “Catatan Produser Dialog: Marak Pesohor Dukung Capres”

Mulus di Awal dan Tengah, Jangan Lupa di Akhir

Membuat liputan langsung, jangan hanya cantik di awal dan akhir, tapi juga bagaimana memungkasinya dengan baik.

Jordie Yonatan Susilo mengakui, karyanya meliput kampanye Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di Istana Olahraga (Istora) Senayan kurang optimal. Padahal, ia mengawali live reportnya dengan baik. Begitu pula insert visual menggambarkan keramain kampanye. Juga saat menyorot maraknya anak-anak ikut kampanye, visualnya pun memadai.

Continue reading “Mulus di Awal dan Tengah, Jangan Lupa di Akhir”

Jangan Ragu ‘Ngerjain’ Narasumber

Ini liputan angle beda lagi, soal dukungan penyanyi amatiran pendukung calon legislator di arena kampanye. Keberaniannya ‘ngerjain’ narasumber membuat video liputannya jadi lebih ‘keren’.

Henry Fadhillah mengemas liputannya dengan semarak. Ada suasana kampanye, ada atmosfir kuat, serta wawancara dengan seorang seniman amatiran, yang mendukung dan menciptakan lagu khusus untuk Herdian Kusnadi, seorang calon legislator PDI Perjuangan daerah pemilihan Tangerang.

Continue reading “Jangan Ragu ‘Ngerjain’ Narasumber”

Karena Televisi Selalu Bicara Visual…

Kehadiran jurnalis televisi di lokasi liputan amat penting, tapi berada di lokasi saja belum bisa dibilang cukup.

Prahara Galih Kusumawardhana berdiri di pelataran Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ia menegaskan menjadi saksi berlangsungnya kampanye Partai Hati Nurani Rakyat di stadion termegah yang dimiliki Indonesia dan berdiri pada 1962 itu.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=wpNA1oL8u0k]

Continue reading “Karena Televisi Selalu Bicara Visual…”

Jangan Serius Amat: Desakralisasi Prabowo-Jokowi…

Daripada bertegang-tegang di era kampanye pilpres soal fitnah, negative and black campaign, fatwa haram, dan lain-lain… mari kita sebarkan lucu-lucuan karakter Prabowo Jokowi karya Cameo Project ini…

Viva Cameo! Kita desakralisasi sosok capres, agar tak serius-serius amat ngeliat politik…

Show It, Don’t Tell!

Satu gambar lebih bermakna daripada seribu kata-kata. Satu adegan lebih berbicara daripada bermenit-menit narasi.

Salah satu ungkapan bijak dalam dunia praktek jurnalisme televisi adalah “show it, don’t tell!” Gambar, visual, lebih ampuh daripada narasi yang disampaikan seorang jurnalis televisi untuk mendeskripsikan sebuah keadaan.

Continue reading “Show It, Don’t Tell!”

Show It, Don't Tell!

Satu gambar lebih bermakna daripada seribu kata-kata. Satu adegan lebih berbicara daripada bermenit-menit narasi.

Salah satu ungkapan bijak dalam dunia praktek jurnalisme televisi adalah “show it, don’t tell!” Gambar, visual, lebih ampuh daripada narasi yang disampaikan seorang jurnalis televisi untuk mendeskripsikan sebuah keadaan.

Continue reading “Show It, Don't Tell!”

Ricuh Pasukan Nasi Bungkus

Adinda Permata Hati jeli melihat angle berbeda: pembagian makanan gratis yang tak rapi di antara peserta kampanye Partai Hanura.

Kampanye Partai Hati Nurani Rakyat menyajikan sesuatu berbeda karena mereka secara terorganisir mengundang para pedagang makanan untuk kemudian dibagi gratis kepada para simpatisan. Ini tentu lebih rapi, tidak seperti Gerindra, yang saat kampanye berlangsung, terjadi kejutan kala Prabowo Subianto ‘mentraktir’ seisi Gelora Bung Karno dengan menikmati makanan gratis di sekeliling stadion.

Continue reading “Ricuh Pasukan Nasi Bungkus”

Cerita Tentang Hujan Tanpa Gambar Hujan

Lagi-lagi, berita televisi selalu bicara, apa yang diucapkan, itu yang harusnya ditunjukkan. Show it, don’t tell it…

Liputan Ricky Halim menampilkan Chargen/CG mencolok, “Kampanye Nasional Demokrat Tetap Berlangsung di Tengah Hujan.” Tapi, selama 40 detik Ricky on-cam tak ada visual hujan, baik dalam kondisi rintik ataupun lebat. Gambar langit di belakangnya pun cerah-cerah saja. Tak ada baju basah, tak ada  orang yang tampak berteduh. Memang ada visual simpatisan partai memakai paying, atau penjual menutup kerudung kepala jaketnya, tapi tak jelas itu karena hujan atau –jangan-jangan sengatan matahari.

Continue reading “Cerita Tentang Hujan Tanpa Gambar Hujan”