Menatap Mimpi Jadi Jurnalis Televisi

Liputan Fellya Hartono nyaris sempurna. Runtut, audio visual keren, dan pasca produksi mendukung. Tinggal agar Fey fokus pada satu isu yang khas dan ‘menggoreng’-nya lebih serius di situ.

Fellya Hartono –akrab disapa Fey Zheng, mengemas video liputan May Daynya dengan ciamik. Selain stand-up di depan pengunjuk rasa nan semarak, video pendukung yang komplet, Fey juga sukses ‘mencolek’ seorang peserta aksi yang vokal bersuara tentang isu ini.

Continue reading “Menatap Mimpi Jadi Jurnalis Televisi”

Perjuangan Si Kembar Bima-Arjuna

Ini adalah cerita kawan. Lama tak jumpa selepas sekolah menengah atas, pasangan Robby Achadiat (33) dan Susan Pernama (29), warga Kp. Sinar Alam, RT 02/RW 01, Desa Jayapura, Cidaun, Kab. Cianjur bercerita tentang buah hati mereka.

Si kembar Bima-Arjuna menanti harapan. Foto Prima Tempo.
Si kembar Bima-Arjuna menanti harapan. Foto Prima Tempo.

Robby bahagia dengan sepasang anak laki-laki kembar bernama Bima dan Arjuna. Tapi, nasib berkata lain, mereka lahir kembar siam. Robby cerita Bima dan Arjuna sudah 20 bulan di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Dokter yang merawat keduanya, kata Robby, masih berupaya untuk mengoperasi. Namun, masih ada kendala medis.

Continue reading “Perjuangan Si Kembar Bima-Arjuna”

Seandainya Lebih Jeli Mengambil Angle yang Lebih Unik

Banyak peliput mengambil tema aksi yang sama. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda dan menghasilkan sesuatu yang melekat di ingatan pemirsa.

Kecuali tidak mengambil narasumber di lokasi untuk diwawancarai, liputan Irwin Syahputra Mubaroq sebenarnya memenuhi kategori paket jurnalistik televisi yang oke punya. Irwin mengambil gambar dalam berbagai angle, dari atas di antaranya, kemudian on-cam tepat di depan Bundaran Hotel Indonesia berlatar buruh yang masih menjalankan aksinya.

http://www.youtube.com/watch?v=ojgqa5qT4ig&feature=youtu.be

Continue reading “Seandainya Lebih Jeli Mengambil Angle yang Lebih Unik”

Suara Tenggelam, Masalah dalam Pasca Produksi

Ada dua masalah utama pada video Sofia Chandra ini. Audio yang ‘kelelep’ membuat pesan yang tersampaikan tak jelas.

Liputan Vie –sapaan akrabnya – ke lokasi unjuk rasa May Day sebenarnya cukup optimal. Ia tampil ceria, penuh semangat, dan tak canggung berpanas-panas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Vie mencari personalisasi buruh, menanyai Waryati kendala merayakan pelayanan kesehatan, serta bagaimana harapannya atas jaminan kesehatan yang mulai diterapkan pemerintah melalui Sistem Jaminan Kesehatan Nasional ala BPJS. Angle yang sudah fokus, sebenarnya.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=-675Vz3kSGE&feature=youtu.be]

Continue reading “Suara Tenggelam, Masalah dalam Pasca Produksi”

Pentingnya Opening yang Menawan

Liputan Rut Helga diawali dengan pembukaan menyentak. Sayang, audio ‘jumping’ pada sekuen intinya.

Rut membuka paket liputan live aksi Hari Buruh dengan pembukaan yang amat kuat. Teriakan-teriakan alami (natural sound) dari para pengunjuk rasa mampu membelalakkan mata pemirsa untuk terus menyaksikan liputannya sampai kelar. “Revolusi, revolusi, revolusi, revolusi!”

Sayang, saat masuk dalam stand-up, suara Rut terkesan ‘jumping’ alias ‘njomplang’. Audio yang terekam tak sekencang pada pembukaan paket. Padahal, terlihat betapa Rut terlihat ‘firm’ alias mantap dan percaya diri membawakan laporannya. Terdengar juga –meski samar-samar- kualitas pertanyaan Rut yang dahsyat. Pun jawaban yang brilian disampaikan Koko, seorang pengunjuk rasa.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=rYjdxO4LLJ0]

Continue reading “Pentingnya Opening yang Menawan”

Berhati-hatilah terhadap Istilah Asing

Liputan Monique bisa dibilang sempurna. Cadelnya tertutupi rasa percaya diri nan amat tinggi. Perhatikan persoalan bahasa.

Dalam liputan kampanye Partai Gerindra saat tugas Ujian Tengah Semester, sudah tersampaikan pujian betapa Monique Fiolitha mampu menutupi bawaan cadel dalam dirinya menjadi laporan nan runut karena tingginya rasa kepercayaan diri.

Pun demikian pada tugas Ujian Akhir Semester ini. Monique tampil tenang dan menjalankan skenarionya saat liputan Hari Buruh di kawasan Sudirman-Thamrin. Mengambil banyak gambar cantik, serta mewawancarai Ilyas, seorang pekerja bank asing di Indonesia.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=pYaPn1P0lrw]

Continue reading “Berhati-hatilah terhadap Istilah Asing”

Mewawancarai Tokoh yang Sama, Bagaimana Menjadi Berbeda

Dalam sebuah even, tak jarang beberapa media ‘bergantian’ mewawancarai narasumber yang sama. Bagaimana menjadi berbeda, itulah tantangan seorang reporter untuk menunjukkan ‘diferensiasi’-nya.

Tak beda dengan liputan Arum Kusuma, pada unjuk rasa kali ini, Virny Apriliyanty ‘menggaet’ Nining Elitos sebagai narasumber untuk diwawancarai ‘on the spot’. Di dunia perburuhan, Ketua Umum Konfederasi KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia), Nining Elitos termasuk ‘nama besar’. Sisi prominence-nya menarik, apalagi jika dikaitkan sisi gendernya. Di Indonesia, masih langka seorang perempuan menjadi sosok aktivis garis keras. Karena itu, mewawancarai pengunjukrasa wanita yang menjadi singa orasi macam Dita Indah Sari, Yeni Rosa Damayanti, Rieke Dyah Pitaloka, atau Nining ini, menjadikan sebuah liputan menjadi punya nilai tambah tersendiri.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=FGpoMksQBkw]

Continue reading “Mewawancarai Tokoh yang Sama, Bagaimana Menjadi Berbeda”

The Devil is in the Detail

Karya Arum cukup mantap. Kritiknya, ada di hal-hal kecil.

Tak sia-sia Arum Kusuma Dewi hadir liputan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta mengenakan seragam khusus UMN TV. Ia tampil percaya diri, dan mengesankan sebagai reporter yang membanggakan almamaternya. Alat kerjanya bagus, juga cara berucap dalam membawakan laporan cukup tertata.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=DY-QUlf4T9w] Continue reading “The Devil is in the Detail”