Buruh Bukan Budak!

Liputan aksi May Day dipersiapkan dengan cermat, baik eksekusi di lapangan, maupun taping di studio, serta proses pasca produksinya. Sayang, ‘dirusak’ oleh masalah-masalah kecil.

Ada ungkapan, kita jatuh bukan karena batu besar, tapi karena kerikil atau batu sandungan kecil-kecil, baik yang terletak di jalan, maupun yang mengganjal di sepatu kita. Pun demikian dengan karya Steven Hartoyo, Dea Andriani, Kurnia Boru, dan Olive sebagai materi Ujian Akhir Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

Continue reading “Buruh Bukan Budak!”

Mahasiswa di tengah Aksi Buruh

Meliput aksi buruh pada May Day 2015 di Gelora Bung Karno, mereka menampilkan berbagai visual menarik. Sayang, momen penting justru ambil dari youtube.

Liputan ini juga prasyarat Ujian Akhir Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ngesti Sekar, Octi Sundari, Ardila Putri, dan Nada Nisrina memilih topik kemeriahan May Day sebagai latar mereka melakukan live report.

Continue reading “Mahasiswa di tengah Aksi Buruh”

Konser Terbaru Suju di Venue Baru

Liputan ini memotret konser Super Junior dari berbagai angle, termasuk profil gedung konvensi baru di Indonesia.

Dalam Ujian Akhir Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara (UMN), mahasiswa dituntut membuat live report serta news package dengan kualitas lebih baik daripada saat UTS. Winda Prisilia, Levita Rachel, Lita Arny, Annisa Hardjanti dan Lani Diana mengemas konser Super Junior, boy band asal Korea, yang kembali mengunjungin para fans fanatiknya di Indonesia, Mei lalu.

Continue reading “Konser Terbaru Suju di Venue Baru”

Satu Dekade Terdampar di Ibukote

newsroom3“Jakarta hari ini kuketuk pintu gerbangmu… Ijinkan aku masuk mencari masa depanku…”

(OST Biarkan Bintang Menari, 2003)

10 Juni 2015, Thank’s God, menjadi tonggak satu dekade beradu hoki di kota ini. Untuk merayakan sepuluh tahun berkarya di Jakarta, berikut tayangan ulang tulisan di blog ini, empat tahun silam, dengan sedikit modifikasi. Ditulis saat memperingati enam tahun bekerja di ibukota…

Continue reading “Satu Dekade Terdampar di Ibukote”

Syair-syair dari Padang Sabana

Tayang di Koran Tempo Minggu, 7 Juni 2015

resensiKTJudul Buku           : Antologi Puisi

“Gemerisik Ilalang Padang Sabana”

Penulis                  : Agust Dapa Loka

Kata Pengantar    : Dr. Anies Baswedan

Editor                            : Emanuel Dapa Loka

Tebal                    : XXI+96 Halaman

Penerbit                : Altheras Publishing, Jakarta, 2015

Ada yang unik dari penerbit buku ini. Dalam pengantar penerbit tersua judul Selamat Datang Kembali, Puisi. Pertanyaannya, ke manakah gerangan genre susastra bernama puisi itu? Rupanya, penerbit menyadari bahwa setidaknya, dalam sepuluh tahun terakhir ini, sudah sangat jarang penerbit, terutama penerbit besar menerbitkan buku puisi.

Continue reading “Syair-syair dari Padang Sabana”

Mendiskusikan Media Memotret Dahlan Tersangka

Dahlan Iskan terakhir dikenang publik sebagai mantan menteri dan Direktur Utama PLN. Jauh sebelum itu, ia lebih dikenal sebagai ‘media mogul’, bos media di Indonesia.

Jpeg
Judul Jawa Pos 6 Juni 2015: ‘Dahlan: Saya Ambil Alih Tanggung Jawab Ini. Sembilan Gardu Indek Masih Dicek, Sudah Jadi Tersangka’.

Sebagai raja media, Dahlan Iskan memiliki lebih dari 150 surat kabar harian grup Jawa Pos dan radar-radarnya, serta puluhan tabloid, serta jaringan televisi JTV dan pusat pemberitaan online bernama Jawa Pos News Network (JPNN).

 Ekspose pemberitaan Dahlan Iskan di media. Mahasiswa mempelajari realitas, antara 'yang seharusnya' dan 'yang sebenarnya'.
Ekspose pemberitaan Dahlan Iskan di media. Mahasiswa mempelajari realitas, antara ‘yang seharusnya’ dan ‘yang sebenarnya’.

Karena itu, amat menarik menanti bagaimana media massa di Indonesia memasang headline (berita utama) pada edisi Sabtu, 6 Juni, satu hari setelah Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan 21 Gardu Induk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara 2011-2013 yang mengindikasikan kerugian negara Rp 33m 2 miliar. Titik tekanannya adalah: bagaimana media bersikap, baik media milik grup Jawa Pos maupun media massa lain, kompetitornya kelompok Jawa Pos, di Indonesia.

Continue reading “Mendiskusikan Media Memotret Dahlan Tersangka”

Gaza, Perlawanan dan Kehormatan: Faisal dan Bukunya yang Bercerita

Ini buku ketiga, tapi inilah masterpiece seorang Faisal Assegaf, yang kini mempopulerkan istilah ‘Hamaslovers’ di Indonesia.

Gaza, buku ketiga Faisal Assegaf. Enak dibaca dan bercerita.
Gaza, buku ketiga Faisal Assegaf. Enak dibaca dan bercerita.

Saya mengenal Faisal Assegaf sebagai seorang kawan seperguruan di Tempo, sebuah institusi terhormat di ranah jurnalisme Indonesia. Dia kerap mengaku bukanlah murid yang baik di ‘sekolah’ itu. Jarang datang rapat, dan tingkahnya seenak sendiri. Tapi, soal proses dan hasil kadang tidak mesti seiring dan sebangun. Di balik kebengalannya itu, Faisal membelalakkan mata para penggede saat wawancara eksklusifnya muncul di koran keesokan hari. Ia bukanlah seorang yang banyak omong, tapi dari bicaranya yang sedikit itu, orang haruslah percaya. “Ramos Horta kalau ke Jakarta selalu telpon gue, Jo,” itu salah satunya. Tak ada nada sombong di sana.

Dan, untuk menunjukkan kehebatannya, bacalah halaman-halaman belakang buku ‘Gaza, Simbol Perlawanan dan Kehormatan’. Mengapa halaman belakang? Karena di halaman 172-174 itulah tertera daftar bagaimana Faisal mewawancarai narasumbernya, baik saat bersua maupun melalui sambungan telepon.

Continue reading “Gaza, Perlawanan dan Kehormatan: Faisal dan Bukunya yang Bercerita”