Bersikeras Menuju Sepakbola Lebih Berkelas

Yogyakarta menjadi tempat sepakbola Indonesia lahir pada 19 April 1930. Hampir 87 tahun kemudian, di provinsi ini pula, tendangan pertama kebangkitan sepakbola Indonesia digulirkan oleh presiden ketujuh.

“Walau hujan deras ku kan bersikeras

Panas matahari ku tidak peduli

Super Elang Jawa selalu di hati 

Kudukung PSS walau sampai mati

Ayo PSS… Ayo PSS jadi juara

Bawa Sleman ke Super Liga…”

bcsLagu berjudul ‘Bersikeras’ dinyanyikan penuh semangat oleh ribuan pendukung garis keras PSS Sleman di tribun belakang gawang selatan, dikenal dengan nama Brigata Curva Sud, Stadion Maguwoharjo International Stadium, akhir pekan lalu. Nyanyian itu seolah menggambarkan betapa ada sosok yang bersikeras menjadikan sepakbola Indonesia bangkit, meski awalnya harus berhadapan dengan hujatan dan cibiran.

Yogyakarta mendapat kehormatan besar dengan menjadi tuan rumah pembukaan Piala Presiden 2017, turnamen sepakbola resmi pertama setelah pembekuan PSSI dicairkan oleh pemerintah 10 Mei 2016 lalu dan sanksi PSSI dicabut FIFA, 13 Mei 2016 silam.

Sesaat setelah Menteri Pemuda dan Olahraga menyatakan pembekuan PSSI 17 April 2015 dan FIFA resmi memberlakukan suspensi pada Indonesia 30 Mei 2015, setidaknya lima ajang sepakbola digelar oleh pemerintah dalam masa sanksi itu. Tanpa PSSI sebagai operator resmi, tapi kalender sepakbola berjalan nyaris tanpa henti.

jkw-kick-offPiala Kemerdekaan dibuka dengan ‘tendangan mula’ Presiden Joko Widodo pada 15 Agustus 2015 di Serang. Diikuti 24 klub kasta kedua, sebulan kemudian PSMS Medan menjadi juara dengan taklukkan Persinga Ngawi 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Piala Presiden jilid satu diresmikan Presiden Jokowi pada 30 Agustus 2015 di Stadion Wayan Dipta, Gianyar. Diikuti 16 tim, dua bulan kemudian Persib dinobatkan sebagai pemenang pertama setelah mengandaskan Sriwijaya FC 2-0 di di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Piala Jenderal Sudirman diawali kick-off oleh Presiden Jokowi pada 10 November 2015 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Diikuti 15 peserta, dua bulan berselang Mitra Kukar tampil di partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan menumbangkan Semen Padang 2-1.

menporaPiala Bhayangkara dibuka 17 Maret 2016 oleh Presiden Jokowi di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Diikuti sepuluh klub, sebulan kemudian Arema Cronus menahbiskan diri menjadi juara setelah mengalahkan Persib 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Berformat ala kompetisi, Indonesia Soccer Championship diikuti 18 tim kasta tertinggi, bermula 29 April 2016 dihadiri Presiden Jokowi di Stadion Mandala, Jayapura. Delapan bulan kemudian, Persipura membuktikan diri sebagai yang terbaik dengan mengumpulkan 68 nilai di puncak klasemen.

Awalnya disambut sinis

Sinisme, sarkastis dan dianggap merusak hiburan masyarakat Indonesia. Ungkapan itu diluncurkan bertubi-tubi saat Presiden Jokowi melalui Menpora Imam Nahrawi membekukan PSSI yang dinilai terlalu berlimpah masalah.

Jokowi seolah dianggap orang yang tak tahu sepakbola saat di Bandara Halim Perdanakusuma menyindir prestasi persepakbolaan Indonesia selama 10 tahun terakhir.

“Tidak lolos Piala Dunia FIFA, kemudian di Piala Asia, AFC 2004 sampai babak I, 2011 tidak lolos kualifikasi di tingkat Asia,” ujar Presiden Jokowi.

jkw-bola“Apakah kita hanya ingin ikut event internasional atau ingin prestasi? Kalau hanya ingin event internasional tapi selalu kalah, kebanggaan kita di mana? Saya mau tanya,” kata Presiden Jokowi.

Perlahan tapi pasti, sepakbola Indonesia bangkit dari bayang-bayang mafia, suap, pengaturan skor, anarkisme supporter dan perilaku minus lainnya. Puncaknya, PSSI mengalami pergantian kepengurusan dan langsung mengantarkan timnas Indonesia masuk final Piala AFF, mengulang prestasi yang terakhir diraih enam tahun sebelumnya.

Perjalanan kebangkitan sepakbola Indonesia memang masih panjang sekali. Per 12 Januari 2017, Indonesia berada di peringkat ke-173 FIFA. Lumayan naik, setelah sempat terperosok di urutan ke-179 sebelum Piala AFF 2016 dimulai. Sekadar catatan, ranking tertinggi timnas Indonesia ada pada posisi ke-76 pada September 1998, sepekan setelah Mursyid Effendi dan kawan-kawan jadi pemenang ketiga hajatan Piala Tiger di Vietnam yang dinodai gol bunuh diri dalam sepakbola gajah melawan Thailand.

Memang, masih panjang menuju ujung, tapi cahaya terang itu sudah terlihat. Piala Presiden 2016 mewajibkan klub peserta untuk memainkan 3 pemain berusia di bawah 23 tahun minimal selama 45 menit dalam sekali pertandingan.

Pelatih kepala timnas baru pun direkrut. Luis Milla Aspas, pria 50 tahun asal Spanyol yang saat bermain sebagai pesepakbola profesional hanya memperkut tiga klub: Barcelona, Real Madrid, dan Valencia. Target Milla, yang pernah melatih di Uni Emirat Arab dan membesut Real Zaragoza di La Liga, membawa Indonesia juara Sea Games 2017 dan menembus Asian Games 2018.

krDari sisi pemerintah, Kementerian Pemuda Olahraga mencanangkan empat Prioritas Percepatan Pembangunan Sepakbola Indonesia, usai rapat terbatas bertema serupa. Selasa sore, 24 Januari 2017 tercatat, kali pertama dalam sejarah, Presiden Indonesia memimpin rapat kabinet membahas masalah sepakbola.

Empat prioritas ditegaskan: Pertama, pembinaan sepakbola usia dini dan kompetisi di berbagai level/jenjang. Mulai dari Sekolah Sepak Bola (SSB) U-10, U-12, U-14, U-16, U-17, U-18, Liga Santri Nusantara, Liga Mahasiswa, Gala Desa serta pembinaan pelatih dan wasit berlisensi. Tak lupa, mendorong sepakbola sebagai ekstrakulikuler prioritas pilihan di sekolah dasar.

Prioritas kedua dan ketiga, pembenahan sistem dan tata kelola sepakbola serta pembenahan manajemen klub. Termasuk di antaranya roadmap pengembangan sepakbola Indonesia menuju pentas dunia, dan kerjasama erat pemerintah dengan PSSI.

Prioritas keempat dalam percepatan pembangunan sepakbola Indonesia yakni penyediaan infrastruktur. Program satu desa satu lapangan yang dicanangkan Menteri Iman Nahrawi tak hanya untuk lapangan sepakbola atau futsal, tapi juga lapangan voli, dan bulutangkis, melalui kerjasama Kemenpora dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Desa, Pembangunan Tertinggal, dan Transmigrasi.

Perjuangan masih panjang. Namun, wajah gembira Presiden Jokowi saat menendang bola pertama Piala Presiden 2017 -ini kick-off kelima yang langsung disepaknya- serta keceriaan sang kepala negara membuat video-blogging pertama dari tribun penonton di Stadion Maguwo, menggambarkan semua ‘on the track’.

Dengan kebesaran hati, marilah kita bersabar dan mengawal semua langkah itu. Sebagaimana pencinta sepakbola Sleman menyanyikan anthem ‘Sebuah Kehormatan’ untuk menyemangati para pahlawan sepakbolanya…

 “Bertahun menjalani
Lelah ini tak terasa lagi
Pagi berganti pagi
Masih ada keinginan hati

Sebuah kehormatan
Mengawalmu Pahlawan
Untuk s’lalu berjuang
Mewujudkan harapan
Percaya kita kan rayakan kawan…

Demi satu nama.
Kebanggaan di dada.
Kan ku beri segalanya…”

maguwoAgustinus Rahardjo

* Penulis biasa disapa ‘Jojo’, lahir sebagai bonek Niac Mitra, Persebaya, dan Mitra Surabaya, serta besar sebagai pendukung virtual Liverpool. Pernah bekerja sebagai koordinator peliputan Kompas TV, CNN Indonesia TV, serta menjadi wartawan media cetak, online, dan radio. Saat ini menjalankan tugas sebagai Tenaga Ahli bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi pada Kantor Staf Presiden.

Dua cita-cita yang belum terwujud dalam hidupnya: punya warung makan dan jadi manajer tim sepakbola. Dapat dihubungi melalui twitter: @jojoraharjocom

Seperti ditayangkan di Detiksport Detikcom

2 Replies to “Bersikeras Menuju Sepakbola Lebih Berkelas”

  1. Hi there! This post couldn’t be written any better!
    Going through this post reminds me of my previous roommate!
    He continually kept talking about this. I most
    certainly will forward this post to him. Fairly certain he will
    have a good read. Thanks for sharing!

  2. Oh my goodness! Impressive article dude! Many thanks, However I am having
    troubles with your RSS. I don’t know the reason why I can’t subscribe to it.

    Is there anybody having the same RSS problems? Anyone who knows the answer can you kindly respond?
    Thanx!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *