Sisi Khas, Angle Sepatu Pemain Timnas

Angle yang diambil sangat khas, sepatu sebagai aksesoris penting pemain tim nasional sepakbola Indonesia. Perlu lebih luwes sebagai reporter on-cam.

Sudut pandang yang diambil kelompok Stefani Sandika, Septiandi Rusli, Verren Wijaya, dan Deddy Darmanto beda dengan yang lain. Dalam durasi tiga menit, mereka menggarap paket untuk Ujian Tengah Semester Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara dengan angle khas, ‘Seperti apa para pemain timnas menggunakan dan memilih sepatu bola?’

Ide dasarnya oke banget, tinggal bagaimana eksekusi seharusnya bisa lebih baik lagi. Verren sudah berani ber-PTC di tepi lapangan, yang sayangnya tak konsisten. Mengapa saat mengantarkan SOT Ryuji, tidak juga dilakukan di lapangan yang sama?

Selain itu, di balik keberanian dan percaya diri itu, Verren mestinya bisa lebih luwes lagi di depan kamera. Untuk akurasi pengucapan, tolong perbaiki juga. Misalnya pada kalimat, “Para pemain timnas U-22 yang akan mewakilikan diri mereka pada Piala Sea Games yang kesembilan di Malaysia…” Tentu saja yang benar kalimatnya, “Para pemain timnas mewakili Indonesia…” Sea Games juga bukan piala atau turnamen. Sea Games merupakan kejuaraan multiven bangsa-bangsa Asia Tenggara, di mana sepakbola menjadi salah satu cabang favorit yang dipertandingkan. Dan, Sea Games pada Agustus mendatang merupakan perhelatan ke-29, bukan kesembilan.

Ada hal yang menggelitik juga saat melihat still image (foto) aneka sepatu di bagian akhir paket. Mengapa gambar-gambar itu tak dimasukkan sebagai insert di sela-sela SOT Bayu atau Ryuji yang cukup panjang. Selain itu, minim belanjaan gambar  Bayu atau Ryuji yang di-close secara khusus di lapangan, sehingga bisa ditampilkan di dalam paket saat materi soundbyte diputar.

Ide liputan ringan

Mereka berkisah, idenya berawal dari Verren yang ingin mengangkat topik soft news tapi bingung karena tidak mengerti soal olahraga sepak bola. “Akhirnya Deddy mempunyai ide untuk mengangkat topik yang tidak begitu berat, yaitu sepatu yang digunakan oleh para pemain Timnas U-22 karena sepatu merupakan salah satu aspek terpenting bagi para pemain sepak bola,” kisah Stefani.

Mereka pun dua kali melakukan liputan. Termasuk mengejar narasumber ke hotel dan mengalami kendala perizinan, karena pemain yang berbicara dengan pihak luar harus seizin manajemen/tim humas PSSI. Akhirnya, perjuangan itu berhasil dengan mendapatkan dua narasumber, Bayu Eka sebagai asisten pelatih dan Ryuji Utomo, salah seorang pilar timnas.

Berbekal sebuah kamera DSLR, clip on mic dan tripod kamera, mereka menjalankan liputan penuh semangat. Ada kendala memang, misalnya kesibuan anggota tim di antara padatnya kuliah, dan soliditas kelompok. “Di sini kami belajar tentang pentingnya kerjasama tim itu. Dalam sebuah kelompok, kekompakan adalah modal utama,” ungkap Stefani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *