Busway, Jokowi dan Pemecah Kebuntuan

Sejak Busway Transjakarta kali pertama dioperasikan Gubernur DKI Sutiyoso pada 15 Januari 2004, sudah tergambarkan akan adanya Koridor XIII yang melayani rute Blok M hingga Ciledug.

Namun, koridor itu sulit sekali diwujudkan. Gubernur berikutnya, Fauzi Bowo, beralasan –dengan tingkat traffic amat tinggi dan sempitnya ruas jalan – koridor itu tak mungkin hadir tanpa membangun jalan layang. Membangun jalan layang menimbulkan resiko baru: macet besar dan dipisuh-pisuhin warga.

Di era Gubernur Jokowi, diteruskan oleh Gubernur Ahok dan Gubernur Djarot, secercah harapan muncul. Jokowi, Ahok, dan Djarot seperti pelari estafet yang saling mengoper tongkat pembangunan jembatan layang dari Ciledug hingga Tendean –tak hanya sampai Blok M- sejauh 9,3 kilometer berbiaya Rp 2,5 triliun. Yang pertama mengawali, dan pelari terakhir menyelesaikan di garis finish dengan timeline tepat.

Selama dua tahun pembangunan, aih jangan tanya, bagaimana warga Ciledug dan sekitarnya ngomel-ngomel dan maki-maki merasakan kepadatan yang sudah tinggi menjadi kian tak terkatakan. Tak jarang, ruas jalan dialihkan, hingga ke arah gang-gang Pesanggrahan, saat pembangunan fly over mencapai titik-titik penting.

Kini, semua omelan dan makian itu berbuah manis. Pagi tadi, saya pun berkesempatan menjajal moda transportasi baru ini. Hanya 31 menit. Berangkat dari Halte Puri Beta 2 pukul 08.12, turun di Halte Tendean tepat 08.43. Melewati halte Adam Malik, Mayestik, Tirtayasa, Rawa Barat dan memutar di seberang Trans TV, sebelum bus kembali ke arah Blok M.

Layaknya kisah kehidupan yang indah di ujungnya, pembangunan kadang menuntut waktu-waktu susah sebagai pengorbanan. Seperti dua tahun kalender pembangunan fly over itu. Juga kini terjadi pada jalanan yang terganggu proyek MRT, LRT, underpass, dan lain-lain. Dibutuhkan keberanian untuk menerima makian dan hujatan saat proses yang menyakitkan itu terjadi.

Dan, itulah seninya kepemimpinan. Berani mengambil keputusan yang (awalnya) tidak populer.

Selamat datang makin banyaknya opsi moda transportasi massal baru ibukota…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *