Rivalitas Liverpool-MU yang Berakhir bak Persib-Persija

Tulisan-tulisan panas selalu terangkat di media jelang pertandingan klasik Liverpool versus Manchester United. Laga paling panas di Liga Primer Inggris, tak beda dengan duel abadi Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Liga Indonesia.

Begitupula jelang laga kedelapan kedua tim berkostum utama merah itu, Sabtu, 14 Oktober 2017. Media mengaitkan posisi kedua tim yang timpang: Manchester United di dua besar klasemen, sementara Liverpool tercecer agak di tengah. Ada pula yang memutar rekaman pertemuan antara pelatih Liverpool Jurgen Klopp dan Jose Mourinho dari Manchester United, baik saat keduanya sudah di klub ini maupun di tim-tim terdahulu. Berapa persen kemenangan Klopp dan berapa persen untuk Mou, dalam balutan tim manapun.

Menarik pula ketika di sebuah grup Whats App ada kawan yang sempat memposting berita bahwa awalnya Klopp tertarik melatih Manchester United, namun ternyata tawaran pekerjaan yang masuk padanya setelah berhenti sebagai pelatih Borusia Dortmund justru datang dari Liverpool.

Pada posting itu saya membuat analogi, “Ya kadang hidup tak sesuai mimpi. Awalnya mungkin kita pengen kerja di TV A, tapi kemudian yang memberi tawaran kerja dan bisa diterima di TV B… Lalu bagaimana bila ketemu di lapangan head to head dengan TV A? Ya, gak peduli, hancurkan!”

Entah benar atau tidak bahwa Klopp pernah mimpi menggantikan Sir Alex Ferguson di Manchester, tapi dalam pertemuan melawan MU, Klopp selalu bersemangat agar timnya menghancurkan sang ‘Setan Merah’. Sebagaimana Liverpool menggusur MU pada fase gugur Liga Eropa dua tahun silam.

Namun, seperti juga rivalitas klasik yang selalu penuh bumbu panas media antara Persija dan Persib, lagi-lagi para penggemar sepakbola harus puas ketika dua kubu merah berbagi angka sama. Nol nol adalah hasil akhir laga di Anfield semalam. Liverpool mengepung tapi Manchester United bertahan dengan baik. Sesekali Romelu Lukaki gusar karena merasa diisolasi dan tak mendapatkan umpan-umpan manja.

Pada akhir komentarnya di Bein Sports, pandit Anton Sanjoyo berujar, “Liverpool malam ini kehilangan dua poin, dan MU sukses mencuri satu poin…”

Sepakbola tetap jadi hiburan. Baik saat pra pertandingan, berlangsungnya match, maupun paska laga. Meski laga ketiga berturut-turut kedua tim di Liga Inggris kembali berakhir tanpa pemenang. Persis bak pertemuan Persib melawan Persija beberapa partai terakhir.

Sebagaimana dimuat di di http://tz.ucweb.com/10_1MPMp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *