Makassar, Geliat Menjadi Pusat Peradaban Baru

Salam pagi dari sebuah hotel tak jauh dari Pantai Losari.

Ini kali ketiga saya menginjak kota Makassar. Sebelumnya pada 2010 saat meliput sebuah kejuaraan balap motor dan tiga tahun kemudian pada Uji Kompetensi Jurnalis.

Makassar sudah jauh berubah. Dua periode kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo mengantarkan provinsi Sulawesi Selatan pada berbagai tagline. Terbaru, Makassar, ibukota provinsi berpenduduk 8 juta jiwa ini dinobatkan sebagai Kota Pemuda 2017.

Yang paling gencar, Gubernur Syahrul Yasin Limpo beberapa waktu lalu mengklaim, Makassar sebagai poros tengah Indonesia. Atas dasar itu pula, sebuah delta di Pantai Losari dinamai Centre Point of Indonesia.

Tribun News Makassar

 

Kelak, kawasan itu akan menjadi salah satu ikon baru di Makassar. Akan didirikan bangunan-bangunan megah, perumahan, hotel, masjid megah, serta tak lupa Wisma Negara yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Sulsel. Meski ada juga yang menyatakan bahwa Centre Point of Indonesia yang sebenarnya ada di Dusun Umpungeng, sebuah dusun terpencil di Kabupaten Soppeng, kurang lebih 192 km dari Kota Makassar. Dusun Umpungeng merupakan bagian dari wilayah Pemerintahan Desa Umpungeng, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Pemilihan Kepala Daerah 2018 juga bakal digelar serentak di Sulawesi Selatan, provinsi yang meriahnya melebihi daerah lain. Selain pemilihan gubernur menggantikan Yasin Limpo yang sudah menjabat dua periode, juga berlangsung 12 pilkada di kabupaten dan kota, antara lain Kota Makassar dan Palopo, serta Kabupaten Gowa, Bone, Sinjai, Bantaeng, Enrekang, Sidereng Rappang, Jeneponto, Wajo, Luwu, dan Pinrang.

Reklamasi Losari dari jendela hotel Swiss Bell International

 

Reklamasi juga tengah berlangsung di Pantai Losari. Pro dan kontra, tentu saja. Dengan reklamasi, Gubernur Yasin Limpo bercita-cita membahagiakan rakyat Makassar dan Sulsel dengan membangun beragam fasilitas yang bisa digunakan oleh masyarakat umum, seperti tempat rekreasi, lintasan lari, dan fasilitas lain.

Secara keseluruhan, kata Syahrul, dengan adanya reklamasi, nantinya kawasan Pantai Losari akan bertambah panjangnya dari 800 meter sekarang menjadi 5 kilometer. Dengan garis pantai sepanjang itu, maka kebutuhan pantai untuk masyarakat dengan layak diyakininya bisa terwujud.

Harian Amanah, 30 Oktober 2017

 

Jangan lupakan pula sisi religius provinsi Sulawesi Selatan. Hari ini koran Amanah yang saya baca di restoran Swiss Belhotel Makassar menyajikan berita utama penurunan baliho iklan film ‘Posesif’. Baliho di Jalan Sultan Alauddin, Makassar itu diprotes karena dianggap menggambarkan adegan tak senonoh, dengan sepasang remaja berpakaian sekolah bermesraan dan saling pangku.

Selamat datang di peradaban baru, kota dan provinsi yang beranjak modern tapi tetap mencoba mempertahankan nilai-nilai ketimuran!

Sebagaimana ditayangkan di http://tz.ucweb.com/11_1xssf

2 Replies to “Makassar, Geliat Menjadi Pusat Peradaban Baru”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *