Christmas Time, Mari Bersuka, Damai di Bumi

 “There is something special about this time of year

I just got home to join you… I’ve been away too long

But now I’m back, to share my love

Friends are reunited

One big family, filled with love

To last throughout the year…”

Waktu Natal telah tiba. Berbagai ornamen Natal menghiasi pusat perbelanjaan, perkantoran, bandara, dan pusat keramaian umum lainnya. Bukan hanya di gereja, tapi juga di ruang-ruang publik.

Tak terkecuali saat akhir pekan lalu, saya bermuhibah melalui Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta. Beberapa lelaki dan perempuan sibuk menata hiasan Santa Claus dan pohon Natal raksasa di terminal penumpang airport terbesar se-Indonesia itu.

Di bagian lain dekat gate keberangkatan pesawat, penjaga toko buku berbusana topi sinterklas ramah melayani calon pembeli.

Natal adalah lambang kesukaan. Saat ketika dari sejarahnya di Tanah Palestina sana, kelahiran bayi Isa Almasih dianggap akan menjadi pemimpin yang menyelamatkan rakyat dari penjajahan Romawi.

Natal adalah perlambang damai. Rekonsiliasi dengan Sang Maha Pencipta tercipta setelah dosa menjadi pemutus jembatan hubungan baik sejak zaman Adam.

Natal bagi sebagian masyarakat dunia adalah kultur mudik. Berkumpulnya keluarga yang setahun terpencar bekerja atau sekolah terpaut jarak ratusan hingga ribuan kilometer. Tak beda dengan Idul Fitri, Thanksgiving atau Imlek. Time to back, share the love!

Natal juga adalah pertanda periode bisnis baru. Bagi mall, bank, event organizer lain, Natal pertanda masa ‘festiva” baru. Hiasan Natal muncul menggantikan atribut Halloween, Thanksgiving, sebelum kemudian diganti piranti asesoris Tahun Baru, Imlek, Paskah, Idul Ftri dan lain-lain.

Terserah Anda memaknai yang mana. Tapi, Natal adalah waktunya bersenang-senang, berdamai, dan berekonsiliasi. Janganlah kita dipecahkan, dijauhkan dengan kebingungan, “Boleh gak sih menyampaikan ucapan Natal?”

Atau menggalang aksi demo karena menganggap para pekerja toko yang tak seiman seolah ‘dipaksa’ mengenakan atribut perayaan Natal.

Ambil positifnya, jangan yang membuat malah menjadi sekat.

Selamat menyambut masa Natal dengan sukacita, seperti Backstreet Boys yang terus menggemakan lagu itu….

“… Christmas time, time to share our love

Come and join the tidings to the world

Christmas time, the best time of the year

Yes, it’s christmas time…”

Seperti ditayangkan di http://tz.ucweb.com/12_2IGyo

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *