Krui, Sorga di Pesisir Lampung nan Tersembunyi

Krui merupakan ibukota Kabupaten Pesisir Barat, di provinsi Lampung. Ini kabupaten baru, pemekaran dari wilayah Lampung Barat pada empat tahun silam.

Pernah dengar empat aksara ini: K-R-U-I?

Kalau belum, ok, saya ajak jalan-jalan ke sana.

Untuk menuju Kabupaten Pesisir Barat, kita perlu waktu sekitar lima jam dari Bandar Lampung, sebagai ibukota provinsi berpenduduk terbanyak ketujuh di Indonesia.

Meski butuh lima jam duduk di mobil, jangan khawatir, perjalanan lintas barat Lampung dari Bandara Raden Inten II di Branti menuju Krui ditempuh dengan kondisi jalanan mulus. Trayek di ruas Lampung-Bengkulu itu melewati Kabupaten Lampung Selatan, kota Bandara Lampung, Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus, sampailah kita di Kabupaten Pesisir Barat yang dilewati jalur Pegunungan Bukit Barisan dan juga berada di tepi Samudera Hindia ini.

“Krui ini istimewa. Di sini ada sungai, pantai, laut, dan ada juga gunung atau perbukitan,” kata Oking Ganda Miharja, tokoh masyarakat Kabupaten Pesisir Barat.

Pemilik penginapan ‘Anjungan Bang Oking’ yang berada persis di tepi pantai. Anjungan itu tak jauh dari beberapa objek wisata seperti Pantai Pugung Penengahan, Pugung Walur, dan Pugung Tampak, yang menajdi tempat lokasi peselancar profesional. Lokasi ini juga dekat dengan wisata religi Gua Malu, makam Gajah Mada, dan makam Syeikh Aminullah, serta Dermaga Tebakak untuk menuju wisata Pulau Pisang.

“Kami bayangkan, jika akses transportasi bandara hidup lagi, tentu pariwisata di Kabupaten Pesisir Barat akan lebih bergairah,” papar pria yang dua tahun lalu mencalonkan diri sebagai bupati ini.

Tiga tahun silam, Bandara Pekon Serai, di Kabupaten Pesisir Barat sempat berdetak. Penerbangan Susi Air tiga kali sepekan menuju Bandar Lampung dan Bengkulu membuat wisatawan lebih mudah mengakses Krui dan berbagai lokasi wisata di sekitarnya.

Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat kemudian mengajukan pengubahan nama bandara, hingga Kementerian Perhubungan resmi mengizinkan digunakannya nama Bandara Muhammad Taufik Kiemas. Sayang, kini penerbangan regular terhenti.

“Ada titik cerah ketika beberapa waktu lalu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir ke Bandara ini dan berjanji akan memperluas landasan, serta menghidupkan kembali jalur penerbangan,” tambah Oking.

Indonesia ini luas dan teramat kaya. Kita tak akan ke mana-mana, kalau hanya terpacu pada destinasi wisata yang itu-itu saja.

Krui, bak sorga tersembunyi. Apa salahnya mencoba berkunjung lokasi wisata non-mainstream, menikmati ketenangan di kampung yang menetapkan ikan ‘blue marlin’ sebagai ikon bahari ini…

Seperti ditayangkan di http://tz.ucweb.com/12_2SvbJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *