Belajar dari Jack Ma yang Anti Kata Menyerah

Saya biasa membawa buku dalam perjalanan saya sehari-hari. Kadang dibaca di sela-sela menumpang Kereta Rel Listrik, saat menunggu rapat belum mulai, atau ketika menunggu kedatangan teman dalam sebuah appointment.

Sepekan terakhir, saya menamatkan buku kecil berjudul ‘Jack Ma, Manusia Triliun Yuan’ karangan Gisa Naraya. Covernya menarik, karikatur Jack Ma memegang dua matanya dengan kutipan: Orang (bermental) miskin memiliki ciri-ciri: berpikir lebih keras dari profesor, namun bertindak lebih sedikit dari orang buta.

Buku terbitan Genesis Learning ini menarik. Di bagian awal menceritakan betapa beratnya perjuangan Jack Ma muda. Terlahir dengan nama Ma Yun pada 1964, Ma yang kini menjadi orang terkaya di China ini hidup dari keluarga amat sederhana di Hangzhou, Zhejiang. Ia kerap ditolak oleh setiap sekolah yang diinginkannya untuk belajar, karena ujian matematikanya tak baik. Dari sekolah lanjuttan sampai tiga universitas menolaknya masuk sebagai pelajar dan mahasiswa.

Lemah di Matematika, Jack Ma punya keinginan kuat berbahasa Inggris. Bahkan, ia rela belajar menjadi pemandu wisata menuju West Lake, 40 menit dari rumah, demi bisa bertemu turis asing yang ramai datang ke kawasan itu pasca kedatangan Presiden Amerika Serikat Richard Nixon.

Perjuangan hebatnya terjadi saat memasuki dunia kerja. Dengan sabar, Ma menghadapi penolakan demi penolakan lain, termasuk menjadi pegawai KFC dan satuan kepolisian di Tiongkok. Postur tubuhnya yang kecil jadi penghalang.

“Saat itu, Kentucky Fried Chicken baru mulai membuka gerainya di Tiongkok. Ada 24 orang melamar kerja di sana dan 23 di antaranya diterima. Hanya saya satu-satunya yang ditolak,” kenang Ma.

Lulus dari Hangzhou University, pimpinan kampus menugaskannya mengajar selama lima tahun. Gaji dosen amat kecil, sekitar CNY 90 atau Rp 180 ribu per bulan. Tapi, ia tak mau mundur sesuai komitmen. Pada 1994, enam tahun mengajar, ia mundur dan memutuskan merantau ke Amerika.

Di situlah naik turun wirausahanya terjadi, sampai kemudian kita tahu Jack Ma mendirikan Alibaba dan segala variannya, serta menuai sukses besaar di situ. Tak selalu mulus memang. Kontrak yang gagal, partner yang meminta berhenti sepihak, sampai orang-orang nan melecehkan, menjadi bagian dari portofolio hidupnya hingga berujung di jalan indah.

Yang menarik dari buku yang tak sampai 200 halaman ini adalah cuilan kutipan-kutipan kuat dari Jack Ma di tiap akhir babnya. Simaklah, antara lain:

“Menyerah adalah sebuah kegagalan.”

“Hidup serius dan bekerja dengan senang hati.”

“Anda membutuhkan orang dengan ide-ide yang berbeda untuk membuat perusahaan ini hidup, bukan orang-orang yes men.”

“Never give up. Today is hard, tomorrow will be worse, but the day after tomorrow will be sunshine.”

“If you don’t do it, nothing’s possible.”

“EBay may be a shark in the ocean, but I am a crocodile in the Yangzi river. If we fight in the ocean, we lose; but if we fight in the river, we win.”

“If you want to be a first class Kung Fu player, you have to suffer a lot, you have to practice, you have to learn, you have to be good people. You have to have the spirit of never give up, the fighting spirit, keep on doing. If you don’t give up, you still have a chance.”

“Jangan takut dengan kompetitor, karena kompetitor juga takut padamu. Fokus dengan memberikan service lebih kepada customer-mu saja. Kompetisi itu bagus.”

“Kami sampai ke titik ini karena kami bangun lebih pagi, tidur lebih larut, jarang tidur nyenyak, dan waktu libur kami lebih pendek. Kami berjuang siang dan malam. Kami belajar dari rasa kecewa dan frustrasi kami.”

“You should never learn from your competitor, but never copy. Copy and you die.”

From left to right: talent agent Ari Emmanuel, Alibaba founder Jack Ma, talent agent Patrick Whitesell and actor Jet Li attend the Los Angeles Lakers vs Houston Rockets NBA game, October 28, 2014 at Staples Center in Los Angeles, California. Emmanuel and Whitesell are co-CEO’s at WME, an entertainment and media agency. PHOTO / Robyn Beck (Photo credit should read ROBYN BECK/AFP/Getty Images)

“Kalau kamu memang ingin melakukannya, coba saja. Kalau memang nanti semua tidak berjalan seperti yang kamu inginkan, kamu tinggal kembali ke hal yang kamu lakukan sebelumnya.”

“Jangan mempekerjakan orang yang paling berkualitas, tetapi carilah yang paling gila.”

“This is my advice to the young people: 25 years old, make enough mistakes. Don’t worry! You fall, you stand up, you fall… enjoy it! You’re 25 years old, enjoy the show!”

“Kita terlahir di sini bukan untuk bekerja, melainkan menikmati hidup. Kita di sini untuk membuat segala sesuatunya lebih baik bagi satu sama lain, dan tidak untuk bekerja. Jika Anda menghabiskan seluruh waktu untuk bekerja, Anda akan menyesalinya.”

“Keluarga hanyalah ikatan jodoh satu kali. Berapa pun lamanya aku dan kau bersama, kau harus tetap menghargai setiap detiknya. Sebab di kehidupan selanjutnya, baik saling mencintai atau tidak, kita tetap tidak akan berjumpa lagi.”

Seperti ditayangkan di http://tz.ucweb.com/1_4AzLd