Lekas Sembuh, Wisnu Nut Widiantoro

Menjadi jurnalis itu tidak mudah. Menjadi mata dan telinga bagi publik lewat pembaca, pendengar atau pemirsa. Dampak yang diberikan lewat berita atau karya yang dibawanya pun bisa disambut positif, tapi bisa juga negatif. Namun, secara personal, kerap kali ‘dampak’ yang dialami oleh sang pewarta tidak dipedulikan orang lain.

Semalam saya menengok Wisnu ‘Nut’ Widiantoro di sebuah rumah sakit kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Fotografer Harian Kompas yang sehari-hari bertugas di Istana Kepresidenan ini termasuk jurnalis pertama yang datang ke Agats, Kabupaten Asmat, Papua untuk memotret kasus gizi buruk dan campak di wilayah terpencil itu. Mendapatkan informasi dari seorang pastur di Papua, tim Kompas berangkat ke Asmat awal Januari lalu, bergantian meliput kondisi buruk yang tak banyak diketahui masyarakat Indonesia. Bersama seorang jurnalis tulis Kompas dan kontributor televisi, Nut menuju Asmat melalui jalan laut dari Timika.

Tak terasa, dua pekan di Asmat, Nut kembali ke Jakarta 23 Januari lalu. Selama di Papua, jepretan kameranya terus menjadi foto master, headline halaman utama hingga 10 kali. Satu gambar mewakili seribu kata. Ada gambar anak-anak Asmat menjalani pengobatan, mereka bermain bola dengan riang, atau seorang ibu memandikan anaknya di rawa-rawa. Nut pun menjaga kesehataannya di sana, meminum Kina, dan tidur dengan mengenakan jaket berselimut rapat sleeping bad kesayangannya.

Namun, sepekan kemudian, Malaria Tropikal tak bisa dielakkan menjangkitinya. Kini Nut terbaring menjalani pemulihan di rumah sakit, sembari kembali mengumpulkan kekuatan menjadi wakil mata kita semua melalui karya-karya fotonya.

“Hari ini suhu tubuh 36 derajat, kalau pagi tadi terasa menggigil banget,” kata Nut. Ia tersenyum, dengan tangan kiri diinfus di ruang perawatan lantai 8. “Kemarin anak isteri sudah nengok ke sini. Sudah, saya minta mereka pulang saja,” urainya.

Lekas sembuh, Wisnu Widiantoro, semangatlah kembali menunjukkan sisi-sisi nusantara yang tak terlihat semua bagi kami!

Seperti ditayangkan di http://tz.ucweb.com/2_2BWxv

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *