Sweet 20, Dilema Usia Kembali Muda

Kadang kesempatan terbaik nonton film dengan serius justru terjadi ketika dalam perjalanan pesawat terbang. Ini juga yang saya alami saat pekan lalu menghabiskan film ‘Sweet 20’ dalam perjalanan pergi dan pulang Jakarta-Kualanamu.

 

‘Sweet 20’ dirilis pada Lebaran 2017, produksi Starvision Plus, dibintangi antara lain Niniek L Karim, Tatjiana Saphira, Cut Mini, Lukman Sardi, Barry Prima, Kevin Julio, Slamet Rahardjo, Widyawati, Rima Melati, Rina Hasyim, Morgan Oey, Henky Solaiman, Tika Panggabean hingga Aliando. Benar-benar sebuah film yang menggabungkan antara kekuatan para pemain senior di dunia film Indonesia -bolehlah disebut kumpulnya para legenda- dan juga generasi-generasi muda layar perak kita. Sutradara Ody Chandra Harahap menggarapnya menjadi sebuah film drama komedi, lucu, tapi tak melupakan detail dan pesan-pesan terselip.

Niniek L. Karim, peraih dua Piala Citra, tampil apik memerankan Fatmawati, nenek 70 tahun yang tinggal bersama keluarga anaknya yang menjadi dosen -Lukman Sardi. Kegalauan melanda saat tahu analk, mertua, dan menantunya sebal atas sikap cerewetnya, dan berniat memasukkan Fatma ke Panti Asuhan.

Dalam galaunya, Fatma berjalan-jalan malam pergi dari rumah dan menemukan studio foto ‘Forever Young’ yang dikendalikan Henky Solaiman. Aneh bin ajaib, setelah dipotret, ia menjadi 50 tahun lebih muda! Awalnya, diketahui saat dua laki-laki menggodanya di bus seusai pengambilan gambar.

Begitulah alur bermain selanjutnya. Sosok Fatma diambil alih Tatjana Saphira -saya jatuh cinta pada tokoh ini saat ia tampil di ‘Negeri van Oranje’- yang kemudian mengganti namanya menjadi Mieke. Nama itu terinspirasi ‘Mieke Wijaya’, artis idola Fatma tua.

Perjalanan drama komedi mengalir, kadang monoton, kadang haru. Kala keluarga itu merindukan nenek cerewet. Kala Mieke kangen pada sosok Adit anaknya, dan membantu cucu tercintanya, Juna, mewujudkan kesuksesan grup band yang diimpi-impikannya. Bumbu cerita terjadi saat Mieke menghadapi rasa cinta dari tiga orang: Juna, Alan -seorang manajer dan produser televisi- serta Hamzah -teman dansa yang urung menikahinya di masa muda.

Film berakhir happy kala Mieke kembali tua, karena ia memutuskan mendonorkan darah pada cucunya yang kecelakaan. Dengan darah diambil dari tubuhnya, kerutannya kembali nampak, ia menua dan menjelma jadi Fatmawati 70 tahun.

Dengan gaya kocak, film ini menyimpan banyak pesan: hormatilah orang tuamu, raihlah citamu tanpa menyerah, serta pengorbanan keluarga dan cinta pertama nan tak lekang.

Dari sisi orisinalitas cerita, Starvision memang tak murni mendapatkan idenya. Film ini hasil kerjasama dengan CJ Entertainment Korea, yang tiga tahun sebelumnya terlebih dahulu mementaskan ‘Miss Granny’, dengan basis cerita lebih kurang sama.

Moral storynya: ketika muda, mari kita nikmati dan kejar semua obsesi. Tapi, saat jadi tua, mari kita buat tetap ceria dan tak merepotkan orang lain. Sebaliknya, sebagai yang muda, respeklah terhadap yang tua, dan jangan perlakukan mereka bak habis manis sepah dibuang.

Seperti ditayangkan di http://tz.ucweb.com/2_3kDTt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *