Paskah, Loyalitas, dan Makna Toleransi

Selamat Paskah bagi teman-teman Kristiani yang merayakannya.

Paskah mengajarkan kita tentang banyak hal.

Yang pertama tentang loyalitas. Kesetiaan.

Paskah berbicara banyak tentang kesetiaan. Bagaimana pada satu pekan berbeda saja, massa (crowd alias orang banyak) bisa berbalik pandangan, karena tekanan orang banyak lainnya.

Pada hari Minggu Palem, sepekan sebelum Paskah, rakyat Yerusalem mengayunkan daun Palem, menyambut hadirnya Yesus naik keledai, yang diharapkan datang sebagai sang raja pembebasan.

Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”

Namun, tak sampai sepekan kemudian, orang-orang yang sebagian besar sama, berteriak-teriak memilih Yesus untuk disalibkan, daripada Barnabas, kriminal kelas kakap Israel. “Salibkan, dia! Salibkan dia!” seru sang rakyat.

Paskah, juga mengajarkan bagaimana Yudas Iskariot memilih menjadi pengkhianat, menukarkan Yesus demi 30 keping uang perak, sebagai petunjuk bagi prajurit Romawi untuk menangkap Yesus. Ia pun tampak serba salah tingkah saat Yesus menyatakan akan ada muridNya bakal berkhianat.

Paskah juga berbicara kita soal toleransi. Entah saya berlebihan atau tidak, tapi begitu bergembira saat hari ini masuk ucapan Selamat Paskah dari berbagai latar belakang kawan. Bahkan, Presiden Jokowi dan beberapa pejabat negara pun mengucapkannya.

Paskah mengajarkan kita untuk bangkit dalam toleransi. Mensyukuri indahnya kebersamaan dalam perbedaan!

Selamat Paskah, Salam Damai, Berkah Dalem…

Seperti ditayangkan di http://tz.ucweb.com/4_2qLPq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *