Melayat Besan, Wujud Presiden sebagai Manusia

Saya jelaskan, Presiden Jokowi punya besan -sambil menerangkan apa itu makna besan, kemarin meninggal dunia. Presiden Jokowi juga manusia, punya keluarga, punya etika, dan punya unggah-ungguh, terutama dalam suasana duka.

Selasa, 3 April kemarin, agenda resmi Presiden Jokowi ada dua Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet. Pada pukul 14.00 WIB digelar Ratas terkait Penataan Administrasi Kependudukan Pasca-putusan Mahkamah Konstitusi dan 15.00 terjadwal Ratas terkait Rancangan Undang-Undang tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Paginya, Presiden Jokowi melakukan berbagai kegiatan yang awalnya tak dipublikasikan, yakni menerima Guruh Soekarnoputra untuk membicarakan pembangunan Persada Soekarno, menerima perwira menengah TNI-Polri yang baru mendapat kenaikan pangkat dan juga menerima puluhan ulama dari Jawa Barat.

Namun, pagi harinya, Presiden Jokowi mendapat kabar dari anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, bahwa mertua Gibran atau besan Jokowi meninggal dunia. Ignatius Didit Supriyadi meninggal dunia setelah sekitar sebulan dirawat di R.S Dr. Moewardi Surakarta karena sakit yang dideritanya. Pada long weekend Paskah kemarin, Presiden Jokowi sempat menengok di RS, sembari menghabiskan waktu liburnya di kampung halaman.

Maka, begitu mendapat kabar sang besan berpulang, agenda dua Rapat Terbatas dibatalkan kemarin. Petang hari, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana sudah ada di rumah duka dan kembali ke Jakarta malam harinya.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Fransiska Sri Partini, dan dua putri Dita Andini serta Selvi Ananda. Selvi adalah istri dari putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming. Hingga akhir hayatnya almarhum mendapat karunia dua cucu, Saafia Aznii Purbowo dan Jan Ethes Srinarendra.

Mewakili keluarga almarhum, Gibran Rakabuming menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan simpati yang telah diberikan oleh sejumlah pihak selama almarhum dirawat hingga menghadap Yang Maha Kuasa.

“Dengan penuh kerendahan hati, kami mohon kiranya dibukakan pintu maaf atas segala kesalahan yang dilakukan almarhum selama beliau bersama kita. Mohon didoakan semoga almarhum mendapat tempat yang baik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” tuturnya.

Itulah Presiden Jokowi. Di tengah kesibukannya juga manusia biasa. Punya keluarga. Punya rasa manusiawi. Maka, segala urusan dinas pun harus ditinggalkan saat berhadapan dengan sesuatu yang tak fana: melepas salah seorang tercinta yang kembali kepada Sang Kuasa.

seperti ditayangkan di http://tz.ucweb.com/4_2FxhH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *