TIR Andreas Rendy Irawan: Pentingnya Sebuah Perencanaan

Liputan  Andreas Rendy Irawan dari match turnamen sepak bola Piala AFF 2018 antara Indonesia vs Timor Leste sebagai tugas akhir mata kuliah Teknik Interview dan Reportase Universitas Multimedia Nusantara 2018/2019 cukup percaya diri.

Di sini Rendy mengedepankan pentingnya makna perencanaan. Sebagaimana ada ungkapan dari Benjamin Franklin, “If you fail to plan, you are planning to fail!” Jika kita gagal dalam perencanaan, itu sama saja dengan merencanakan kegagalan.

Catatan kecil dari project Rendy ini yakni seharusnya ia bisa lebih percaya diri lagi. Misalnya dengan menampilkan wajahnya in frame saat mewawancarai narasumber.

Rendy berkisah, pada 13 November 2018, ia dan beberapa teman meliput pertandingan antara Tim Nasional Indonesia melawan Tim Nasional Timor Leste, pada gelaran AFF 2018.

“Sebelum melakukan liputan, saya membuat perencanaan terlebih dahulu meliputi bentuk liputan apa yang akan saya buat, stok shot apa saja yang akan saya ambil, dan poin-poin penting apa saya yang akan saya sampaikan saya live on cam,” ungkapnya.

Setelah itu, Rendy memutuskan untuk mengemas berita dengan model live on tape. Kemasanberita yang akan saya buat ialah, live on tape dimana diawal akan dibuka dengan footage dan VO kemudian dilanjutkan dengan live dan ditutup dengan wawancara narasumber.

Sesampainya di lokasi kami menunggu cukup lama di kawasan Gelora Bung Karno. Setelah suasana di GBK cukup ramai, ia mencoba untuk mengambil footage sesuai dengan apa yang sudah dicatat sebelumnya, walaupun ada beberapa hal yang tidak ada di catatan, saya tetap mengambil. Setelah mengambil gambar, Rendy mencoba mewawancarai suporter yang ada. Sesudah mewawancarai dua suporter, ia pun mempersiapkan diri untuk live.

“Saya melakukan live dalam satu kali take, tidak ada kesulitan berarti.  mungkin karena saya sudah mempersiapkan poin-poin apa saja yang akan saya sampaikan sehingga saat memulai live, saya hanya tinggal mengembangkan poin poin yang sudah saya buat,” jelasnya.

Setelah selesai menyelesaikan liputan dan mengambil footage, ia dan beberapa teman memutuskan untuk pulang. Sedangkan beberapa teman lainnya menonton pertandingan.

“Kendala yang saya alami selama liputan, adalah saat harus mewawancarai suporter/narasumber. Beberapa narasumber menolak untuk diwawancarai. Solusi yang saya lakukan hanya satu, jika ditolak, coba mencari narasumber lain. Lalu gunakan bahasa yang sopan dan tidak terkesan memaksa,” terangnya.

Rendy merasa senang melakukan liputan di Stadion Gelora Bung Karno, karena atmosfir pertandingan dan ramainya suporter yang belum pernah dilihat sebelumnya.

“Ini pengalaman berharga di mana saya bisa merasakan dan berlatih untuk melakukan live report di keramaian. Liputan kali ini pastinya menambah pengalaman saya untuk dapat lebih percaya diri saat melakukan wawnacara dan live report,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *