Menikmati dan Mencermati Laga Tentara vs Polisi

Sepuluh tahun silam, kita mungkin tak pernah bayangkan akan ada laga sepakbola antara tentara melawan polisi di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Ya, Liga 1, kompetisi paling atas di Indonesia, bukan PSAD vs POPS (kini menjadi PS Polda Jatim) di kompetisi internal Persebaya.

Ya, derby antar kesatuan, Bhayangkara FC versus PS Tira (Tentara Indonesia dan Rakyat) Persikabo tersaji di Liga 1 musim ini. Julukannya keren: ‘The Guardian’ melawan ‘The Army’.

Terlepas dari bagaimana awal pendirian dua klub ini –yang satu hasil jelmaan Persebaya abal-abal dan satunya mengakuisisi Persiram Raja Ampat Papua yang kehabisan nafas, dua klub ini menjadi yang cukup sehat secara finansial.

Sekali lagi, terlepas dari bagaimana caranya, hehehehe….

Di kala tim lain susah dapat sponsor, sulit mendapat pemasukan dari tiket penonton, mereka tak pusing soal itu. Komposisi tim terjaga. Pelatih berkelas ada. Dan belum ada kabar gaji tersendat.

O ya, kompetisi harus berjalan. Jadi, kalau Stadion Perguruan Tinggil Ilmu Kepolisian Kebayoran Baru tak bisa dipakai karena lagi renovasi, sementara Stadion Patriot Bekasi baru saja dibuat laga Persija, maka untuk kali pertama dalam sejarah, Bhayangkara memilih Stadion Madya Senayan –yang biasa dipakai Lalu Zohri dan kawan-kawan latihan lari- sebagai kandang menjamu korps saudaranya.

Jadi, kita nikmati saja dua tim yang sementara ini ada di ‘papan atas’, bercokol di peringkat ketiga dan keempat klasemen dari 18 klub peserta Liga 1. Bahkan, tim asuhan coach RD belum mencatat kekalahan dari 6 laga perdana.

Sayup-sayup, terdengar chant mirip mars tentara sedang lari keliling barak…

“Yo ayo Persikabo…
Tak-luk-kan-lah lawanmu…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *