Si Jalak Harupat, Bukti Nyata Tatar Sunda nan Hebat

Si Jalak Harupat Stadium, berlokasi di Soreang, Kabupaten Bandung. Nama Si Jalak Harupat (SJH) diambil dari julukan salah seorang pahlawan nasional asal Bojongsoang, Bandung yakni ‘Otista’ alias Otto Iskandardinata.

SJH berdiri 15 tahun silam. Di tengah permukiman dan persawahan nan sejuk. Ingat kan apa kata Martinus Antonius Weselinus Brouwer, psikolog dan budayawan kelahiran Delf, Belanda, dalam bukunya ‘Psikologi Fenomenologis’.

Brouwer, seorang yang sangat mencintai Indonesia tapi permohonannya menjadi WNI tak pernah terkabul sampai akhir hayat itu menulis, “Bumi Pasundan lahir saat Tuhan sedang tersenyum”.

Bener, Meneer. Tatar Sunda dan Jalak Harupat sedang tersenyum menyambut kami yang datang terlampau cepat. Start dari Senayan pukul 06.30, eh jam 9 pagi sudah ada di depan SJH. Lancar sekali tol Jakarta – Cikampek Elevated – Cipularang – Padaleunyi – Pasir Koja – Soreang.

Ngopi dan nyoto dulu dekat stadion berkapasitas 27 ribu orang yang dibangun dengan biaya Rp 67 miliar. Nilai itu relatif kecil, bandingkan dengan biaya pembangunan Gelora Bandung Lautan Api Gedebage (Rp 500 miliar), Pakansari Cibinong, (Rp 800 miliar), atau Batakan Baiikpapan (Rp 1,2 triliun). Saya sudah pernah datang ke semua stadion itu. SJH tak kalah mentereng.

Rumput mulus Zoyzia Matella Lin Mer di SJH tak hanya jadi kandang Persib Bandung di kompetisi domestik. SJH pun pernah menerima tamu-tamu internasional. Misalnya, saat ‘Maung Bandung’ berlaga di level Asia menjamu Hanoi T&T Vietnam, New Radiant dari Maladewa, Ayeyawady United Myanmar, Lao Toyota dari Vientiane Laos, serta Kitchee FC Hong Kong. Bahkan, bintang Tottenham Hotspur, Son Heung-min pernah merasakan rumput kece berstandar FIFA di SJH saat Korsel kalah 1-2 dari Malaysia di kualifikasi grup Asian Games 2018.

Pagi itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, mengecek stadion dan lapangan terpilih se-‘Bandung Raya’ (Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Sumedang). Ini bagian persiapan Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan. Ada 10 atau 11 kota diinspeksi, tapi nantinya hanya enam ‘host cities’ yang akan dipilih. Bandung jadi yang pertama dalam rangkaian inspeksi ini.

Tak tanggung-tanggung, kunjungan sehari Iriawan di Kota Kembang melihat total sembilan lapangan. Dimulai dari Soreang, kami dapat dua: Stadion Utama Si Jalak Harupat dan lapangan luar di sisi utara stadion yang sangat layak dipersiapkan sebagai ‘training field’ tim-tim peserta Pildun.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas persiapan penyelenggaraan Piala Dunia U-20, kita membutuhkan persiapan yang matang agar semua aspek, sampai hal-hal yang detail terpenuhi,” ungkap Iriawan, didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Sumantri dan Sekjen Ratu Tisha Destria.

Jenderal bintang tiga yang akrab disapa ‘Iwan Bule’ itu menegaskan, Piala Dunia U-20 tahun 2021 akan menjadi tonggak sejarah penting bagi negara ini.

Piala Dunia U-20 tahun 2021 tak hanya memotivasi anak-anak bangsa untuk mengejar mimpinya di sepak bola, tapi juga menjadi salah satu turnamen sepak bola terakbar yang pernah digelar di Indonesia.

86, Monitor, Jenderal! Salam PSSI Jaya, Timnas Indonesia Hebat dari Si Jalak Harupat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *