Pelajaran Penuh Makna dari Pak Agung di Marunda

Kisah Pak Agung Wahyu di Marunda memberikan kita sebuah pelajaran penuh makna. Dalam sebuah perbincangan live medsos PLN yang juga ‘dihadiri’ Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan, Agung mencolek Pak Yonan, sapaan akrab pria asal Surabaya yang dua kali menjabat menteri di era Jokowi-JK itu.

“Mumpung ada Pak Jonan, nih. Saya sudah mengeluh ke PLN 123, terkait tagihan listrik di rumah kontrakan saya dengan daya 900 VA,” kata Agung.

Ia menguraikan, tagihan listrik bulan Maret sekitar Rp 190 ribu, bulan April Rp 90-ribuan, tapi mengapa pada Mei mencapai Rp 990 ribu?

“Ini di luar logika. Masak pemakaian listrik di masa Covid-19 bisa mencapai 10 kali lipat. Kalau cuma naik jadi Rp 300 ribuan saya masih bisa terima,” jelasnya.

Tak lama setelah memaparkan kisahnya, tim PLN bergerak cepat. Petugas lapangan UP III Marunda datang, meneliti dan menelaah serta memberikan penjelasan kepada konsumen.

Setelah dicek, petugas memastikan bahwa tagihan listrik Mei -untuk pemakaian April- sesuai dengan yang tercatat sistem dan lapangan.

Tagihan Januari 2020 tercatat sebesar 56 kwh, sementara tagihan Februari 2020 menyusut hanya 12 kwh. Adapun pada Maret, saat mulai kebijakan Work from Home (WfH) pemakaian listrik Agung melonjak menjadi 135 kwh.

Tagihan April turun kembali menjadi 67 kwh, namun puncaknya pada Mei mencapai 716 kwh. Petugas menjelaskan bahwa kenaikan tagihan listrik pelanggan karena peningkatan konsumsi listrik yang signifikan, melebihi rata-rata konsumsi listrik tiga bulan sebelumnya.

Dengan disaksikan pelanggan, petugas melakukan pengujian beban. Didapati bahwa penggunaan listrik rata-rata sekitar 13-15 kwh setiap harinya atau fluktuatif sekitar 400 jam pada satu bulan itu.

Dijelaskan juga, kondisi meter pelanggan dalam kondisi baik dan pembacaan meter juga benar. Lonjakan ini sama dengan rata-rata permasalahan pelanggan PLN, bahwa penggunaan listrik pelanggan memang naik signifikan di masa WfH. Pelanggan sempat kaget, apalagi sempat ada pemberitaan negatif di me

Akhirnya, Agung paham, sadar dan bersedia membayar tagihannya. Ia sangat puas dengan penjelasan serta reaksi cepat PLN, apalagi Agung juga mendapatkan tips pengendalian pemakaian listrik secara bijak dan produktif, serta bagaimana membaca KwH meter secara mandiri.

“Terimakasih PLN telah menindaklanjuti keluhan saya. Sekarang saya jadi memahami mengapa lonjakan ini terjadi. Untuk yang tidak paham mungkin belum bisa menerima, tapi saya sekarang bisa memahami. Ke depan mungkin saya akan pindah ke listrik pra bayar,” kata Agung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *