Intrik dan Inspirasi di balik Facebook

Adegan Mark Zuckerberg menghadiri rapat bisnis penting dengan investor yang siap menyuntikkan dana untuk Facebook.

Kini, nyaris tidak ada orang berpendidikan yang tidak memiliki akun facebook, karena facebook dianggap sebagai tanda “eksistensi diri”. Tapi bagaimana sebenarnya ide kreatif di balik inovasi jejaring sosial terpopuler di dunia ini? Film “The Social Network” yang diputar pekan depan akan menjadi jawabnya.

Continue reading “Intrik dan Inspirasi di balik Facebook”

Film yang menyadarkan pentingnya arti keluarga…

Life as we know it. Betapa anak menjadi pemersatu keluarga.

”Life as we know it”, Ini sebuah film komedi romantis, yang pekan ini mulai ditayangkan di seluruh bioskop diseluruh Indonesia. Saya menyaksikan film ini –”untuk singkatnya kita sebut saja ”Life”- dalam premier khusus wartawan, di Djakarta Teater.

Disutradarai Greg Berlanti, ”Life” mengisahkan Holly Berenson yang diperankan Katherine Heigl dan Eric Messer dimainkan oleh Josh Duhamel. Holly seorang pengusaha kedai roti, sementara Eric menjadi produser siaran olahraga basket di Amerika.

Continue reading “Film yang menyadarkan pentingnya arti keluarga…”

Hope: Harapan untuk Indonesia

Pandji, salah seorang penutur dalam "Hope"

Ini film dokumentar keempat yang dibuat sutradara muda Andibachtiar Yusuf dalam bendera Bogalakon Pictures. Sebelumnya Ucup –begitu sapaan penggila bola yang lulusan jurnalistik Universitas Padjajaran ini akrab disapa- telah melahirkan The Jak (2007), The Conductors (2008) dan Romeo Juliet (2009). Rencananya, Hope akan diputar perdana pada Jakarta Internasional Film Festival (JIFFEST) Desember mendatang.

“Indonesia akan begini-begini aja kalo loe cuma bisa protes,” kalimat dari Pandji Pragiwaksono, presenter yang juga dikenal sebagai penyanyi hip-hop itu seperti menjadi kata kunci film berdurasi 76 menit ini.

Continue reading “Hope: Harapan untuk Indonesia”

Kebangkitan semu film Indonesia?

Terhitung Januari hingga Juni ini hanya ada 2 film lokal yang jumlah penontonnya menembus angka 500 ribu.

Pocong Keliling, genrenya campuran: horor, komedi dan seks.

Minggu ini saya kembali mendapat undangan menyaksikan premiere alias pemutaran perdana film Indonesia. Memang, saat ini gairah dunia layar perak sedang tinggi-tingginya, rata-rata dalam sepekan diluncurkan dua judul film baru. Pekan lalu misalnya, saya menghadiri dua konferensi pers dan premeire film 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta serta Obama Anak Menteng. Pekan ini, saya hadir dalam peluncuran film Pocong Keliling –disingkat Poling, garapan Maxima Pictures yang peluncurannya digelar di FX, Senayan Jakarta. Adapun satu film lain yang rilis minggu ini yakni Istri Bo’ongan produksi Kanta Indah Film. Tapi, apakah banyaknya produksi film baru ini sudah menunjukkan bahwa film Indonesia telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri?

Poling berkisah tentang kepanikan sebuah kompleks perumahan di tengah kampung akibat isu munculnya pocong yang tiap malam mengetuk pintu dari rumah ke rumah. Hal ini menimbulkan masalah pada berbagai pihak, seperti pengembang yang jengkel rumahnya tak laku-laku, dan kacaunya jadwal selingkuh dua tetangga. Ada juga pasangan baru di kompleks yang terus menerus gagal menikmati malam pertama karena takut didatangi pocong. Saat itulah sepasang reporter televisi dan juru kamera berjuang meliput berita dan mendapatkan gambar pocong secara live, karena itu satu-satunya cara agar mereka berdua tidak dipecat.

Continue reading “Kebangkitan semu film Indonesia?”

Bedah Film: Menguak masa kecil mister presiden

Mulai Kamis, 1 Juli, bertambah satu lagi film berkualitas karya anak negeri diputar di gedung bioskop kota besar Indonesia. Obama Anak Menteng (Little Obama),itulah judul film berdurasi 90 menit untuk mengenalkan kepada dunia tentang masa kecil Barrack Obama, presiden ke-44 Amerika Serikat yang sempat menghabiskan masa-masa awal sekolah dasarnya di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Pusat.

“Dua kata kunci dari film ini adalah memaafkan dan toleransi. KebijakanBarrack Obama di masa dewasa dipengaruhi kehidupan masa kecilnya di Indonesia,” kata John de Rantau.

with little obama
Hasan Faruq Ali, pemeran Barry alias Obama kecil, "Saya berharap, ini bukan film pertama sekaligus terakhir saya."

Film produksi Multivision Pictures ini disutradarai John de Rantau dan menampilkan bintang-bintang yang kebanyakan debutan, seperti Hasan Faruq Ali (berperan sebagai Barry Obama kecil, putra warganegara AS yang lama tinggal di Cinere, ibunya termasuk anggota grup musik “Debu”), Cara Lachelle (sebagai Ann Dunham, Ibu Obama), dan Eko Noah (sebagai Lolo Soetoro, ayah tiri Obama). Hanya ada nama Teungku Zacky yang tak asing di dunia acting, berperan sebagai Turdi, seorang transgender yang bertugas menjadi salah satu pengasuh Obama kecil.

Continue reading “Bedah Film: Menguak masa kecil mister presiden”