Mencintai Garuda dengan sederhana

Banner pengobar semangat. Mungkin memang belum saatnya.

Apakah Anda termasuk orang yang mencintai isteri Anda, anak Anda, klub kesayangan Anda, artis pujaan Anda, organisasi Anda, atau obyek-obyek lainnya, hanya saat berada dalam kondisi menyenangkan saja? Lalu, apa yang terjadi ketika sayur yang dimasak isteri Anda ternyata kurang asin, ketika nilai raport anak Anda lebih banyak merahnya, ketika klub kegemaran Anda terperosok dalam prestasi buruk, ketika selebritas idola Anda masuk penjara, atau saat organisasi Anda terjerat konflik menyesakkan…

Continue reading “Mencintai Garuda dengan sederhana”

Selangkah lagi, Indonesia!

Presiden SBY saat mendukung timnas Indonesia melawan Filipina di Semifinal Piala AFF. Photo by Situs resmi kepresidenan.

Tinggal selangkah lagi tim nasional Indonesia akan mencatat sejarah sebagai Juara Piala AFF, sebuah prestasi yang belum pernah diraih sejak turnamen sepakbola antar negara Asia Tenggara ini digelar pada 1996 lalu.

Dalam partai semifinal kedua, Minggu (19/12) tadi malam, Firman Utina dan kawan-kawan kembali mengakhiri perlawanan Filipina 1-0 lewat gol tunggal Cristian Gonzales. Sebelumnya, pemain naturalisasi asal Uruguay ini jugalah yang mencetak kemenangan dengan skor serupa saat semifinal pertama yang juga digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (16/12) lalu.

Continue reading “Selangkah lagi, Indonesia!”

Katedral GBK kembali bersuka

Sudah lama jemaah Gelora Bung Karno tak pulang dengan muka gembira.

Sepakbola adalah pesta keluarga. Layaknya ke tempat ibadah bersama tanpa ketakutan.

Telah lama saya tak menyaksikan wajah-wajah sukacita keluar dari Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Beberapa tahun terakhir, pencinta sepakbola Indonesia kerap pulang dengan caci-maki dan gerutuan kesal. Usai keok dari Korea 0-1 di Piala Asia 2007, saya menyaksikan keributan antar pendukung tim Garuda di luar pelataran Senayan Trade Centre. Tentu, situasi emosional dan gampang naik darah usai nonton bola tak bisa lepas dari hasil buruk tim kesayangan di lapangan.

Continue reading “Katedral GBK kembali bersuka”

#Football Evangelist: Kafe Persib yang numpang Persib

Kecele. Tak ada kesan lain mewakili kata itu.

Menu andalan kafe Persib. Sop buntut Maung Bandung.

Hampir lima bulan tak menyambangi Bandung, malam ini saya berpikir keras tatkala menghabiskan malam di kota yang bulan lalu berhari jadi ke-200 ini. Inilah Parijs van Java, wilayah tetirah warga ibukota yang identik dengan perempuan manis, pusat mode, pepohonan, bandrek, dan warna biru ini. Apalagi ya yang similar dengan kota bertinggi 768 meter di atas permukaan laut dan dihuni 2,3 juta jiwa ini?

Continue reading “#Football Evangelist: Kafe Persib yang numpang Persib”

#Football Evangelist: Merindukan sepakbola tanpa kebencian

Sektor paling crowded, Jakmania paling semangat.

Hari ini kutinggalkan pekerjaan

siap-siap buat nonton pertandingan

orang bilang aku sudah kesurupan

demi Persija apapun kulakukan,

Persija Jakarta… o..o.. o..

Sudah lama saya tidak menikmati pertandingan sepakbola langsung di stadion, duduk di kursi penonton, bukan di tribun wartawan seperti yang selama ini saya nikmati. Sensasi duduk di bangku penonton memang berbeda, sampai-sampai seorang kawan virtual, Pangeran Siahaan berujar, “Menonton sepakbola dari bangku media itu sama seperti nonton bokep tanpa boleh bermasturbasi dan tak boleh bersuara.”

Continue reading “#Football Evangelist: Merindukan sepakbola tanpa kebencian”