Indonesia Tanpa One

Sebuah pengalaman kecut nan traumatik saya alami akhir pekan lalu: nyaris ditelanjangi di di kawasan tempat saya tinggal!

 Sabtu, 18 November 2006, pukul 21.00 WIB, saat berjalan kaki kembali masuk ke dalam gang menuju rumah, setelah mengantarkan seorang sahabat mencari taksi, seorang pemuda memepetku ke tembok gang.“Hei, kamu tinggal di mana-mana?” ia bertanya.

Continue reading “Indonesia Tanpa One”

Fokuslah pada Angle yang Spesifik dan ‘Out of The Box’

Dalam paket berita ini, ‘jualan’ mereka tampak pada bagian akhir tayangan. Sayang, seharusnya masalah ‘tantangan kendala bahasa’ dalam kepelatihan coach Luis Milla justru bisa dieksplorasi dari sebuah angle yang dikupas sejak detik-detik awal.

Fairuz Syifa, Erviana Bastian, Frindy Ingkiriwang, Shafira Hestiandari dan Wulan Tasiam bahu-membahu mengerjakan project Ujian Tengah Semester kelas Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara dalam program yang mereka namakan Jurnal Sport ‘APA TV’.

Continue reading “Fokuslah pada Angle yang Spesifik dan ‘Out of The Box’”

Personalisasi Penonton Timnas, dari Topik Besar pada Human Sample

Sebuah paket jurnalisme televisi memang baiknya fokus mengambil satu contoh figure sebagai personalisasi atau human sample. Liputan timnas dengan angle ‘penonton niat’ ini misalnya.

Mereka datang ke lapangan latihan timnas di Sekolah Pelita Harapan Karawaci tentu dengan berbagai mozaik alias puzzle ide yang bisa dikembangkan. Namun, Aleksandra Ekhe, Tesalonika Dara, David Yezreel, Misha Alya, dan Stefanus Putra mengambil angle spesifik untuk karya Ujian Tengah Semester kelompok mereka di mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara ini.

Continue reading “Personalisasi Penonton Timnas, dari Topik Besar pada Human Sample”

Sisi Khas, Angle Sepatu Pemain Timnas

Angle yang diambil sangat khas, sepatu sebagai aksesoris penting pemain tim nasional sepakbola Indonesia. Perlu lebih luwes sebagai reporter on-cam.

Sudut pandang yang diambil kelompok Stefani Sandika, Septiandi Rusli, Verren Wijaya, dan Deddy Darmanto beda dengan yang lain. Dalam durasi tiga menit, mereka menggarap paket untuk Ujian Tengah Semester Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara dengan angle khas, ‘Seperti apa para pemain timnas menggunakan dan memilih sepatu bola?’

Continue reading “Sisi Khas, Angle Sepatu Pemain Timnas”

PTC Reporter dan Narator sebagai Kekuatan Paket Berita

Pesan untuk kelompok ini, banyaklah latihan untuk menjadi reporter on-cam dan pembaca narasi paket berita (dubber/pengisi VO paket). Pengisi suara paket tidak harus orang yang sama dengan stand-uppernya.

Eki Bayu, Bariq Iqbal, Emanuel Yose, Leo Agung, dan Reynaldo Casenda dari kelas Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara meliput latihan Tim Nasional U-22 sebagai prasyarat tugas Ujian Tengah Semester.

Continue reading “PTC Reporter dan Narator sebagai Kekuatan Paket Berita”

Jadi Wartawan Harus Muka Tembok

Sebagai jurnalis pemula dari mahasiswa semester awal, mahasiswa ini sempat dipandang remeh oleh para jurnalis profesional saat meliput latihan timnas di Karawaci. Pertanyaan mereka dinilai kurang bermutu. Tapi, sebagai reporter, ejekan atau cemooh bukan alasan yang tepat menghalangi langkah maju.

Garapan Nathania Kinanti, Silvia Veronika, Pricilia Indah, Cindy Cornelia, Sarah Elizabet, Utari Rahadi, dalam pemenuhan Ujian Tengah Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara ini menyajikan karya tak kalah istimewa dibandingkan kelompok lainnya.

Continue reading “Jadi Wartawan Harus Muka Tembok”

Gambar Kabur TV Ubur-Ubur

Ini Piece to Camera (PTC) paling keren dari kerjaan para mahasiswa. Narasinya tertata, suaranya mantap, dan percaya diri hostnya tinggi. Sayang, kok visual kabur? Salah kameranya, editornya, atau youtubenya? Hehehehe…

Dari berbagai paket video mahasiswa Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara ini, in frame Amanda Puspa paling keren. Bersama Stephanie Florentia, Eveline Marieta, Nabilatul Aulia, dan Yashinta Mulya, lima perempuan ini fokus pada sosok Luis Milla. Lead narasi on-cam nya pun ‘nendang banget’. Simaklah..

Continue reading “Gambar Kabur TV Ubur-Ubur”

Angle Khusus Membedah Lapangan Pelita Harapan

Setiap liputan berita sebagai karya jurnalitik sebaiknya fokus pada angle atau sudut pandang tertentu. Kelompok ini tegas mengeksplorasi pertanyan, “Mengapa timnas Indonesia memilih menggunakan lapangan SPH Karawaci sebagai tempat latihan?”

Ryan Irfan, Grace Kartika, Michael Nathaniel, Jayanti, dan Ngakan Putu Dillon fokus pada angle keunggulan lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH) Karawaci sebagai pusat penggodokan anak asuhan Luis Milla. Liputan ini diperuntukkan sebagai prasyarat Ujian Tengah Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara.

Continue reading “Angle Khusus Membedah Lapangan Pelita Harapan”

Angle Fokus, Liputan pun Jadi Terarah

Dengan pilihan sudut pandang (angle) yang jelas, maka liputan bisa terfokus pada tema yang spesifik.

Sebagaimana kelompok lain, Gilang Fajar, Robin Boy, Ridi Khan dan Laura Felicia meliput latihan timnas Indonesia di lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci, sebagai bagian dari Ujian Tengah Semester mata kuliah Jurnalistik TV Universitas Multimedia Nusantara. Yang salut dari tim ini, eksekusi dan pasca produksi dilakukan dengan angle terkonsep matang.

Continue reading “Angle Fokus, Liputan pun Jadi Terarah”