Juara ASEAN Para Sea Games, Atlet Difabel Angkat Harkat Bangsa

Belum satu bulan caci-maki tertuju atas ‘prestasi’ Indonesia di Sea Games ke-29 Malaysia yang berakhir akhir Agustus lalu. Torehan yang dianggap sejarah terkelam Indonesia mengikuti Sea Games sejak 1977. Menempati peringkat kelima di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura, tim merah putih hanya membawa pulang 38 medali emas, 63 perak, dan 90 keping perunggu.

Continue reading “Juara ASEAN Para Sea Games, Atlet Difabel Angkat Harkat Bangsa”

Saatnya, Desakralisasi Isu PKI

Menarik mencermati Opini.Id membuat tayangan video pendek yang mencoba mendesakralisasi isu mengenai Partai Komunis Indonesia. Di tengah pro kontra antara ajakan Panglima TNI Gatot Nurmantyo nonton bareng film G 30 S/PKI, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang men-‘sah-sah’ kan saja rencana nobar gede-gedean serta pendapat Presiden Jokowi agar dibuat film baru dengan kemasan khusus untuk generasi milenial, Opini membuat video nan segar.

Continue reading “Saatnya, Desakralisasi Isu PKI”

Jambore Domba dan Kambing, Biar Gak Stres Urus Politik

Bisa jadi agar tak terus dicekoki berita politik yang terus bikin sakit perut. Saatnya, beralih yang ringan-ringan saja. Setelah sukses dengan kontes kambing dan domba Agustus tahun lalu di Istana Bogor, akhir pekan ini Kantor Staf Presiden, Kementerian Pertanian serta Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) menggelar ‘Jambore Peternakan Nasional 2017’ di Bumi Perkemahan dan Taman Wisata Cibubur, Jum’at-Minggu, 22-24 September 2017.

Continue reading “Jambore Domba dan Kambing, Biar Gak Stres Urus Politik”

Iriana dan Kode Rambut Acak-acakan Jokowi

Sudah hampir sepekan berlalu, tapi video viral terkait perhatian Ibu Negara Iriana Jokowi kepada Presiden Joko Widodo masih terus jadi pembicaraan. CNN Indonesia TV bahkan membuat paket berita humanis berjudul ‘Kode Cinta Ibu Negara’. Sementara Detikcom membuat video singkat ‘Detik Flash’ terkait berantakannya rambut presiden ketujuh ini.

Continue reading “Iriana dan Kode Rambut Acak-acakan Jokowi”

Busway, Jokowi dan Pemecah Kebuntuan

Sejak Busway Transjakarta kali pertama dioperasikan Gubernur DKI Sutiyoso pada 15 Januari 2004, sudah tergambarkan akan adanya Koridor XIII yang melayani rute Blok M hingga Ciledug.

Namun, koridor itu sulit sekali diwujudkan. Gubernur berikutnya, Fauzi Bowo, beralasan –dengan tingkat traffic amat tinggi dan sempitnya ruas jalan – koridor itu tak mungkin hadir tanpa membangun jalan layang. Membangun jalan layang menimbulkan resiko baru: macet besar dan dipisuh-pisuhin warga.

Continue reading “Busway, Jokowi dan Pemecah Kebuntuan”