Layaknya Luar Negeri

Sebastian Hugo, namanya. Tinggal di Serpong. Semalam berjumpa di lorong menuju Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan. Ia bermain biola, menghibur dan mencari sekadar recehan dari penumpang Kereta Rel Listrik.

Teringat dua pengamen lain, dengan dua instrumen musik berbeda. Seorang ibu tua bermain keyboard di terowongan bawah tanah Stasiun Park Kultury di Moskow. Dan seorang anak muda membunyikan saxophone di Maroochydore, Australia. Continue reading “Layaknya Luar Negeri”

Komunikasi, Itulah Pembeda Kualitas Kita

Pagi ini, saya memilih menuju Jakarta menggunakan moda transportasi Trans Jakarta (TJ) dari Halte Puri Beta Ciledug, Tangerang menuju Halte Latuharhari, Jakarta Pusat.

Di tengah kepadatan pengguna TJ di pagi hari, ada pembeda yang membuat senyum tersungging di antara para penumpang. Ini tak lain karena diferensiasi sang kenek. Tak hanya begitu ramah, tapi juga ‘ceriwis’, aktif berkomunikasi. Continue reading “Komunikasi, Itulah Pembeda Kualitas Kita”

Sekolah Intel

Dalam 42 tahun lewat beberapa hari ini, sudah beberapa profesi pernah terjalani: jurnalis, public relations officer, ASN, aktivis NGO, sampai relawan pendidikan anak.

Jika diizinkan, sebenarnya ada beberapa atribusi lain pengen disandang, misalnya jadi manajer klub sepak bola atau buka warung makan.

Tapi, ada satu karakter profesi khusus yang sangat ingin terobsesi diselami: INTEL. Continue reading “Sekolah Intel”