Sumut Paten dan Pemimpin Berjiwa Driver

Everything happens for a reason. Bukan kebetulan tampaknya, perjalanan saya ke Sumatera Utara kali ini sembari menggenggam Buku ‘Self Driving, Menjadi Driver atau Paseenger’ karya pakar komunikasi pemasaran, Rhenald Kasali.

Buku ini menegaskan perbedaan antara ‘driver mentality’ dan ‘passenger mentality’. Beberapa perbedaan disebutkan: Passenger hanya menumpang, tidak harus tahu arah jalan, boleh mengantuk boleh tertidur, tidak perlu merawat kendaraan, dan berada pada sebuah pilihan yang bebas dari bahaya. Continue reading “Sumut Paten dan Pemimpin Berjiwa Driver”

Membangunkan Danau Toba sebagai Berkat bagi Sumatera Utara

Lama tak mampir ke Sumatera Utara, malam ini saya mengetik tulisan yang tengah anda baca dari salah satu ujung Danau Toba. Dari sebuah hotel milik BUMN di Parapat, Kabupaten Simalungun.

Siang tadi, Puji Tuhan, Alhamdulilah, akhirnya Bombardier CRJ 1000 NextGen milik Garuda Indonesia mendaratkan kami -sekelompok jurnalis dari Jakarta bersama tim Direktorat Pengolahan dan Penyediaan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika- di Bandara Silangit, Tapanuli Utara. Mengapa begitu bersyukur? Karena penerbangan menuju wilayah berkabut di kawasan Toba itu sempat tertunda beberapa kali.

Continue reading “Membangunkan Danau Toba sebagai Berkat bagi Sumatera Utara”

Merindukan Banyak Bali, ‘Banyak Libur’ Lain di Indonesia

Selalu ada yang baru setiap berkunjung ke Bali, tidak pernah membosankan.

Sepanjang 2017, sampai akhir tahun ini, saya sudah tiga kali berkunjung ke Bali. Namun, selalu saja ada hal yang menyenangkan dari Bali.

Empat hari terakhir kemarin, saya berada di Nusa Dua, untuk sebuah rapat kantor. Tentu saja, di sela-sela rapat, kalau di Bali masak sih tak menyempatkan diri jalan ke luar? Nusa Dua dengan segala fasilitas tempat konvensinya yang ‘one stop place’ memang sangat menarik. Tapi, Bali tetap tak berwarna tanpa berkunjung ke sisi yang lebih happening, seperti Kuta, Legian, Seminyak, dan pantai-pantai di deretannya…

Continue reading “Merindukan Banyak Bali, ‘Banyak Libur’ Lain di Indonesia”