Rest In Peace, our George Clooney…

Kepergian Mas Vik meninggalkan beberapa nilai utama sebagai legacy. Salah satu poin pentingnya: keteladanan, bahwa wartawan sejati adalah mereka yang ada di lapangan, bukan di belakang meja.

Mas Vik (tengah) bersama Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Wapemred Kompas Budiman Tanuredjo. Kenyang pengalaman lapangan dan manajerial.
Mas Vik (tengah) bersama Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Wapemred Kompas Budiman Tanuredjo. Kenyang pengalaman lapangan dan manajerial. (Foto Kompas Images/Kompas.com)

Kami semua terkejut saat pagi tadi kabar meninggalnya Taufik Hidayat Mihardja memenuhi perangkat telekomunikasi. Kami biasa memanggil mas Vik, sesuai inisial namanya sebagai jurnalis di Kompas. Dari situ saja sudah tampak keunikannya. Tak banyak wartawan Kompas memiliki singkatan nama tiga huruf, yang berbeda dengan ejaan asli namanya. O ya, kultur Kompas memang membiasakan menyapa kolega pria dengan ‘Mas’. Hanya ‘Mas’, jarang yang pakai ‘Bang’. Dan yang pasti, bukan ‘Pak’. Karena hanya ada satu ‘Pak’ di Kompas.

Continue reading “Rest In Peace, our George Clooney…”

Di Balik Layar Debat Kandidat ‘Menuju Jateng Satu’

Sebuah ungkapan terkenal di Liga Inggris, “No one is bigger than the team”.

Panggung Debat Kandidat Menuju Jateng Satu. Mengedepankan unsur 'show'. (Foto: Tempo, twitter)
Panggung Debat Kandidat Menuju Jateng Satu. Mengedepankan unsur ‘show’. (Foto: Tempo, twitter)

Thank’s to The God Almighty. Sukses sudah perhelatan Debat Kandidat “Menuju Jateng Satu”, yang dipentaskan Kompas TV bekerjasama dengan KPU Provinsi Jawa Tengah di Auditorium Prof Sudarto Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang, Selasa (14/5).

Tak banyak yang tahu, di balik 130 menit debat yang disiarkan langsung televisi ini, banyak keriuhan di dalamnya. Itulah bedanya nonton di televisi, dibandingkan nonton live di lokasi.

Continue reading “Di Balik Layar Debat Kandidat ‘Menuju Jateng Satu’”

Old Soldier Never Die

Tubuhnya terlihat tirus. Tapi tak bisa dibantah, ia salah seorang sosok pemimpin yang dirindukan karena satu sifatnya: tegas.

Bang Yos berdialog di Kompas Petang. Tetap bersemangat.
Bang Yos berdialog di Kompas Petang. Tetap bersemangat.

Tujuh puluh lima menit menjelang jadwalnya hadir di Studio News Kompas TV sebagai tamu dialog, nomer telpon Sutiyoso mendadak tak bisa dihubungi. Kepanikan menjalar karena beberapa jam sebelumnya ia menyatakan oke. Saat ketegangan kian merambah, dua orang kru segera ditugaskan menjemputnya pakai motor menuju kediaman Bang Yos –demikian Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 ini biasa disapa- di kawasan Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat. Sementara berharap-harap cemas menanti kabar dari tim penjemput, tiba-tiba purnawirawan jenderal bintang tiga itu muncul di lantai 5 Gedung Kompas TV. “Siapa yang mengundang saya? Kalau tak ada, saya pulang saja,” katanya.

Continue reading “Old Soldier Never Die”