Catatan Awal Tahun: Simalakama New Media

Banyak ramalan beredar di tahun baru. Apapun yang terjadi, satu hal sudah pasti di tahun ini: Media baru akan semakin menggejala.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=MvT5I2ZuRWg&feature=youtu.be]

Baru saja saya menutup sebuah tabloid hiburan yang terbit dalam edisi awal tahun, dengan berita sampul perceraian seorang pemain film belia dengan pengusaha muda, anak mantan pejabat negeri ini. Dalam halaman mengenai ramalan-ramalan peristiwa di 2012, tabloid itu menulis antara lain: bakal ada tiga atau empat artis meninggal sekaligus dalam sebuah kecelakaan, seorang penyanyi perempuan bakal buka kartu atas prahara cintanya selama ini, anak kedua presiden menantikan momongan, si pemyanyi A bakal makin moncer go international, si penyanyi A lain bakal bebas dari penjara, dan lain-lain.

Continue reading “Catatan Awal Tahun: Simalakama New Media”

Pelatihan Jurnalistik, Mendidik Suporter Lebih Cerdik

 Dalam era citizen journalism, setiap orang bisa jadi pembawa damai atau justru penyebar petaka.
Jurnalisme damai untuk supporter. Why not?

Pertengahan pekan lalu menjadi hari tak terlupa saat saya mendapat undangan menjadi pembicara “Pelatihan Jurnalistik Supporter Sepakbola” di Puncak, Bogor. Apa yang menarik dari acara ini? Baiklah, mungkin Anda pernah mendengar kisah pendukung Persebaya Surabaya –lazim disebut bonek alias bondo nekat– datang ke Jakarta menumpang kereta ekonomi demi pendukung tim idolanya “Green Force” berlaga ke Senayan. Itu cerita biasa. Tapi, bagaimana kalau supporter sepakbola dari beberapa klub datang dengan moda KA ekonomi nan sesak itu dengan tujuan mengikuti pelatihan jurnalistik di sekitar Jakarta? Saya kira ini baru berita.

Continue reading “Pelatihan Jurnalistik, Mendidik Suporter Lebih Cerdik”

Menanamkan Mimpi Kejayaan Sepakbola Indonesia

Garuda di Dadaku 2. Semangat nasionalisme sejak dini.

Memori anak kecil begitu kuat. Semangat Garuda akan membawanya memenangkan kehidupan.

Bukan tanpa alasan saya mengajak Einzel menonton film “Garuda di Dadaku 2” di hari-hari awal pemutarannya di gedung bioskop. Dari film garapan KG Production berdurasi 99 menit ini, kita belajar tentang banyak hal: nasionalisme, kerja keras, persahabatan, keharmonisan keluarga, dan lain-lain.

Continue reading “Menanamkan Mimpi Kejayaan Sepakbola Indonesia”

Belajar Nyetir, Seni Pengendalian Diri

Barangsiapa bisa menyetir mobil dengan tenang, ia bisa menguasai dunia. (Jojo Raharjo)

Jangan tegang, Jo. Aspek ketenangan dapat dilihat dari posisi duduk dan tangan pengemudi.

Seorang kawan bercerita, ia melalui seleksi masuk menjadi wartawan di sebuah media dengan tes yang amat unik. Pemimpin koran itu mengajaknya masuk mobil, dan meminta kawan ini memegang setir untuk berputar-putar keliling kota. Sembari tetap konsentrasi mengendalikan mobil, calon wartawan ini diajak ngobrol ngalor-ngidul tentang data dirinya, visi-misi hidup, cita-cita, impian-impiannya di dunia kerja dan lain-lain. “Berat sekali, karena mata harus fokus bawa mobil, sementara telinga dan mulut mesti menjawab pertanyaan dan meladeni omongan dengan benar,” katanya. Syukurlah, ia lulus tes.

Seberapa sulitkah mengendarai mobil? Apa bedanya dengan menyetir motor?

Continue reading “Belajar Nyetir, Seni Pengendalian Diri”

Ke Makam, Pentingkah?

Einzel berkunjung ke makam nenek di Menganti. Belum pernah bertemu fisik.

Tradisi ke makam saat hari raya, bagaimana memandangnya?

Baru-baru ini, salah satu grup di telepon pintar saya marak dengan diskusi bertema, “Apa sih perlunya pergi ke makam saat mudik?” Beberapa kawan berkomentar dengan menulis, tradisi berziarah ke makam leluhur tak terlalu signifikan, karena pada dasarnya toh roh dan jiwa mendiang orang yang kita kunjungi sudah tak di situ. Bagaimana opini Anda tentang itu?

Continue reading “Ke Makam, Pentingkah?”

Pernikahan kami, setelah lima revolusi…

terus bersyukur, terus membutuhkan keberuntungan

Kalau Anda membaca blog ini pada 19 Agustus 2011, maka pada tanggal yang sama, lima tahun silam, kami –saya dan Celi, isteri saya- tengah berdebar menjalani sebuah ritual penting dalam memulai kehidupan baru bernama pernikahan. Sabtu itu ada dua ritual. Satu prosesi keagamaan, pagi di Kapel Bellarminus, Universitas Sanata Dharma, Mrican, Yogyakarta, dan satu lagi, bakda tengah hari, jamuan untuk kerabat dan teman di Wisma Kagama, Universitas Gajah Mada.

Continue reading “Pernikahan kami, setelah lima revolusi…”

Kapolda Metro Jaya: Saya Tak Suka Berpolemik

Orang nomer satu di jajaran kepolisian daerah Jakarta Raya berjanji memprioritaskan UU Pers dalam setiap penyelesaian sengketa yang melibatkan jurnalis dan media. 

Kapolda Metro Jaya, AJI, dan LBH Pers. Misi profesionalisme.

Hampir satu jam menjelang sholat dhuhur di hari ketiga ramadhan, Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Inspektur Jenderal Untung Suharsono Radjab menerima perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di ruang kerjanya. “Pertama-tama, kami ucapkan selamat bertugas sebagai Kapolda Metro Jaya. Dalam hal ini, kita mengemban misi yang sama, mewujudkan polisi dan wartawan yang profesional,” kata Sekjen AJI Indonesia, Jajang Jamaludin.

Continue reading “Kapolda Metro Jaya: Saya Tak Suka Berpolemik”

Giring, Jaring, dan Daring

Media Sepakbola hadir di tengah banyaknya media yang berlomba menggiring opini pencinta sepakbola ke arah tertentu.
Peluncuran situs Media Sepakbola.com. Referensi baru situs sepakbola.

Dunia media telah berubah. Meninggalkan dunia konvensional alias “old media”, kini kita memasuki era 2.0, yang sering disebut sebagai “new media”. Pengertian media baru di sini tak lain karena dunia, dengan segala perkembangan teknologi internet yang menyertainya, telah melupakan era konservatif yakni era penerbitan. Memang, koran, tabloid, dan majalah tak seketika berhenti seperti pernah disuarakan Rupert Mordock dan Bill Gates, tapi kehadiran internet dan varian penyertanya –di antaranya yang kita kenal sebagai jejaring sosial- membawa revolusi besar.

Continue reading “Giring, Jaring, dan Daring”

Selamat Bekerja, Profesor!

Waketum PSSI Farid Rahman dan Ketum terpilih Djohar Arifin Husin. Duet baru kepemimpinan sepakbola nasional. (sumber foto: Antara)

Kepemimpinan baru PSSI terbentuk. Segerobak harapan dan tugas menanti.

Bukan tanpa alasan pelatih Arsenal Arsene Wenger mendapat julukan “The Professor”. Pria 61 tahun itu memegang gelar sarjana elektro dan master ekonomi dari University of Strasbourg, Perancis, serta fasih berbahasa asing, antara lain Inggris,Spanyol, Italia, dan Jepang. Lebih 15 tahun mengabdi, Profesor Wenger menjadi manajer terlama yang membesut Arsenal dan mencatatkan diri sebagai orang non British pertama peraih gelar dobel bagi klubnya pada 1998 dan 2002.

Continue reading “Selamat Bekerja, Profesor!”