Obama, Bhinneka tunggal ika, dan perusakan hutan

Mengunjungi istiqlal. Kata Obama, sebagai sesama umat Tuhan, orang Islam dan orang Kristen bebas masuk ke rumah ibadah umat beragama lain.

Hari kedua lawatan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Jakarta Kamis (10/11) kemarin diisi dengan kunjungan ke Masjid Istiqlal serta memberi kuliah umum di kampus Universitas Indonesia, Depok.

Di Istiqlal, Obama diterima imam besar masjid Ali Mustafa Yaqub yang menemaninya berjalan-jalan dan melihat isi masjid yang dibangun oleh arsitek Katolik, Frederich Silaban itu. Penampilan Michelle Obama terlihat berbeda saat ia memakai kerudung saat berkunjung Istiqlal. Selain mendapat plakat dan buku profil Istiqlal, Obama juga mendapat buku karangan Ali Yaqub berjudul, “Islam di Amerika dan Islam between war and peace.”

Continue reading “Obama, Bhinneka tunggal ika, dan perusakan hutan”

Obama, dan kerinduannya pada Indonesia…

Suasana pertemuan Obama dan SBY bersama first lady kedua negara. Photo : situs resmi kepresidenan RI

Tak sampai 24 jam, Presiden Barack Obama mengunjungi Indonesia, negara yang pernah ditinggali di masa kecilnya, 1967-1971. Rabu (9/10) sore, Obama mendarat di bandara Halim Perdanakusuma, pukul 16.30 WIB. Bersama isterinya Michelle Obama, ia menyapa “Apa kabar?” kepada para penyambutnya, seperti Menlu Marty Natalegawa, Dubes Indonesia di AS Dino Pati Djalal, dan Gubernur Jakarta Fauzi Bowo.

Continue reading “Obama, dan kerinduannya pada Indonesia…”

Jakarta menyambut Obama

Foto masa kecil Obama di Jakarta bersama ibunya, Ann Dunham, dan ayah tirinya Lolo Soetoro.

Setelah tertunda tiga kali, Presiden Amerika Serikat Barack Obama direncanakan berada di Indonesia pada Selasa dan Rabu, 9-10 November ini. Obama ‘mampir’ ke Jakarta, kota yang sempat ditinggali di masa kecilnya selama 4 tahun, antara 1967 hingga 1971.

Obama singgah ke Jakarta dalam kunjungan 2 hari 1 malam, di antara rangkaian lawatan 10 hari ke 4 negara Asia, termasuk menghadiri KTT G-20 di Seoul, Korea Selatan. Sebelum ke Indonesia, Obama 4 hari berada di India, dan setelah di Jakarta, presiden ke-44 AS ini langsung menuju ke Korea dan Jepang.

Continue reading “Jakarta menyambut Obama”

Masyarakat belum paham perubahan iklim

 

Suasana diskusi wartawan membahas perubahan iklim. (Photo by: Sutarno Ateng)

Masih banyak masyarakat, terutama di kalangan bawah, belum paham ancaman perubahan iklim dan pemanasan global yang kini menjadi pembicaraan dunia. “Para petani di Jawa hanya mengaitkan keadaan saat ini dengan kosmologi Jawa. Bahwa tiap sepuluh tahun selalu ada musim yang kacau,” kata Raja Siregar, seorang pegiat perubahan Iklim dan pakar Adaptasi perubahan iklim dalam serial diskusi “Climate Change” dengan jurnalis di Jakarta, baru-baru ini.

Continue reading “Masyarakat belum paham perubahan iklim”

Pelajaran kuliah hari ini: Looking glass self

Mau jadi anak kucing atau anak singa? Tergantung pikiranmu mempersepsi pendapat orang.

Ini kisah yang saya dapat dari kegiatan belajar S-2 saya hari ini, Magister Ilmu Komunikasi, tepatnya pada sesi kuliah Perspektif Teori Komunikasi, dibawakan doktor komunikasi, Emrus Sihombing.

Pernah mendengar tentang teori looking glass self? Sederhananya, konsep yang diperkenalkan oleh sosiolog Amerika Charles Horton Cooley pada 1902 ini menekankan bahwa keberadaan seseorang berkembang berdasarkan interaksi dan persepsi orang lain. Kita bertumbuh menurut apa yang orang lain –khususnya orang-orang terdekat, orang-orang kepercayaan kita seperti suami/isteri, orangtua, boss- persepsikan mengenai diri kita.

Continue reading “Pelajaran kuliah hari ini: Looking glass self”

Dewan Pers tegaskan tak ada lagi kriminalisasi pers

Polemik kematian Ridwan Salamun diharapkan terjawab di pengadilan.

Dewan Pers harapkan kesepahaman antar pegiat pers.

Sebagai lembaga independen yang lahir dari semangat reformasi dan Undang-Undang Pers No. 40/1999 Dewan Pers terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga kemerdekaan pers di negara ini. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar pertemuan seri bersama para stakeholder untuk menyikapi kekerasan dan pemidanaan terhadap wartawan.

Continue reading “Dewan Pers tegaskan tak ada lagi kriminalisasi pers”

#Football Evangelist: Merindukan sepakbola tanpa kebencian

Sektor paling crowded, Jakmania paling semangat.

Hari ini kutinggalkan pekerjaan

siap-siap buat nonton pertandingan

orang bilang aku sudah kesurupan

demi Persija apapun kulakukan,

Persija Jakarta… o..o.. o..

Sudah lama saya tidak menikmati pertandingan sepakbola langsung di stadion, duduk di kursi penonton, bukan di tribun wartawan seperti yang selama ini saya nikmati. Sensasi duduk di bangku penonton memang berbeda, sampai-sampai seorang kawan virtual, Pangeran Siahaan berujar, “Menonton sepakbola dari bangku media itu sama seperti nonton bokep tanpa boleh bermasturbasi dan tak boleh bersuara.”

Continue reading “#Football Evangelist: Merindukan sepakbola tanpa kebencian”

Keterbatasan tak boleh membuat kita menyerah

Handry Satriago saat berbicara dalam penghargaan esai ‘Menjadi Indonesia’ (foto koleksi Mardiyah Chamim).

Indonesia punya tokoh yang tepat untuk dijadikan inspirasi, bahwa keterbatasan tak boleh membuat seorang manusia menyerah. Nama tokoh itu: Handry Satriago, orang nomor satu di jajaran GE Indonesia. Sejak usia 18 tahun sampai saat ini berumur 41 tahun, Handry tak bisa lepas dari kursi rodanya, namun bukan berarti ia meratap dan mengibarkan bendera putih.

Continue reading “Keterbatasan tak boleh membuat kita menyerah”