Ruang publik atau ruang privat?

Ada adegan menarik di frame terakhir berita tentang petugas kebersihan yang tewas terjepit lift di Gedung Bank Mega, kawasan Tendean, Jakarta Selatan. Berita yang tayang di Headline News Metro TV Minggu (22/8). siang hari dan tengah malam itu menampilkan cuplikan pertikaian antara satuan pengamanan Bank Mega dengan para jurnalis televisi yang hendak masuk mengabadikan peristiwa naas ini. Kira-kira cuplikan percakapannya seperti ini:

Satpam : Ini kawasan saya

Wartawan : Ini wilayah umum

Satpam : Ada izinnya nggak?

Wartawan : Ayo kita ke polsek sekarang, ini umum, ini umum, coy. Jangan marah-marah…

Ini tentu sebuah topik yang menarik, siapa yang benar di antara kedua pihak itu? Satpam Bank Mega, yang mati-matian mencoba melindungi pelataran kantornya agar berita tragis tak tersiar ke mana-mana, atau kontributor tv yang ngotot masuk ke halaman Bank Mega agar kejadian itu dapat diketahui publik dan masyarakat mendapat pelajaran dari kecerobohan sebuah fasilitas pelayanan publik?

Continue reading “Ruang publik atau ruang privat?”

Bulan puasa dan religiusitas siaran teve

Deddy Mizwar: Sinetron Para Pencari Tuhan lebih impresif daripada ceramah di masjid.

Sinetron stripping garapan Deddy Mizwar yang hanya muncul pas ramadhan, “Para Pencari Tuhan”, ternyata pernah menuai masalah. Tahun lalu, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melayangkan surat teguran kepada stasiun televisi Surya Citra Televisi Indonesia yang menayangkan sinetron Para Pencari Tuhan. “Ada tayangan pelecehan terhadap Tuhan, tidak mendidik, dan sangat membahayakan perilaku anak-anak dalam sinetron tersebut,” kata Kepala Divisi Pengawasan Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah Zainal Abidin Petir dalam konferensi pers, sebagaimana dikutip Tempo Interaktif.

KPID Jawa Tengah menilai, SCTV telah melakukan pelanggaran pada sinetron ”Para Pencari Tuhan” dimana sang pemeran Ketua Rukun Warga, Idrus, selalu mengumpat dengan kata-kata ”Wesus” (bahasa Jawa, berarti kambing). Zainal menyatakan, ada adegan Idrus mengumpat setelah doa yang dipanjatkan kepada Allah tidak dikabulkan. ”Masak Tuhan diumpat dengan kata-kata-kata wedus,” kata Zainal. Tayangan itu ditemukan pada Kamis, 27 Agustus 2009, sekitar pukul 18.00.

Continue reading “Bulan puasa dan religiusitas siaran teve”

Pernikahan kami, setelah empat revolusi…

terus bersyukur, terus membutuhkan keberuntungan

Kalau Anda membaca blog ini pada 19 Agustus 2010, maka pada tanggal yang sama, empat tahun silam, kami –saya dan Celi, isteri saya, tengah berdebar menjalani sebuah ritual penting dalam kehidupan bernama pernikahan. Sabtu itu ada dua ritual. Satu ritual keagamaan, di kapel Sanata Dharma, Mrican, Yogyakarta, dan satu lagi, bakda tengah hari, jamuan untuk kerabat dan teman di Wisma Kagama, Universitas Gajah Mada.

Kini, empat revolusi telah berlalu. Sebagaimana bumi mengitari matahari berevolusi dalam setahun, kami telah empat kali mengelilingi sang surya. Bersama-sama. Kini bahkan dunia menjadi ramai dengan teriakan-teriakan Mikhael Einzel Raharjo, “orang ketiga” dalam perjalanan kami yang hadir sejak 14 November 2007. Einzel yang sama, yang Selasa malam kemarin meniup “lilin” perayaan kami di sebuah warung saji di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat.

Continue reading “Pernikahan kami, setelah empat revolusi…”

Liga Inggris bergulir lagi, selamat datang hiburan rakyat…

Pendukung setia Liverpool. Lega atas kepastian tayangan gratis BPL.

Partai tanpa gol di White Hart Lane antara Totenham Hotspurs menjamu Manchester City pada Sabtu (14/8) menandai bergulirnya Barclays Premier League 2010/2011.

Sampai saat ini, Liga Inggris, -selanjutnya kita sebut dengan BPL- masih dipandang sebagai liga yang paling ditunggu di seluruh dunia, termasuk di antara jutaan penggila bola di Indonesia. Mengapa? Entahlah. Sudah 44 tahun Inggris tak mampu mencapai final Piala Dunia sejak mereka juara saat menjadi tuan rumah 1966. Ini liga paling bergengsi sedunia? Ah, masak.. Bintang Liga Inggris asal Portugal Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro, kini memegang rekor sebagai pemain termahal dunia dengan rekor transfer 80 juta poundsterling justru saat pindah ke Liga Spanyol pada musim 2009/2010. Rekor-rekor dunia sebelumnya juga bukan dipegang pemain yang pindah ke BPL, yakni Luis Figo (dari Barcelona ke Real Madrid, 2000) dan Zinedine Zidane (dari Juventus ke Madrid, 2001).

Continue reading “Liga Inggris bergulir lagi, selamat datang hiburan rakyat…”

DVD, doorprize, media relations…

Ini sebuah kisah tentang hadiah dalam sebuah peliputan -lazim disebut sebagai doorprize- yang dilakukan sebagai bentuk media relations sebuah konsultan komunikasi terhadap para jurnalis.

# Acara Kampanye “Waspada Penipuan Undian Berhadiah” bersama Mensos Salim Segaf Al Jufrie, yang berujung dengan pembagian 16 door prize pada wartawan.

Senin lalu (9/8) antara jam 10.00-12.00 WIB, saya menghadiri jumpa pers kampanye “Waspada Penipuan Undian Berhadiah” di kantor Kementerian Sosial Salemba, yang digelar Kemsos bersama 12 perusahaan lain seperti PT Pos, Kraft, Santos Jaya Abadi, Unilever, BNI 46, Nestle, Frisian Flag, Kao, Garuda Food dan Sari Husada. Event organizer sekaligus pengundang acara ini yakni Radityo Djajoeri, yang selama ini dikenal sebagai administrator milis mediacare@yahoogroups.com

Continue reading “DVD, doorprize, media relations…”

Tekad Perubahan Sepakbola Indonesia

Para wartawan senior berada di balik buku reformasi sepakbola yang digagas Arifin Panigoro.

Di lantai 28 Gedung Energi, kawasan bisnis Sudirman, Kamis (5/8), sebuah buku diluncurkan dalam suasana semarak. Kemewahan terlihat, selain dari lokasi acara di jantung Jakarta, juga dari desain acara yang teratur, dan ketatnya pengamanan menuju lokasi pertemuan. “Iya dong, jangan sampai ada preman Nurdin Halid masuk, seperti saat peristiwa Kongres Sepakbola Nasional di Malang,” kata Yon Moeis, wartawan olahraga Tempo yang menyampaikan undangan menghadiri acara itu. Panitia acara ini, para jurnalis olahraga senior dan juga staf humas Grup Medco, menyambut tamu dalam balutan jersey merah, kostum timnas sepakbola Indonesia.

Continue reading “Tekad Perubahan Sepakbola Indonesia”

Infotainmen, kamu butuh nggak, sih?

memoderatori diskusi dalam rangkaian hari jadi LPDS, dengan pembicara tokoh pers Leo Batubara, Ketua KPI Dadang Hidayat, pelopor infotainmen Ilham Bintang dan Wapemred Metro TV Makroen Sanjaya

Dunia penyiaran di Indonesia lagi seru-serunya menyoal soal infotainmen. Tahu kan, infotainmen merupakanprogram televisi yang mengupas kehidupan selebritis kita. Sebagai gabungan dari kata “informasi” dan “entertainmen”, infotainmen mencoba menghadirkan informasi dari dunia hiburan dengan kemasan yang santai.

Apa saja kegiatan para pesohor menjadi makanan empuk tayangan infotainmen, mulai urusan karir seperti peluncuran album dan film, konser musik, sampai aktivitas pribadi artis-artis itu. Pacaran, pernikahan, punya anak, perceraian, meninggal, sampai aneka gosip –pokoknya melibatkan selebritis- langsung menjadi sorotan kamera tayangan semacam Cek Ricek, Kabar-Kabari, Hot Shot, Kross Cek, Insert, Go Show, I Gosip, Status Selebritis, dan lain-lain. Meski sebagian masyarakat mencibir karena intotainmen dianggap menyuburkan gosip, nyatanya tayangan infotainmen sukses menembus share dan rating tinggi.

Continue reading “Infotainmen, kamu butuh nggak, sih?”

Setelah pesta usai (… dan Tuhan pun menangis)

Pesta sebulan penuh Piala Dunia ke-19 telah usai. Apa yang bisa kita petik selain kian melekatnya julukan sebagai “bangsa nobar”?

Sergio Ramos dkk mengangkat Piala Dunia yang mereka menangkan: ada peta Indonesia di piala itu? (foto by: yahoo.com)

Subuh tadi, setiap sudut negeri ini dimarakkan dengan hajatan nobar alias “nonton bareng” final Piala Dunia 2010 antara Belanda melawan Spanyol. Mulai dari gang-gang di perkampungan, lapangan, kelompok-kelompok sosial, sampai kediaman pribadi Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor, semua larut dalam kesukaan. Tak peduli puncak perhelatan sepakbola empat tahunan ini berlangsung pada Minggu malam alias esok harinya merupakan hari aktif kerja.

Memangnya, siapa yang bertanding di Stadion Soccer City, Johannesburg, belasan ribu kilometer dari tanah air kita? Bukan soal, apakah Belanda atau Spanyol, atau tim lain, tapi sepakbola sudah menjadi ajang paling pas bagi warga Indonesia untuk melupakan diri sejenak (moga-moga benar hanya sejenak) dari kesulitan yang ada. Untuk sementara, lupakan tarif listrik naik, ledakan kompor gas di mana-mana, pencurian uang pajak, membengkaknya tabungan perwira polisi, sampai pembacokan aktivis anti-korupsi.

Continue reading “Setelah pesta usai (… dan Tuhan pun menangis)”

Kebangkitan semu film Indonesia?

Terhitung Januari hingga Juni ini hanya ada 2 film lokal yang jumlah penontonnya menembus angka 500 ribu.

Pocong Keliling, genrenya campuran: horor, komedi dan seks.

Minggu ini saya kembali mendapat undangan menyaksikan premiere alias pemutaran perdana film Indonesia. Memang, saat ini gairah dunia layar perak sedang tinggi-tingginya, rata-rata dalam sepekan diluncurkan dua judul film baru. Pekan lalu misalnya, saya menghadiri dua konferensi pers dan premeire film 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta serta Obama Anak Menteng. Pekan ini, saya hadir dalam peluncuran film Pocong Keliling –disingkat Poling, garapan Maxima Pictures yang peluncurannya digelar di FX, Senayan Jakarta. Adapun satu film lain yang rilis minggu ini yakni Istri Bo’ongan produksi Kanta Indah Film. Tapi, apakah banyaknya produksi film baru ini sudah menunjukkan bahwa film Indonesia telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri?

Poling berkisah tentang kepanikan sebuah kompleks perumahan di tengah kampung akibat isu munculnya pocong yang tiap malam mengetuk pintu dari rumah ke rumah. Hal ini menimbulkan masalah pada berbagai pihak, seperti pengembang yang jengkel rumahnya tak laku-laku, dan kacaunya jadwal selingkuh dua tetangga. Ada juga pasangan baru di kompleks yang terus menerus gagal menikmati malam pertama karena takut didatangi pocong. Saat itulah sepasang reporter televisi dan juru kamera berjuang meliput berita dan mendapatkan gambar pocong secara live, karena itu satu-satunya cara agar mereka berdua tidak dipecat.

Continue reading “Kebangkitan semu film Indonesia?”