Perlawanan Janda Balibo

Selain lewat film, tuntutan penyelesaian kasus terbunuhnya lima wartawan dalam Tragedi Balibo juga disuarakan lewat buku.

Kalau saja kita hanya mendengarkan audio di pengeras suara dan tak melihat wajahnya, Shirley Shackleton terasa jauh lebih muda dari usia sebenarnya. Tekanan yang keluar dari suara perempuan itu menutupi usia sebenarnya yang hampir menyentuh 80 tahun. “Saya hanya ingin membantu sedikit dalam proses mencari keadilan,” kata janda Greg Shackleton, salah seorang dari lima wartawan yang meninggal dunia pada peristiwa Balibo, 35 tahun silam.

Shirley Shackleton dalam diskusi bedah bukunya di kantor Kontras Jakarta. Usut pelaku penembakan Balibo dan lawan sensor filmnya.

Rabu (7/7) siang itu, belasan wartawan duduk membentuk formasi huruf U di kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) di kawasan Menteng, Jakarta, untuk mendengarkan semangat Shirley yang meluncurkan bukunya berjudul “Circle of Silence”. Buku setebal 392 halaman ini dicetak 10 ribu eksemplar dan dalam waktu dekat terus digemakan ke beberapa negara Eropa. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengusahakan agar buku ini segera diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Continue reading “Perlawanan Janda Balibo”

Anekdot Piala Dunia: tak bisa menyamar

Felipe Melo, dituding sebagai biang kegagalan Brasil di Piala Dunia.

Begitu kalah dari Belanda di perempatfinal Piala Dunia Afrika Selatan dengan skor 1-2, para pemain Brasil malu bukan kepalang. Impian merebut gelar juara dunia keenam pupus sudah. Mereka pun mendarat di Rio de Janeiro-Galeão International Airport dengan muka tertunduk dan wajah pucat.

Alhasil, dalam kehidupan sehari-hari, sembari menunggu kompetisi Seri A kembali bergulir di Italia Agustus nanti, Felipo Melo memutuskan untuk melakukan penyamaran agar tidak digebuki oleh masyarakat Brazil yang kecewa. Felipo Melo merupakan gelandang Brasil asal klub Juventus yang dianggap sebagai biang kekalahan karena mendapat kartu merah dalam laga melawan Belanda. Continue reading “Anekdot Piala Dunia: tak bisa menyamar”

Bedah Film: Menguak masa kecil mister presiden

Mulai Kamis, 1 Juli, bertambah satu lagi film berkualitas karya anak negeri diputar di gedung bioskop kota besar Indonesia. Obama Anak Menteng (Little Obama),itulah judul film berdurasi 90 menit untuk mengenalkan kepada dunia tentang masa kecil Barrack Obama, presiden ke-44 Amerika Serikat yang sempat menghabiskan masa-masa awal sekolah dasarnya di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Pusat.

“Dua kata kunci dari film ini adalah memaafkan dan toleransi. KebijakanBarrack Obama di masa dewasa dipengaruhi kehidupan masa kecilnya di Indonesia,” kata John de Rantau.

with little obama
Hasan Faruq Ali, pemeran Barry alias Obama kecil, "Saya berharap, ini bukan film pertama sekaligus terakhir saya."

Film produksi Multivision Pictures ini disutradarai John de Rantau dan menampilkan bintang-bintang yang kebanyakan debutan, seperti Hasan Faruq Ali (berperan sebagai Barry Obama kecil, putra warganegara AS yang lama tinggal di Cinere, ibunya termasuk anggota grup musik “Debu”), Cara Lachelle (sebagai Ann Dunham, Ibu Obama), dan Eko Noah (sebagai Lolo Soetoro, ayah tiri Obama). Hanya ada nama Teungku Zacky yang tak asing di dunia acting, berperan sebagai Turdi, seorang transgender yang bertugas menjadi salah satu pengasuh Obama kecil.

Continue reading “Bedah Film: Menguak masa kecil mister presiden”

Media relations ala SBY

Sudah dua periode berkuasa sebagai presiden, SBY tidak juga mengendorkan moda pencitraan serta pendekatan elegan merangkul kalangan media.

SBY, Ani, Agus, Anisa dan Ibas Yudhoyono senam bareng. warming-up bersama wartawan.

Akhir pekan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang 160 wartawan yang biasa meliput di istana kepresidenan untuk berekreasi bersama di Istana Cipanas. Acaranya casual banget, sampai-sampai para jurnalis datang dengan kaos dan celana training olahraga lengkap dengan sepatu kets. Jarang-jarang lho wartawan bisa masuk istana dengan kostum seperti ini.

Sesuai telpon dari Biro Pers dan Media, kami sudah harus berkumpul di Istana Negara Jakarta pukul 5 pagi. Karena 5 bis “Big Bird” yang kami tumpangi dikawal voorrijder polisi, tak sampai jam 7 kami tiba di pelataran istana seluas 26 hektar di kaki Gunung Gede, Jawa Barat ini.

Continue reading “Media relations ala SBY”