Enam Tahun Mengetuk Pintu Jakarta

Bedakan. Ini foto 6 tahun lalu, demo di landmark kota tercinta: Grahadi Surabaya.

“Jakarta hari ini kuketuk pintu gerbangmu

Ijinkan aku masuk mencari masa depanku…” (OST Biarkan Bintang Menari, 2003)

Pertengahan Juni ini, saya merayakan 6 tahun petualangan merantau di Jakarta. Semua berawal pada 10 Juni 2005 tengah hari, saat pesawat Lions Air yang saya tumpangi mendarat mulus di Bandara Soekarno-Hatta. Di pelabuhan udara nan sesak itu, saya bertemu Agriceli, perempuan yang kemudian hari saya persunting sebagai isteri. Seolah sudah ada yang mengatur, Celi –begitu panggilan wartawati Tempo kala itu, baru saja menunaikan tugas meliput komunitas petani strawberry berbasis iptek di Bali.

Continue reading “Enam Tahun Mengetuk Pintu Jakarta”

Will (a movie)

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=-m3FcBIO2kw]

Seorang anak bernama Will Brennan begitu mencintai sebuah klub sepakbola. Sebagai surprise, ayahnya yang bernama Gareth (Damian Lewis) menghadiahinya tiket final Liga Champions Eropa. Belum sampai ajang final berlangsung, sang ayah wafat. Saudaraku, seberapa pentingkah arti kecintaan pada satu klub sepakbola dan kehidupan itu sendiri? Don’t miss it, an orphan journeys across Europe to the 2005 Champions League Final!

Di Balik Cerita Wartawan Perang

Qaris Tajudin (Jurnalis Tempo) bersama Arie Basuki (Fotografer Tempo), Andi Riccardi (APTN) pada acara sharing journalism "Pentingnya Keselamatan Jurnalis di Daerah Konflik" dalam rangka memperingati Peringatan Hari Kebebasan Pers Internasional di kantor AJI Jakarta, Selasa (3/05). Foto: Adri Bakrie

Tiga wartawan peliput konflik berbagi kisah. Ada yang lucu, tapi banyak juga yang membuat kita mengelus dada.

Bagi manusia, hidup dan mati kadang hanya berbeda seujung kuku. Pengalaman itu nyata dirasakan Qaris Tajudin dan Arie Basuki, dua jurnalis Tempo yang baru-baru ini meliput krisis politik Libya.

Dalam salah satu harinya di Libya, siang itu, Qaris dan Arie Basuki sempat pusing karena Muhammad, sopir sewaan mereka, kembali datang terlambat. Padahal saat itu Qaris dan Arbas –sapaan akrab jurnalis foto yang kenyang pengalaman meliput di berbagai medan itu- berencana kembali pergi ke Ajdabiya, kota di sebelah barat Benghazi, Libya. Berdua mereka hendak melihat-sekali lagi-penyerbuan ke Brega, 50 kilometer sebelah barat Ajdabiya. Sudah berhari-hari kota minyak itu dikepung gerilyawan anti-Muammar Qadhafi, tapi tak ada kemajuan.

Continue reading “Di Balik Cerita Wartawan Perang”

Bebaskan buruh dari penjara larangan berserikat

Demo May Day 2011 menuju Istana. Wartawan juga buruh, lho.

Setiap peringatan Hari Buruh atau May Day, AJI selalu tampil nyentrik. Kali ini instalasi serupa penjara menjadi pilihannya.

Adalah Peter McGuire, seorang pekerja mesin dari Paterson, New Jersey yang awalnya dikenal sebagai buruh pemberontak. Pada tahun 1872, McGuire dan 100.000 pekerja melakukan aksi mogok untuk menuntut mengurangan jam kerja, dari ketentuan bekerja 19-20 jam sehari. McGuire lalu dengan berbicara dengan para pekerja dan para pengangguran, melobi pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur. McGuire menjadi terkenal dengan sebutan “pengganggu ketenangan masyarakat”.

Continue reading “Bebaskan buruh dari penjara larangan berserikat”

Sepenggal Senja di Kaki Sulawesi

Dari era revolusi hingga kini membangun diri sebagai kota modern, Makassar tetaplah primadona wisata. Destinasi plesir nomer satu di Indonesia bagian Timur.

Benteng/Fort Rotterdam. Belum ke Makassar kalau belum ke sini.
Benteng/Fort Rotterdam. Belum ke Makassar kalau belum ke sini.

Jarum jam belum menunjukkan pukul lima petang, tapi matahari sudah beranjak ke langit barat. Inilah suasana khas daerah di kawasan Timur Indonesia: mentari terbit lebih pagi, tapi kemudian tenggelam lebih awal, setidaknya bila dibandingkan kota-kota di wilayah lain.

Continue reading “Sepenggal Senja di Kaki Sulawesi”

Menghindari horor dalam liputan teror

(kiri-kanan) Kepala Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar. Peneliti UI Andi Widjajanto, Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo dan Wartawan Tempo Budi Setyarso sebagai narasumber bedah buku saat peluncuran buku Panduan Jurnalis Meliput Teroris, di Jakarta, Kamis (14/4). Foto: AJI Jakarta/Adri Irianto

Dalam sebuah diskusi terbuka, AJI Jakarta dan FES meluncurkan buku panduan meliput terorisme.  Karena isu teror terus relevan.

Seorang perwira polisi berguling-guling kesakitan. Tangannya putus bersimbah darah setelah gagal menjinakkan sebuah bom di Komunitas Utan Kayu, Jakarta Timur. Dengan kondisi mengenaskan, perwira polisi ini digotong menuju mobil ambulans. Seorang petugas keamanan yang juga menjadi korban ledakan bom tergeletak di halaman, beberapa orang berupaya menolongnya.

Continue reading “Menghindari horor dalam liputan teror”

Earth Hour Kembali Digelar

Cuma 60 menit. Ayo berpartisipasi dalam kampanye global hemat energi.

Jakarta kembali jadi bagian upaya serentak dunia dalam kampanye hemat energi.

Kampanye “Earth Hour” merupakan aksi serentak individu, komunitas, korporasi, dan  pemerintah di seluruh dunia dalam mengurangi laju pemanasan global dan dampak perubahan iklim. Tahun 2009 dan 2010, kampanye ini menjadi kampanye lingkungan hidup terbesar dalam sejarah karena berhasil meraih 1,5 milyar pendukung dari
4616 kota di 128 negara.

Continue reading “Earth Hour Kembali Digelar”

Media dalam pusaran krisis PSSI

Krisis PSSI menjadi primadona pemberitaan media yang cukup seksi. Gaungnya mengalahkan isu reshuffle atau (apalagi) wacana kenaikan BBM.

Rabu, 9 Maret 2011, Koran Tempo memasang topik sepakbola sebagai jualan utamanya di halaman terdepan. Judul headline-nya keras, “FIFA Larang Nurdin Pimpin PSSI”, bersumber dari pernyataan Duta Besar RI untuk Swiss, Djoko Susilo. Mantan wartawan Jawa Pos dan anggota Komisi I DPR RI dari Partai Amanat Nasional ini mengaku baru bertemu dengan Presiden organisasi sepakbola dunia FIFA Joseph Blatter, yang memang markasnya ada di Zurich, kota terbesar di negara mungil berpenduduk 8 juta jiwa itu.

Continue reading “Media dalam pusaran krisis PSSI”