Habibie & Ainun, Melebihi Kisah Laila Majnun

Fim Habibie Ainun menyisakan banyak pesan: kesetiaan, nasionalisme, dan beratnya makna perjuangan untuk sukses.

Menonton film Habibie dan Ainun, mengingatkan pada kisah di pekan ketiga Mei 2010. Saat itu, kami serombongan jurnalis yang mengikuti Pelatihan Multimedia bertema  “Contribution of Multimedia Journalism to Strengthening Journalists’ Capacity Towards Freedom of the Press” di Hilversum, Belanda, bersiap pulang. Tiga pekan berpisah dari keluarga, membuat kami ingin segera kembali ke tanah air. Namun, Anta Kusuma, salah seorang rekan kami, tampak panik dan bingung. Ia harus memperpanjang waktunya di Eropa, terkait penugasan dari kantornya, Transtv, menyeberang ke Jerman. Ia harus memotret hari-hari terakhir Hasrie Ainun Habibie di Muenchen, tepatnya Klinikum Gro`hadern, Ludwig-Maximilians-Universitat.

Continue reading “Habibie & Ainun, Melebihi Kisah Laila Majnun”

Habibie & Ainun, Melebihi Kisah Laila Majnun

Fim Habibie Ainun menyisakan banyak pesan: kesetiaan, nasionalisme, dan beratnya makna perjuangan untuk sukses.

Menonton film Habibie dan Ainun, mengingatkan pada kisah di pekan ketiga Mei 2010. Saat itu, kami serombongan jurnalis yang mengikuti Pelatihan Multimedia bertema  “Contribution of Multimedia Journalism to Strengthening Journalists’ Capacity Towards Freedom of the Press” di Hilversum, Belanda, bersiap pulang. Tiga pekan berpisah dari keluarga, membuat kami ingin segera kembali ke tanah air. Namun, Anta Kusuma, salah seorang rekan kami, tampak panik dan bingung. Ia harus memperpanjang waktunya di Eropa, terkait penugasan dari kantornya, Transtv, menyeberang ke Jerman. Ia harus memotret hari-hari terakhir Hasrie Ainun Habibie di Muenchen, tepatnya Klinikum Gro`hadern, Ludwig-Maximilians-Universitat.

Continue reading “Habibie & Ainun, Melebihi Kisah Laila Majnun”

Menghantam Batam

 

Bandara Hang Nadim, pintu gerbang utama Batam. Foto dua tahun silam, akhir 2008.

 

Jum’at, 15 Oktober 2010 tercatat sebagai perjalanan kedua saya menghantamkan kaki di Pulau Batam. Yang pertama akhir 2008, saat menyambangi koresponden CVC di kota berpenduduk sejuta jiwa itu. Hari ini, jejak sepatu kets saya kembali tertera di bandar udara Hang Nadim, meski hanya numpang lewat. Berbeda dengan dua tahun silam yang sempat main-main ke Nagoya -pusat kota Batam- kali ini saya hanya mampir bandara, untuk melanjutkan perjalanan ke pelabuhan penyeberangan Telaga Punggur.

Continue reading “Menghantam Batam”