Negara Hadir dalam Mudik 2018                  

Frase ‘Negara Hadir’ seolah menjadi jawaban dari seringnya narator berita program current affair televisi yang sering kali mengakhiri kisah panjang tentang kondisi buruk negeri ini –dari maraknya pelecehan seksual, curanmor sampai kisah pemain bola yang gajinya tak dibayar- dengan kalimat klise, “Lalu di mana negara saat peristiwa ini terjadi?

Continue reading “Negara Hadir dalam Mudik 2018                  “

Mudik dan Gambaran Ketimpangan Jawa Non-Jawa

Banyak pelajaran bisa dipetik dari tiap berlangsungnya musim arus mudik dan balik. Salah satu di antaranya, soal jargon ‘pembangunan’ di Indonesia yang masih saja berat sebelah.

Antrean di exit Tol Cikopo. Jawa jadi ekspos besar pantauan arus mudik dan balik Lebaran.
Antrean di exit Tol Cikopo. Jawa jadi ekspos besar pantauan arus mudik dan balik Lebaran.

Tak seperti beberapa Lebaran sebelumnya, tahun ini kami sekeluarga mengikuti ritual kultural mudik dan balik, sebagaimana dihelat jutaan orang negeri ini. Setelah tiga hari raya Idul Fitri ‘pass’ ke Yogyakarta sejak kehadiran anak kedua, kali ini kami mengikuti agenda sebagian besar penduduk Indonesia. Termasuk di dalamnya, acara bermacet-macet di jalan secara ‘brutal’. Ada yang menyenangkan juga dari sisi sampingan perjalanan super panjang 25 jam arus balik Yogya ke Tangerang, kami bisa menyaksikan spot-spot yang jarang terlintas di kepala: Kebumen, Wangon, Lumbir, Sumpiuh, Majenang, sampai ‘terbuang’ ke Majalengka.

Continue reading “Mudik dan Gambaran Ketimpangan Jawa Non-Jawa”