Suporter Sepakbola Indonesia, Dewasalah!

Pertandingan Arema FC melawan tamunya Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Kepanjeng, Malang menyajikan keseruan di lapangan. Arema yang terbenam di dasar klasemen bertekad memetik poin tiga perdana alias kemenangan pertama. Gol demi gol tercipta.

Sontekan Thiago Furtuoso membawa tim ‘Singo Edan’ unggul dulu di menit ke-19. Beda semenit, giliran Persib mengubah papan skor. Ezechiel Ndouasel, striker asal Chad itu bahkan membuat ‘Pangeran Biru’ unggul karena bikin gol lagi di babak kedua, tepatnya menit ke-78. Continue reading “Suporter Sepakbola Indonesia, Dewasalah!”

Diplomasi Soto ala Nahrawi untuk Suporter yang Bersatu

 “Kami sebagai bagian dari suporter klub sepakbola Indonesia sepakat untuk menunjukkan loyalitas pada klub masing-masing dan menghormati pertandingan dengan tidak menunjukkan sikap permusuhan pada kelompok suporter yang lain dan masyarakat pada umumnya.”

Ikrar itu terpampang dalam papan tulis putih yang ditandatangani para perwakilan suporter dari berbagai daerah di Indonesia. Digelar dengan persiapan mepet bak fragmen ‘Bandung Bondowoso’, gelaran ‘Jumpa Suporter Sepakbola Indonesia bersama Menpora Imam Nahrawi’ berlangsung sukses di Wisma Kemenpora, Jakarta, Kamis, 3 Agustus 2017.

Continue reading “Diplomasi Soto ala Nahrawi untuk Suporter yang Bersatu”

Indonesia Tanpa One

Sebuah pengalaman kecut nan traumatik saya alami akhir pekan lalu: nyaris ditelanjangi di di kawasan tempat saya tinggal!

 Sabtu, 18 November 2006, pukul 21.00 WIB, saat berjalan kaki kembali masuk ke dalam gang menuju rumah, setelah mengantarkan seorang sahabat mencari taksi, seorang pemuda memepetku ke tembok gang.“Hei, kamu tinggal di mana-mana?” ia bertanya.

Continue reading “Indonesia Tanpa One”

Sepakbola Timor Leste yang Semakin Menggeliat

Artikel ini dimuat di http://sport.detik.com/aboutthegame/read/2016/03/31/100936/3176451/425/sepakbola-timor-leste-yang-semakin-menggeliat?a991101mainnews

TLLiga Futebol Amadora menjadi tonggak sejarah kelahiran kompetisi sepakbola profesional Timor Leste. Beberapa ‘marquee player’ didatangkan dari negara tetangga yang sedang ‘mati suri’.

Dua bulan di awal 2000-an, untuk sebuah kegiatan sosial, saya terdampar di sebuah desa di ujung timur Timor Leste. Di Kampung Baduro, salah satu pelosok Distrik Lautem, tak ada hiburan modern yang dapat dinikmati warga. Tak ada listrik –tentu jangan bicara televisi dan internet, pun tak ada bahan bacaan rutin. Angkutan pedesaan menuju Lospalos, ibukota distrik yang berjarak 1,5 jam perjalanan, hanya hadir sekali sehari.

Continue reading “Sepakbola Timor Leste yang Semakin Menggeliat”

Kerja Tanpa Kepastian

Mereka bekerja tanpa jelas akan bisa menyetor uang untuk isterinya atau tidak.

Twit Gustavo Lopez, pemain Persela. Kerja dulu, baru kontrak.
Twit Gustavo Lopez. Kerja dulu, kontrak tak jelas.

Sore ini, ramai beredar twit dari seorang pemain bola, cur-col alias curhat colongan tentang nasibnya sebagai olahragawan profesional. Indonesian Super League (ISL) telah bergulir lebih dari sepekan, tapi -baru diketahui- ternyata para pemain sepakbola itu bekerja tanpa ikatan kontrak. Kicauan dari Gustavo Lopez, gelandang Persela Lamongan itu memang belum dikonfirmasi. Ia hanya berteriak, “ISL sudah mulai tapi belum ada kontrak kita. Di mana kontrak?”

Continue reading “Kerja Tanpa Kepastian”

“Sepakbola adalah agama saya…”

Di Inggris sudah biasa orang mengakui “football” sebagai agama mereka

Mengunjungi Stadion Arena, markas Ajax Amsterdam. Salah satu kiblat sepakbola Eropa.

Rasanya tidak ada hal lain, di luar agama, yang mampu menyatukan sekelompok manusia dibandingkan fanatisme terhadap tim sepakbola. Itulah yang kita lihat dalam gemerlap pesta bola di Afrika Selatan sepanjang 11 Juni hingga 11 Juli ini.

Sepakbola memang bak punya kuasa magis untuk menimbulkan passion alias gairah tersendiri. Bill Shankly, salah seorang manajer tersukses di Liga Inggris, pernah berkata, “Some people think football is a matter of life and death. I assure you, it’s much more serious than that.”

Continue reading ““Sepakbola adalah agama saya…””

Tekad Perubahan Sepakbola Indonesia

Para wartawan senior berada di balik buku reformasi sepakbola yang digagas Arifin Panigoro.

Di lantai 28 Gedung Energi, kawasan bisnis Sudirman, Kamis (5/8), sebuah buku diluncurkan dalam suasana semarak. Kemewahan terlihat, selain dari lokasi acara di jantung Jakarta, juga dari desain acara yang teratur, dan ketatnya pengamanan menuju lokasi pertemuan. “Iya dong, jangan sampai ada preman Nurdin Halid masuk, seperti saat peristiwa Kongres Sepakbola Nasional di Malang,” kata Yon Moeis, wartawan olahraga Tempo yang menyampaikan undangan menghadiri acara itu. Panitia acara ini, para jurnalis olahraga senior dan juga staf humas Grup Medco, menyambut tamu dalam balutan jersey merah, kostum timnas sepakbola Indonesia.

Continue reading “Tekad Perubahan Sepakbola Indonesia”