Nasihat Jokowi untuk Timnas ABG Kita

“Yang pasti kami semua berharap bertemu Pak Presiden Joko Widodo.”
Ucapan itu tercetus dari David Maulana, kapten tim nasional Indonesia U-16 usai menjuarai Piala AFF.

Dalam rentang setahun, tim asuhan Fakhri Husaini sukses mengumpulkan tiga piala. Selain menjadi jawara kelas Asia Tenggara, ‘Garuda Asia’ menjadi yang terbaik di Tien Phong Plasctic Cup Vietnam serta turnamen Jenesys 2017 Jepang. Continue reading “Nasihat Jokowi untuk Timnas ABG Kita”

Suporter Militan di Sekitar Luis Milla

Anak muda berbadan tegap itu gelisah melihat ‘pasukan’ di sekitarnya beberapa menit belakangan duduk monoton, menyaksikan pertandingan sepak bola bak nonton wayang. Ia berinisiatif ke depan tribun, sedikit naik pijakan dan bersandar di pagar pembatas. Sejurus kemudian, suara lantangnya berteriak memberi komando untuk ditirukan kawan-kawannya, “I-ndo-ne-sia… I-ndo-ne-sia…”

Lagu-lagu ‘klasik’ suporter sepakbola pun meluncur darinya sebagai dirijen, diikuti dentum drum bertalu-talu. Ada chant ‘Garuda di Dadaku’, juga ‘Ayo Indonesia’, yang awalnya berasal dari ‘Vamos… Vamos Chile’ dan mulai dinyanyikan Aremania sejak 1997.

Continue reading “Suporter Militan di Sekitar Luis Milla”

Timnas Abal-Abal

Alfred Riedl di GBK. Dari negeri kecil Austria menjadi harapan Indonesia. (foto: tribunnews.com)

Kembalikan timnas merah putih sebagai sekumpulan pemain terbaik Indonesia.

Pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl mengumumkan 25 pemain timnas Pra Piala Dunia 2014 dan 25 pemain timnas U-23 untuk gelaran Piala AFF Junior. Berita besarnya kembali menyorot ogahnya Riedl memanggil pemain ber-KTP Liga Primer Indonesia (LPI). Produk LPI tak hanya Irfan Bachdim, selebritis bola kita yang selalu jadi sasaran utama kamera, tapi juga sederet nama lain. Ada Kim Jeffrey Kurniawan (Persema), Syamsul Arif (Persibo), Sansan Fauzi, Hendra Bayauw (Jakarta FC), Rendy Kurniawan, Taufik, Andik Vermansyah (Persebaya), dan nama-nama lain.

Continue reading “Timnas Abal-Abal”