“Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.“ Mazmur 121:1-8
Pemazmur pun pernah berada dalam titik terendah dalam hidupnya. Akhirnya, ia menyadari pertolongan datang dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Inilah ekspresi iman pemazmur.
Ia menyadari kondisi dirinya, sadar pada kebutuhan akan Tuhan. Ini bukan kelemahan, tapi titik awal pada kekuatan sejati.
Gunung merupakan lambang penyembahan dewa, tapi juga tempat lambang kediaman Allah.
Tuhan penjaga yang tak pernah terlelap. Penjagaan Tuhan dekat dan melindungi dari segala ancaman. Tuhan menjaga kita dekat sekali, sangat dekat, ibarat bayangan yang melekat pada diri kita. Penjagaan itu menyeluruh dan kekal.
Menjaga terhadap segala kecelakaan, menjaga keluar masuk kita, dan segala aktivitas kita. Dari sekarang sampai selama-lamanya.
Iman mempercayai sebelum terjadi.
Pertama, ketika kesesakan memimpa percayailah janjiNya.
Kedua, harapkan pertolongan dari padaNya.
Ketiga, tetap tenang karena penyertaanNya.
Keempat, tetap lakukan bagian kita dalam hikmatNya.

