Membuat Film yang Dikenang Banyak Orang

Dalam buku ‘Menjadi Indonesia’, produser dan pemilik Visinema Pictures Angga Dwimas Sasongko menirukan pernyataan Andibachtiar Yusuf. “Gua butuh karya yang bisa diingat orang secara universal, tanpa ada batasan budaya dan geografis. Gua yakin Love for Sale lah barangnya,” kata Ucup –panggilan sutradara yang telah menghasilkan tiga karya fiksi panjang, tiga documenter panjang dan beberapa film pendek itu.

Continue reading “Membuat Film yang Dikenang Banyak Orang”

La La Land, ‘Urung’ Menang Oscar dan Promosi Gratis Indonesia

Dalam sebuah pengumuman yang konyol, La La Land tak jadi meraih penghargaan ‘Best Picture’ Academy Award 2017. Tapi, scene meng-endorse pariwisata Indonesia tetap tak akan terlupa.

Epik benar pengumuman pemenang tertinggi Academy Awards 2017 di Dolby Theatre, Los Angeles, Amerika Serikat, Senin pagi, 27 Februari 2017 Waktu Indonesia. Sebagaimana dituliskan CNN Indonesia, duo artis senior Warren Beatty dan Faye Dunaway sempat menyebut La La Land sebagai pemenang Best Picture alias Film Terbaik 2017.

Continue reading “La La Land, ‘Urung’ Menang Oscar dan Promosi Gratis Indonesia”

Film “Pantja-Sila”: Gagasan Besar Bung Karno Menyatukan Bangsa Majemuk

JAKARTA – Bertajuk ‘Pantja-Sila, Cita-Cita & Realita’, sebuah film dokumenter pidato Bung Karno tentang lahirnya Pancasila sebagai filosofi bangsa direncanakan diputar di jaringan bioskop XXI pada 17 Agustus 2016, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71.

Film berdurasi 80 menit ini adalah hasil produksi Jakarta Media Syndication & Gepetto Productions, disutradarai oleh Tino Saroengallo dan Tio Pakusadewo. Tio, peraih Piala Citra 1991, sekaligus berperan sebagai Bung Karno, satu-satunya aktor dalam film ini.

Continue reading “Film “Pantja-Sila”: Gagasan Besar Bung Karno Menyatukan Bangsa Majemuk”

Film Kedua Habibie dan ‘What Do You Expect’…

Membawa nama besar film pertamanya, Rudy Habibie alias Habibie & Ainun 2 seperti kelimpungan menggendong beratnya beban itu.

Habibie & Ainun, dirilis pada akhir 2012, memang fenomenal. Film yang dibintangi duo Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari (BCL) itu sukses menembus 4 juta jumlah penonton, sekaligus masuk dalam short-lists film Indonesia terlaris sepanjang sejarah. Didahului novel berdasar kisah nyata berjudul serupa yang terjual hingga ratusan ribu eksemplar, film Habibie & Ainun begitu menggetarkan loket-loket gedung bioskop. Bahkan termasuk ‘Cinta Sejati’, lagu tema yang juga dinyanyikan BCL, seolah menjadi lagu abadi.“Saat aku tak lagi di sisimu Ku tunggu kau di keabadian… Cinta kita melukiskan sejarahMenggelarkan cerita penuh suka cita… Sehingga siapa pun insan TuhanPasti tahu cinta kita sejati…”

Continue reading “Film Kedua Habibie dan ‘What Do You Expect’…”

Satu dalam Kita

“Sesuatu yang besar itu harus dijemput… bukan ditunggu” – Film pendek ‘Satu dalam Kita’ by Google Indonesia

Rayuan Pulau Palsu: Sebuah Dokumenter Perlawanan

Rayuan Pulau Palsu diputar tepat saat momen pro-kontra reklamasi pantai bergulir. Mengingatkan janji pemimpin terpilih.

Film dokumenter ini dibuka dengan janji-janji Joko Widodo usai resmi terpilih sebagai presiden ketujuh Indonesia berdampingan dengan Jusuf Kalla. 22 Juli 2014, saat menyampaikan pidato kemenangan di atas kapal pinisi bernama Hati Buana Setia di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Jokowi kembali menekankan tekadnya membangun sisi maritim Indonesia.

Continue reading “Rayuan Pulau Palsu: Sebuah Dokumenter Perlawanan”

Transcendence dan Hidup Sesudah Mati

Transcendence (2014), film yang bercerita dari berbagai aspek: teknologi, futuristik, hubungan suami-isteri satu profesi, dan ada pula perspektif kehidupan setelah kematian.

Seorang jurnalis, atau siapa saja yang ingin terus mengembangkan pikirannya, disarankan untuk rajin nonton film. Tentu bukan sembarang film, tapi sinema yang mampu mengasah logika dan rasa.

Mungkin saya terlambat menyaksikan Transcendence, film produksi Alcon Entertainment dan didistribusikan Warner Bross. Thank’s untuk teknologi HBO on Demand pada Indihome Useetv yang memungkinkan dapat menikmati film berdurasi hampir dua jam ini.

Continue reading “Transcendence dan Hidup Sesudah Mati”

Papua, Surga Kecil Jatuh ke Bumi…

Setiap ada problem di Tanah Papua, entahlah itu penembakan, kerusuhan antar umat, atau perselisihan sumber energi, seringkali penyelesaian hanya lewat adu bicara di layar talk show televisi atau seminar. Akar permasalahan harus ditengok lebih cermat.

http://www.youtube.com/watch?v=zWOG3PlVeSE

Di studio sebuah stasiun televisi di Jakarta –yang seperti tanpa henti mem blow- up pasca insiden di Kabupaten Tolikara- seorang pemuka asal Papua berucap dengan berapi-api, “Yang penting itu adat. Sebelum ada pemerintahan ada gereja, dan sebelum ada gereja, adat sudah ada terlebih dulu…”

Continue reading “Papua, Surga Kecil Jatuh ke Bumi…”

Cahaya dari Timur, Sepak Bola Penawar Tawur

Di tengah kisruh sepak bola nasional berlarut-larut, di tengah tercabiknya kerukunan antar umat beragama, Cahaya dari Timur hadir membawa kedamaian.

http://www.youtube.com/watch?v=kJCGnUKj-C4

Sudah lama ingin menonton film terbaik Piala Citra 2014 ini, akhirnya kesampaian juga. Diangkat dari kisah nyata, Film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku sejak awal mengambil pilihan untuk menghadirkan gambaran kondisi yang sebenarnya berdasarkan cerita nyata. Pendekatan sosial budaya dan akurasi fakta menjadi elemen penting dalam pengerjaan film yang tema utamanya ditegaskan dalam satu kalimat: merangkai persaudaraan -dalam konflik agama- lewat sepak bola.

Continue reading “Cahaya dari Timur, Sepak Bola Penawar Tawur”