I am Legend

Robert Neville, seorang ilmuwan cerdas berprofesi sebagai ahli virus, menjadi orang terakhir yang mampu bertahan hidup di dunia, setelah serangan penyakit amat mematikan. Dalam sunyi, ia lalu berkeling kota New York dengan berjalan kaki sembari berteriak, “Is anyone out there? Please….”

Itulah cukilan film ‘I Am Legend’ yang diperankan apik oleh Will Smith pada 2007 silam.

Awal Oktober 2018, suasana tak kalah nestapa terlukis di Sulawesi Tengah. Dua kali dalam empat hari,  Presiden Jokowi menyusuri puing-puing bencana gempa bumi yang datang berlipat bersama tsunami dan likuifaksi.

Menapakkan langkah satu demi satu, Jokowi berjalan mendatangi Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Pantai Talise, Perumnas Balaroa, Petobo, Hotel Roa-Roa, Rumah Sakit Wirabuana, Rumah Sakit Undata, Lapangan Vatulemo, hingga sampai pula ke Donggala. Continue reading “I am Legend”

Membuat Film yang Dikenang Banyak Orang

Dalam buku ‘Menjadi Indonesia’, produser dan pemilik Visinema Pictures Angga Dwimas Sasongko menirukan pernyataan Andibachtiar Yusuf. “Gua butuh karya yang bisa diingat orang secara universal, tanpa ada batasan budaya dan geografis. Gua yakin Love for Sale lah barangnya,” kata Ucup –panggilan sutradara yang telah menghasilkan tiga karya fiksi panjang, tiga documenter panjang dan beberapa film pendek itu.

Continue reading “Membuat Film yang Dikenang Banyak Orang”

La La Land, ‘Urung’ Menang Oscar dan Promosi Gratis Indonesia

Dalam sebuah pengumuman yang konyol, La La Land tak jadi meraih penghargaan ‘Best Picture’ Academy Award 2017. Tapi, scene meng-endorse pariwisata Indonesia tetap tak akan terlupa.

Epik benar pengumuman pemenang tertinggi Academy Awards 2017 di Dolby Theatre, Los Angeles, Amerika Serikat, Senin pagi, 27 Februari 2017 Waktu Indonesia. Sebagaimana dituliskan CNN Indonesia, duo artis senior Warren Beatty dan Faye Dunaway sempat menyebut La La Land sebagai pemenang Best Picture alias Film Terbaik 2017.

Continue reading “La La Land, ‘Urung’ Menang Oscar dan Promosi Gratis Indonesia”

Film “Pantja-Sila”: Gagasan Besar Bung Karno Menyatukan Bangsa Majemuk

JAKARTA – Bertajuk ‘Pantja-Sila, Cita-Cita & Realita’, sebuah film dokumenter pidato Bung Karno tentang lahirnya Pancasila sebagai filosofi bangsa direncanakan diputar di jaringan bioskop XXI pada 17 Agustus 2016, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71.

Film berdurasi 80 menit ini adalah hasil produksi Jakarta Media Syndication & Gepetto Productions, disutradarai oleh Tino Saroengallo dan Tio Pakusadewo. Tio, peraih Piala Citra 1991, sekaligus berperan sebagai Bung Karno, satu-satunya aktor dalam film ini.

Continue reading “Film “Pantja-Sila”: Gagasan Besar Bung Karno Menyatukan Bangsa Majemuk”

Film Kedua Habibie dan ‘What Do You Expect’…

Membawa nama besar film pertamanya, Rudy Habibie alias Habibie & Ainun 2 seperti kelimpungan menggendong beratnya beban itu.

Habibie & Ainun, dirilis pada akhir 2012, memang fenomenal. Film yang dibintangi duo Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari (BCL) itu sukses menembus 4 juta jumlah penonton, sekaligus masuk dalam short-lists film Indonesia terlaris sepanjang sejarah. Didahului novel berdasar kisah nyata berjudul serupa yang terjual hingga ratusan ribu eksemplar, film Habibie & Ainun begitu menggetarkan loket-loket gedung bioskop. Bahkan termasuk ‘Cinta Sejati’, lagu tema yang juga dinyanyikan BCL, seolah menjadi lagu abadi.“Saat aku tak lagi di sisimu Ku tunggu kau di keabadian… Cinta kita melukiskan sejarahMenggelarkan cerita penuh suka cita… Sehingga siapa pun insan TuhanPasti tahu cinta kita sejati…”

Continue reading “Film Kedua Habibie dan ‘What Do You Expect’…”