Kalimantan Barat provinsi amat luas. Pengalaman Heriyanto dari wartawan majalah kampus, penulis pemula sampai pemimpin redaksi Pontianak Post membuatnya paham sisi-sisi kemanusiaan mana saja yang perlu diangkat dari Bumi Khatulistiwa ini.
Continue reading “Menenun Kehidupan, Rangkuman Kisah Humanis Kalbar ala Heriyanto”Sendiri dan ‘Lorong Waktu‘
Buku ke-24 Tere Liye yang saya tuntaskan. Berkisah tentang kesendirian seorang lelaki 70 tahun yang shock ditinggal meninggal isteri yang dicintai banyak orang.
Bambang tertegun saat isterinya, Susi, meninggal. Empat anak perempuannya kembali ke rumah dari berbagai penjuru dunia. Keluarga yang sukses, dengan kenangan indah. Dari jatuh bangun gagal berusaha, berakhir sukses sebagai pengusaha teknologi otomatis.
Continue reading “Sendiri dan ‘Lorong Waktu‘”Legacy YES Membangun Lamongan
Buku ’Jejak Langkah Mencapai Asa Kejayaan’ menggambarkan kerja keras Bupati Lamongan bekerja untuk rakyatnya Yuhronur Effendi. ’Megilan’, istilah khas culture value atau nilai budaya khasnya.
Saya berterima kasih kepada sahabat saya Rosnindar ’Rossi’ Raharjo yang memberikan buku setebal 227 halaman ini langsung dari tokohnya.
Continue reading “Legacy YES Membangun Lamongan”Kisah Pengawasan Pemilu 2024, Legacy Bawaslu Tamiang di Tangan Jurnalis Senior
Sebuah organisasi dalam periode tertentu sebaiknya memiliki ‘legacy’. Apa yang dihasilkan selama kurun waktu berjalannya kepercayaan diemban. Akan lebih baik jika pencapaian itu didokumentasikan sebagai warisan para penerus kelak.
Bawaslu atau Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Aceh Tamiang punya banyak kisah pada pelaksanaan Pemilu 2024. Ketua Bawaslu Imran, yang sudah dua periode di lembaga ini, punya gagasan -dan merealisasikannya- dalam buku biru setebal 158 halaman.
Continue reading “Kisah Pengawasan Pemilu 2024, Legacy Bawaslu Tamiang di Tangan Jurnalis Senior”Tamasya Bola, Menulis Sepak Bola Mengalir ala Darmanto Simapea
Tulisan buku ini mengalir dan kaya referensi. Seperti tulisan Romo Sindhunata di Kompas, atau opini Rob Hughes yang jadi panutannya di tabloid Bola.
Berterima kasih secara khusus untuk Felix Dass yang memberikan bonus tambahan buku ini sebagai paket hadiah tebak skor kemenangan Liverpool. Dengan membaca buku ini, gairah menulis dengan mengalir kembali muncul.
Continue reading “Tamasya Bola, Menulis Sepak Bola Mengalir ala Darmanto Simapea”Review Buku: Lepaskanlah Kami dari yang Jahat, Membuat Setan Minggat dari Diri Kita
Mendapat buku ini langsung dari penulisnya, eks Direktur, Staf Senior, Penginjil dan Pendeta Misi Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) Didik Rohadi.
Banyak berkisah tentang pelayanan melepaskan keterikatan pada roh jahat atau dosa okultisme.
Continue reading “Review Buku: Lepaskanlah Kami dari yang Jahat, Membuat Setan Minggat dari Diri Kita”Seporsi Mie Ayam Sebelum (Tak Jadi) Mati
Brian Khrisna kembali menghadirkan kisah getir orang terpinggir. Dari sini kita belajar, bagaimana hidup harus disyukuri. Seberapapun kelam itu.
Saya butuh sepanjang perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta ke Yogyakarta International Airport dan hari-hari sesudahnya, untuk menamatkan buku 208 halaman karya Brian Khrisna ini: Sepotong Mie Ayam Sebelum Mati. Di halaman setelah cover saya tulis coretan: ”Begitulah hidup… berani hidup tetap lebih baik daripada berani mati…”
Continue reading “Seporsi Mie Ayam Sebelum (Tak Jadi) Mati”‘Succes Story’ Para Perompak dan Kemenangan Perencanaan
Buku keduapuluh tiga Tere Liye yang saya baca. Judulnya ’Yang Telah Lama Pergi’. Berkisah tentang komunitas bajak laut dalam misi-misi ‘kemanusiaan’ memerangi musuhnya. Cerita epik, sejarah, dan lebih penting: strategi meraih kemenangan dalam hidup.
Kisah buku setebal 442 halaman ini memang tentang perjalaan bajak laut. Perompak. Dari angle seorang pembuat peta bernama Mas’ud alias Al Baghdadi yang nyasar masuk ke kapal bajak laut dan sempat dituduh mata-mata.
Continue reading “‘Succes Story’ Para Perompak dan Kemenangan Perencanaan”Sebelas Menuju Madrid
Buku keduapuluh dua Tere Liye yang saya. Judulnya ‘Sebelas’. Setebal 442 halaman. Membuka seloroh lama, “Masak sih dari sekian ratus juta penduduk Indonesia tak bisa menemukan sebelas pemain sepak bola terbaik yang bisa membanggakan Indonesia di pentas dunia?”
Ceritanya mengalir. Dari seorang bule dikejar-kejar imigrasi, menyusup ke lapangan bola, bertemu teman sekaligus rival lama, sampai membentuk tim menuju kejuaraan bergengsi U-17 di Madrid.
Continue reading “Sebelas Menuju Madrid”’Daun yang Jatuh’ dan Kisah Malaikat Pengubah Hidup
Buku keduapuluh satu Tere Liye yang saya tamatkan. Genrenya roman. Tentang perjuangan hidup yang ‘too good to be true’. Dan tentang bagaimana seni mengungkapkan perasaan suka.
Judulnya ‘Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin’, 256 halaman tebalnya. Alurnya kilas balik. Maju mundur. Cerita dari dua bersaudara, Tania dan Dede. Bersama seorang ibu tunggal.
Continue reading “’Daun yang Jatuh’ dan Kisah Malaikat Pengubah Hidup”