Negara Hadir dalam Mudik 2018                  

Frase ‘Negara Hadir’ seolah menjadi jawaban dari seringnya narator berita program current affair televisi yang sering kali mengakhiri kisah panjang tentang kondisi buruk negeri ini –dari maraknya pelecehan seksual, curanmor sampai kisah pemain bola yang gajinya tak dibayar- dengan kalimat klise, “Lalu di mana negara saat peristiwa ini terjadi?

Continue reading “Negara Hadir dalam Mudik 2018                  “

Menghilangkan Trauma Intoleransi dengan Gambar Toleransi

Minggu, 11 Februari 2018 adalah sebuah tragedi saat terjadi penyerangan di Gereja St. Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta. Teringat jelas, siang itu saya sedang memainkan laptop di lantai atas rumah, sembari bermain bersama sepasang buah hati yang kadang pengen gantian menggunakan komputer jinjing ini untuk permainan online.

Continue reading “Menghilangkan Trauma Intoleransi dengan Gambar Toleransi”

Wisata Alam dan Sejarah, Jangan Terus Wisata Mal

Jadi, setelah tiba di tempat tujuan liburan nan jauh dari ibukota tempat biasa bersibuk mencari rupiah, ke mana akhirnya hari-hari wisata diarahkan?

Sungguh terlalu, jika sudah jauh-jauh ke Yogyakarta -misalnya- tapi di sana tetap saja yang dituju adalah pusat perbelanjaan. Apalah sebenarnya beda Ambarrukmo Plaza dan Lippo Plaza di Jalan Adi Sutjipto, Jogja City Mall di Jalan Magelang, atau Mall Malioboro dibandingkan Grand Indonesia, Pacific Place, Senayan City, FX, Pejaten Village dan lain-lain. Bukankah pada dasarnya semua mall yang itu hakikatnya sama, yakni menumbuhkan budaya konsumerisme?

Continue reading “Wisata Alam dan Sejarah, Jangan Terus Wisata Mal”

Istana Gedung Agung Yogyakarta

Di dalam Gedung Agung ini Ibu Fatmawati yang hamil tua melahirkan Megawati Soekarnoputri pada Januari 1947.

Kota Yogyakarta mempunyai peran penting dalam revolusi. Ketika Belanda melakukan agresi militer Januari 1946,  untuk menduduki kembali Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia mengungsi ke Yogyakarta. Presiden Sukarno dan Moh Hatta lalu memimpin pemerintahan dari Yogyakarta.

JpegGedung Agung dibangun sebagai kediaman resmi Residen pada Mei 1824 ketika Residen Anthonie Hendriks Smissaert memegang jabatan. Gubernur Jenderal di Batavia menunjuk seorang arsitek bernama A.A.J. Payen yang juga guru seni lukis Raden Saleh untuk membuat desain gedung.

Continue reading “Istana Gedung Agung Yogyakarta”

Antara Serpong, Yogya, dan Batam

Video perjalanan dua mahasiswi dibawa ke dua destinasi wisata berbeda. Terlalu banyak menonjolkan wajah pembawa acara, daripada keindahan lokasi yang dituju.

Sepuluh mahasiswa dalam kelompok mata kuliah Editing dan Pasca Produksi Televisi ini mengemas tema travelling ‘Beautiful Indonesia’. Hanna Maria, Michael Riwoe, Eunike Olivia, Arvia Benita, Venny Firstyani, Putri Helena, Mizan Amalia, Ajeng Sri, Indriyana Milantika, dan Dwinita Mardani bersepakat menggabungkan pesona Yogyakarta dan Batam dalam sebuah rangkaian cerita.

Continue reading “Antara Serpong, Yogya, dan Batam”

Kreatif Memotret Narsisme

Studio Sinten Yogyakarta pintar mencari peluang bagaimana mengabadikan kenangan dengan cara berbeda.

Berempat menerobos masa lalu. Foto kenangan dalam nuansa jadul.
Berempat menerobos masa lalu. Foto kenangan dalam nuansa jadul.

Awalnya, kami melihat dari luar. Jalan raya menuju Tugu, ikon kota Yogyakarta. Sekilas, studio itu nampak unik. Tak sekadar menawarkan sebagai sarana berpose dalam grup, keluarga misalnya. Tapi juga melengkapi diri dengan busana tradisional (wardrobe) dan juga latar belakang (backdrop) bernuansa kuno. Tak salah, Sinten yang berlokasi di Jl Diponegoro, depan Pasar Kranggan, Yogyakarta itu memilih tagline ‘studio foto jang bernoeansa tradisionil Djogja tempo doeloe’.

Pemilik sekaligus fotografer Sinten, Toni Handoko, bercerita, berbagai item barang di Sinten sebagian merupakan koleksi keluarganya. Misalnya, radio tua, rokok jadul, lukisan, topeng, dan juga sangkar burung. “Tapi, barang-barang lain ada yang harus saya hunting ke berbagai tempat,” kata Toni. Ia merujuk pada pintu, jendela, dan berbagai interior lain.

Continue reading “Kreatif Memotret Narsisme”

Jalur sepeda Yogya: Inisiatif yang belum optimal

Yogya punya jalur sepeda dan jalan alternatif khusus bagi bikers. Optimalkah pemanfaatannya?

Jalan alternatif sepeda. Masih banyak belum dimanfaatkan dan diserobot pengendara motor.

Lebih setahun Pemerintah Kota Yogyakarta menunjukkan kepeduliannya bagi pesepeda dengan menyediakan “jalur sepeda” dan jalan alternatif pesepeda. Hampir di setiap ruas jalan strategis kota Yogyakarta terdapat lajur di sebelah kiri yang khusus dikosongkan untuk para pesepeda, serta petunjuk yang mengarahkan pesepeda menuju jalan alternatif. Tapi, apakah kebijakan itu telah efektif?

Continue reading “Jalur sepeda Yogya: Inisiatif yang belum optimal”