Kembali bertemu Imran. Kali ini di Jakarta. Tak bisa langsung pulang karena kondisi banjir bandang Sumatra.
Selang dua bulan, jumpa lagi dengan Ketua Bawaslu Aceh Tamiang Imran. Kolega sesama eks jurnalis kontributor Tempo di daerah. Kalau pertemuan lalu di Aceh Tamiang, kali ini, Imran yang ke Jakarta untuk acara kelembagaannya. Rapat di kantor pusat Bawaslu, Jl MH Thamrin.
Standar saya menjamu ‘tamu agung‘ dari daerah kembali berlaku. Naik MRT dari ujung ke ujung dan balik lagi. Usai menikmati makan malam di resto khas Aceh ‘Warkop Agam Thamrin‘, kami pun menuju MRT dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia.
Semalam itu, penumpang MRT tak seramai jam kerja. Kami pun bisa dapat tempat duduk dan ambil konten sepuasnya.
”Jadi, Ketua Imran, dengan adanya MRT ini, kita sudah seperti negara maju. Apa yang harus diperbaiki Indonesia agar pada 2045 sudah benar-benar jadi negara maju selain infrastruktur seperti ini,” pancing saya dalam video pendek.

Ayah tiga anak itu menjawab,
”Kalau sudah MRT, jalan di tempat lain harus bagus. Infrastruktur harus merata, jangan hanya di Jakarta. Secara sumber daya manusia, pemerintah harus tingkatkan pendidikan, dan lebih banyak pelatihan serta evaluasi bagi guru,” katanya.
Esoknya, ia pulang ke Aceh. Sayang, tak bisa langsung pulang. Dari Bandara Kualanamo Medan, tersendat banjir bandang. Bahkan, komunikasi dengan keluarga pun terputus. Karena akses jalan tak tersambung, Imran menginap di hotel kecil ring road Medan.
Doa terbaik, semoga segera ada kabar, bisa bersua anak isteri dan semua baik-baik saja.
Panjang umur perjuangan, maju terus Aceh Tamiang!

