Homeland Season Tiga: Akhir Tragis Nicholas Brody

Nicholas Brody, salah satu tokoh sentral dari serial Homeland, berakhir dengan kepala digantung di Teheran. Dari hero, zero, hero, zero dan mati sebagai hero, ’bintang yang tak dihitung’.

Cepat sekali saya menyelesaikan Homeland season tiga. Ya, karena saking sukanya. Sambil mengayuh sepeda statis di gym, sambil menikmati pesanan makanan di kafe, dan juga di momen-momen konsentrasi depan televisi atau laptop.

Serial televisi Homeland -disiarkan di tv kabel ’Showtime’ Amerika Serikat dalam 96 episode selama 2011 hingga 2020- diilhami dari drama thriller Israel ’Prisoners of War (Hatufim), juga karya Gideon Raff.

Season ketiga, juga delapan episode, berkisah tentang nasib Brody dan Carrie Mathison. Terutama setelah ledakan hebat di Markas CIA menewaskan lebih dari 200 orang menjadi ending season dua. Brody dilepas Carrie menyeberangi perbatasan AS-Kanada. Dari situ, Brody tiba-tiba ada di Caracas, Venezuela. Kok ya, bisa sama momennya dengan saat Donald Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, awal Januari 2028.

Homeland Musim 3 (2013) berfokus pada konsekuensi pemboman Langley, menjadikan Brody buronan, sementara Carrie yang hamil bekerja di bawah tekanan besar untuk membuktikan ketidakbersalahannya, melibatkan dirinya dalam infiltrasi ke Iran melalui agen Majid Javadi.

Setelah dipulangkan dari Venezuela dan dilepaskan dari ketergantungan pada heroin sebagai obat pereda sakitnya, Brody mendapat tawaran memulihkan reputasi untuk menjadi agen AS ke Iran. Caranya, ia seolah menjadi pengkhianat negaranya, demi bisa membunuh pimpinan bersenjata Iran, Danesh Akbari.

Brody berhasil membunuh pejabat Iran tetapi terjebak. CIA berencana membnuhnya, dan tak menyelamatkannya dari ancaman hukuman gantung, Meskipun Carrie berusaha mencegahnya, Brody dieksekusi di Iran, sebuah peristiwa yang menjadi puncak dramatis season ini.

Paling mengharukan, Carrie dengan diam-diam menambahkan bintang perlambang Brody dalam penghormatan di dinding markas CIA.

Matinya Brody, dan suksesnya skenario menaikkan jabatan Javadi menggantikan Akbari menghasilkan dampak besar: keterbukaan Iran pada akses senjata nuklirnya, demi pencabutan sanksi ekonomi pada negara itu.

Inilah kehidupan. Kadang sukses tapi tak diapresiasi. Meski keberhasilan itu menghasilkan dampak besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.