Jalan-jalan ke Mal Pondok Indah. Menemukan tempat nongkrong yang asyik.
Apa beda konsep resto dan kafe? Resto ya buat makan. Setelah makanan selesai disantap, tak baik lama-lama duduk di situ. Sementara kafe, konsepnya bisa nongkrong agak lama. Bisa sambil ngobrol dengan relasi, atau buka laptop sembari kerja ini itu.
Setelah jalan untuk beberapa keperluan di Mal Pondok Indah, aduh sudah lama sekali tak ke sini sampai tak tahu betapa ’terdzaliminya’ nasib pengguna motor yang lokasi pakirnya nun jauh, akhirnya ketemu juga tempat nongkrong yang oke. People’s Cafe, alias ’Warungnya Orang-Orang’.

”Yang punya salah satu pendiri Ismaya Group,” kata pelayannya. Cukup banyak berinteraksi dengan beberapa waiter. Ada Fajar, dan juga Aulia. Kafe ini segrup dengan ’Djournal’ dan ’Kitchennete’. Ada sekitar 40-an lokasi di Jakarta. Dari Gandaria City, Kuningan, Central Park, Pacific Place, Blok M, hingga Bintaro Exchange. Di luar Jakarta ada di Depok, Bali, Surabaya, Tangerang, Sidoarjo, Serang, Lampung, Palembang, Medan, Padan, Manado hingga Makassar.
Kelemahannya, akses internet gratis tak bisa lama tersambung. Harus join ulang tiap 10 menit. Menunya jangan ditanya, beraneka ragam: tahu telor, nasi goreng guyur, nasi goreng lidah, nasi gila, bakso digoreng dadakan, roti goreng, pastel, tahu lada garam, lontong sayur, siomay abang-abang, dan lain-lain.
Cocoklah, nongkrong dan ber-social relations di sini!





