Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) bertekad memberikan kontribusi menuju Indonesia Emas 2045 bukan hanya dalam bentuk wacana, tetapi nyata dalam kehidupan jemaat, kampus, dan komunitas lokal di seluruh Indonesia, termasuk di Papua.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Nasional Perkumpulan Senior (PNPS) GMKI 2025-2028 dalam pidato serah terima jabatan dan pelantikan PNPS GMKI yang terangkai dengan Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Minggu, 11 Januari 2026 di Ballroom Grha Oikumene PGI, Jakarta.
”Kepengurusan ini mengusung visi ’Bersatu Melayani lewat Peran Senior GMKI untuk Mewujudkan Damai Sejahtera di Bumi Indonesia. Visi ini tidak datang dari ruang kosong, agar para senior sungguh menjadi penopang bagi GMKI dan bagi tiga medan pelayanan: gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat,” paparnya.
Dari visi inilah, William menjelaskan, muncul tiga misi, yang merupakan penjabaran dari tugas pokok Perkumpulan Senior sebagaimana tertulis dalam Anggaran Dasar. Tiga misi itu terbagi dalam 3K, 2D, dan 2P: Komunikasi, Kolaborasi, Kebersamaan, kemandirian Daya dan Dana, serta PNPS sebagai ’Platform Penggerak.’
”Bangsa ini sedang menapaki jalan panjang menuju Indonesia Emas 2045. Kalau Indonesia ingin keluar dari middle income trap, kita perlu bertumbuh secara konsisten di atas 6 persen dalam jangka panjang. Namun kita juga sadar, pertumbuhan ekonomi tidak otomatis berarti keadilan,” ungkap pria yang kenyang pengalaman di dunia profesional, teknorat, birokrasi, dan akademisi ini.
William mengingatkan, di banyak tempat, masih ada kantong-kantong kemiskinan, baik di desa terpencil maupun pinggiran kota besar, dan secara khusus wilayah timur Indonesia.
“Kita menghadapi paradoks ketidakadilan yang menyakitkan: Papua adalah salah satu daerah terkaya sumber daya alam, tetapi juga termasuk yang termiskin dari sisi pembangunan manusia. Ekonomi Papua dan Maluku, dua wilayah yang luas daratan dan lautnya 40 persen Indonesia, namun PDB nya hanya dua persen dari total nasional,” jelasnya.
Di sinilah William menekankan peran GMKI dan Perkumpulan Senior menuju 2045, untuk membantu membentuk generasi pemimpin yang mengerti bahwa pertumbuhan harus adil dan inklusif. Selain itu, GMKI dan PNPS harus memberi perhatian khusus kepada wilayah seperti Papua. ”Bukan hanya sebagai ’isu nasional’, tetapi sebagai saudara dan bagian tubuh kita sendir. Pembangunan yang menghormati martabat orang asli Papua, menjaga kelestarian ciptaan, menumbuhkan damai sejahtera, bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan,” tegasnya.
Sebanyak 45 pengurus yang dilantik menjadi simbol Perkumpulan Senior GMKI ingin menempatkan diri sebagai bagian dari perjalanan Indonesia sejak Proklamasi 1945, hingga menuju Indonesia Emas 2045.
”Sebagaimana GMKI ikut memberi peran dalam perjalanan bangsa di masa awal kemerdekaan, kita berharap semangat GMKI—melalui para seniornya— tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa seratus tahun kemudian,” pungkas William.
Ketua Umum PNPS periode sebelumnya, Febry Calvin Tetelepta, menyebut komposisi kepengurusan kali ini sebagai ’the dream team’.
”Tetap jaga eksistensi netralitas dari semua kepentingan politik, meski kita harus akui dengan pilihan netral itu membawa konsekuensi ruang kita jadi agak sempit. Di sinilah butuh keluwesan dan kecerdasan pemimpin organisasi membawa PNPS tetap berjalan tanpa didikte siapapun,” pesannya.
Febry berharap PNPS bisa fokus berjuang di tengah kondisi bangsa yang tidak baik-baik saja akibat kebijakan pemotongan anggaran, dan berdampak pada daerah-daerah kantong Kristen terutama di kawasan timur Indonesia.
Sekretaris Umum Pengurus Pusat GMKI Jessica menyebut hubungan PNPS dan GMKI bak ’kakak adik’. ”Senior merupakan abang dan kakak tempat kami belajar tentang keberanian dan kesetiaan dalam berorganisasi. Kami memandang PNPS sebagai mitra strategis dalam membangun GMKI melalui berbagai program kolaborasi nyata,” kata Jessica Warouw.
Pelantikan PNPS GMKI 2025-2028 dihadiri Ketua Umum PGI Jacklevyn Frits Manuputty, Sekretaris Umum PGI Darwin Darmawan, Rektor UK Satya Wacana Intiyas Utami, Sekum LAI Sigit Triyono, Sekjen PIKI Audy Wuisang, hakim konsitusi Daniel Yusmic Foekh, senior-senior GMKI lain, serta anggota DPR RI yang juga Wasekjen PB Ikatan Alumni PMII Zainul Munasichin.
Struktur Organisasi PNPS GMKI 2025-2028
Ketua Umum: William Sabandar (senior dari cabang Makassar)
Sekretaris Jenderal: Pdt. Jeirry Sumampow (Jakarta)
Wakil Sekjen I– Internal dan Organisasi: Alui Marunduri (Jakarta)
Wakil Sekjen II – Program & Kolaborasi: (Desi Datang, Tobelo)
Wakil Sekjen III – Administrasi, Hukum & Digital: Rendy Umboh (Tondano)
Wakil Sekjen IV – Pelayanan & Atensi Khusus Papua: Christian Sohilait (Jayapura)
Bendahara Umum: Junita Sari Ujung (Medan)
Wakil Bendahara I: Desye Syul Lumbaa (Jakarta)
Wakil Bendahara: Robinson Simamora (Medan)
Ketua Bidang 1 – Spiritualitas & Pembinaan Iman: Pdt. Ronald Tapilatu (Jayapura)
Wakil Ketua: Pdt. Hariman Pattianakott (Jakarta)
Anggota: Shanty Marpaung (Medan)
Anggota: Angelina Sigalingging (Bandung)
Ketua Bidang 2 – Kajian & Pengembangan GMKI: Herjon Panggabean (Bandung)
Wakil Ketua: Ranto Rajagukguk (Jakarta)
Anggota:Michael Anggi (Balikpapan)
Anggota: Yuliana Herman W. Djo Sihombing (Denpasar)
Ketua Bidang 3 – Komunikasi, Jaringan Internal dan Data Senior: Sonya Sinombor (Manado)
Wakil Ketua: Agustinus Eko Rahardjo (Surabaya)
Anggota: David Sitorus (Bandung)
Anggota: Victor R. Ambarita (Jakarta)
Ketua Bidang 4 – Kemitraan Eksternal dan Hubungan Antar Lembaga: Arijon Manurung (Bandung)
Wakil Ketua: Agustinus Ufie (Ambon)
Anggota: Adriana M. Lambe (Makasar)
Anggota: Catur Rini (Bogor)
Ketua Bidang 5 – Pengembangan Kapasitas & Kepemimpinan Senior: Nielma Palamba (Makasar)
Wakil Ketua: Santhi D.R. Marpaung (Sumedang)
Anggota: Christofer J.H. Ladja (Makassar)
Anggota: Janrivai Silalahi (Depok)
Ketua Bidang 6 – Gender, Kebudayaan & Inklusivitas: Lamtiar Simorangkir (Pekanbaru)
Wakil Ketua: Lusia Palulungan (Makassar)
Anggota: Pahlawarni Girsang (Semarang)
Anggota: Atiek Silalahi (Jakarta)
Ketua Bidang 7 – Kemandirian Daya, Dana dan Transformasi Digital: Daniel Godwin Sihotang (Surabaya)
Wakil Ketua: Yulius Victor Metubun (Ambon)
Anggota: Eliyah Acantha M. Sampetoding (Bandung)
Anggota: Andrella Hutabarat (Jambi)
Ketua Bidang 8 – Medan Pelayanan & Advokasi: Gereja – Masyarakat – Bangsa/Negara (dengan Atensi Khusus Papua): Johni Jonatan Numberi (Jayapura)
Wakil Ketua: Pdt. Henrek Lokra (Ambon)
Anggota: Almara Dwi Sitompul (Surabaya)
Anggota: Grafika Hardiany Parebong (Makassar)
Ketua Bidang 9 – Organisasi & Tata Kelola: Nelson Simanjuntak (Medan)
Wakil Ketua: Juandi Gultom (Bogor)
Anggota: Syamsuddin (Makassar)
Anggota: Fancy Ransun (Tomohon)

