William Sabandar Pimpin Pengurus Nasional Perkumpulan Senior GMKI Periode 2025-2028, Misi Bersatu Melayani Mewujudkan Damai Sejahtera di Indonesia

Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi Bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Bukan hanya dalam bentuk wacana, tetapi dalam aksi nyata melalui kehadiran di tengah kehidupan jemaat, kampus, dan komunitas lokal di seluruh Indonesia, termasuk di Papua dan daerah-daerah yang membutuhkan perhatian.

Komitmen ini ditegaskan Ketua Umum Pengurus Nasional Perkumpulan Senior (PNPS) GMKI masa bakti 2025-2028, William Sabandar, dalam pidatonya, pada acara Peneguhan dan Serah Terima PNPS GMKI, Minggu (11/01/2026) malam. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, berlangsung di Ballroom Grha Oikumene PGI, Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, William yang menggantikan posisi Ketua Umum PNPS yang periode sebelumnya Febry Calvin Tetelepta (2022-2025), memaparkan arah baru organisasi dengan fokus utama pada persatuan dan pelayanan. Karena itulah, pada periode ini PNPS mengusung visi “Bersatu Melayani lewat Peran Senior GMKI untuk Mewujudkan Damai Sejahtera di Bumi Indonesia”.

“Visi ini tidak datang dari ruang kosong, agar para senior sungguh menjadi penopang bagi GMKI dan bagi tiga medan pelayanan: gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat,” ujar Wiliam yang akrab disapa Willy.

Ia menegaskan, visi tersebut lahir dari refleksi mendalam terhadap kondisi internal dan tantangan eksternal bangsa. Willy bahkan menekankan pentingnya persatuan karena adanya kecenderungan ego kelompok yang kerap muncul saat para senior kembali ke lingkungan masing-masing.

“Frasa ‘Bersatu Melayani’ karena melihat adanya kecenderungan kita kadang-kadang tidak bersatu ketika kembali ke dalam kelompok masing-masing. Bersama rekan-rekan alumni Cipayung, kami merasa penting untuk bersatu melalui peran senior GMKI demi mewujudkan damai sejahtera bagi Indonesia,” ujar Willy.

Menurut Willy konsep “Damai Sejahtera” atau peace and prosperity memiliki dimensi yang sangat tinggi dalam pembangunan berkelanjutan. Ia meyakini bahwa aspek perdamaian dan kesejahteraan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. “Tidak ada perdamaian tanpa kesejahteraan, dan tidak ada kesejahteraan tanpa perdamaian,” ujar Willy seraya menegaskan kehadiran GMKI di Indonesia mengusung konsep tersebut.

William juga mengingatkan, di banyak tempat, masih ada kantong-kantong kemiskinan, baik di desa terpencil maupun pinggiran kota besar, dan secara khusus wilayah timur Indonesia.

“Kita menghadapi paradoks ketidakadilan yang menyakitkan. Papua adalah salah satu daerah terkaya sumber daya alam, tetapi juga termasuk yang termiskin dari sisi pembangunan manusia. Ekonomi Papua dan Maluku, dua wilayah yang luas daratan dan lautnya 40 persen Indonesia, namun PDB nya hanya dua persen dari total nasional,” jelasnya.

Padahal Papua adalah bagian paling fundamental dari Indonesia. “Jika senior GMKI tidak berhasil membantu Papua dengan benar, kita akan menyesal suatu saat nanti. Kita harus berpikir kritis bagaimana membangun daerah-daerah ini bersama-sama,” tambah Willy yang sebelumnya menjabat Direktur Utama PT MRT Jakarta periode 2016-2022.

Ia mengingkatkan bangsa Indonesia saat ini sedang menapaki jalan panjang menuju Indonesia Emas 2045. Kalau Indonesia ingin keluar dari middle income trap, maka perekonomian Indonesia perlu bertumbuh secara konsisten di atas 6 persen dalam jangka panjang.

“Namun kita juga sadar, pertumbuhan ekonomi tidak otomatis berarti keadilan,” ungkap pria yang kenyang pengalaman di dunia profesional, teknorat, birokrasi, dan akademisi ini. Melihat kondisi bangsa seperti ini, dibutuhkan peran GMKI dan Perkumpulan Senior menuju 2045, untuk membantu membentuk generasi pemimpin yang mengerti bahwa pertumbuhan harus adil dan inklusif.

Selain itu, GMKI dan PNPS juga harus memberi perhatian khusus kepada wilayah seperti Papua, melalui pembangunan yang menghormati martabat orang asli Papua, menjaga kelestarian ciptaan, menumbuhkan damai sejahtera, bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan.

Misi PNPS

Untuk mewujudkan visi tersebut, PNPS GMKI akan menjalankan misi “3K” (Komunikasi, Kolaborasi, dan Kebersamaan). Karena itulah PNPS haruslah menjadi “Rumah Besar” yang nyaman bagi seluruh senior di segala tingkatan untuk berkumpul, bersekutu, bernostalgia, memperkuat kembali hubungan emosional dan spiritual dengan GMKI.

Selain para senior bisa kembali merasakan ikatan dengan “rumah lama”-nya, yaitu GMKI, ke depan PNPS harus menjadi mitra strategis bagi adik-adik mahasiswa GMKI yang masih aktif. “Komunikasi antara senior dan GMKI aktif mengalir dengan baik, bukan hanya saat ada masalah, tetapi dalam ritme kehidupan pelayanan sehari-hari,” papar Willy.

Selain 3K, PNPS juga memiliki misi 2D, dan 2P kemandirian Daya dan Dana (2D), serta PNPS sebagai ’Platform Penggerak (2P).

Sebanyak 45 pengurus yang dilantik menjadi simbol Perkumpulan Senior GMKI ingin menempatkan diri sebagai bagian dari perjalanan Indonesia sejak Proklamasi 1945, hingga menuju Indonesia Emas 2045. Sebagaimana GMKI ikut memberi peran dalam perjalanan bangsa di masa awal kemerdekaan, diharapkan semangat GMKI—melalui para seniornya— tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa seratus tahun kemudian.

Ketua Umum PNPS periode sebelumnya, Febry Calvin Tetelepta, menyebut komposisi kepengurusan kali ini sebagai ’the dream team’. ”Tetap jaga eksistensi netralitas dari semua kepentingan politik, meski kita harus akui dengan pilihan netral itu membawa konsekuensi ruang kita jadi agak sempit. Di sinilah butuh keluwesan dan kecerdasan pemimpin organisasi membawa PNPS tetap berjalan tanpa didikte siapapun,” pesannya.

Febry berharap PNPS bisa fokus berjuang di tengah kondisi bangsa yang tidak baik-baik saja akibat kebijakan pemotongan anggaran, dan berdampak pada daerah-daerah kantong Kristen terutama di kawasan timur Indonesia.

Sekretaris Umum Pengurus Pusat GMKI Jessica Warouw menyebut hubungan PNPS dan GMKI bak ’kakak adik’. ”Senior merupakan abang dan kakak tempat kami belajar tentang keberanian dan kesetiaan dalam berorganisasi. Kami memandang PNPS sebagai mitra strategis dalam membangun GMKI melalui berbagai program kolaborasi nyata,” kata Jessica Warouw.

Ibadah Peneguhan PNPS GMKI 2025-2028 dipimpin Ketua Umum PGI Pdt Jacklevyn Frits Manuputty, Sekretaris Umum PGI Pdt Darwin Darmawan, Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Prof Intiyas Utami, Sekum LAI Sigit Triyono, Sekjen PIKI Audy Wuisang, hakim konsitusi Daniel Yusmic Foekh, senior-senior GMKI lain, serta anggota DPR yang juga Wasekjen PB Ikatan Alumni PMII Zainul Munasichin.

STRUKTUR ORGANISASI PNPS GMKI 2025-2028

Ketua Umum: William Sabandar (senior dari cabang Makassar)

Sekretaris Jenderal: Pdt. Jeirry Sumampow (Jakarta)

Wakil Sekjen I– Internal dan Organisasi: Alui Marunduri (Jakarta)

Wakil Sekjen II – Program & Kolaborasi: (Desi Datang, Tobelo)

Wakil Sekjen III – Administrasi, Hukum & Digital: Rendy Umboh (Tondano)

Wakil Sekjen IV – Pelayanan & Atensi Khusus Papua: Christian Sohilait (Jayapura)

Bendahara Umum: Junita Sari Ujung (Medan)

Wakil Bendahara I: Desye Syul Lumbaa (Jakarta)

Wakil Bendahara: Robinson Simamora (Medan)

Ketua Bidang 1 – Spiritualitas & Pembinaan Iman: Pdt. Ronald Tapilatu (Jayapura)

Wakil Ketua: Pdt. Hariman Pattianakott (Jakarta)

Anggota: Shanty Marpaung (Medan)

Anggota: Angelina Sigalingging (Bandung)

Ketua Bidang 2 – Kajian & Pengembangan GMKI: Herjon Panggabean (Bandung)

Wakil Ketua: Ranto Rajagukguk (Jakarta)

Anggota:Michael Anggi (Balikpapan)

Anggota: Yuliana Herman W. Djo Sihombing (Denpasar)

Ketua Bidang 3 – Komunikasi, Jaringan Internal dan Data Senior: Sonya Sinombor (Manado)

Wakil Ketua: Agustinus Eko Rahardjo (Surabaya)

Anggota: David Sitorus (Bandung)

Anggota: Victor R. Ambarita (Jakarta)

Ketua Bidang 4 – Kemitraan Eksternal dan Hubungan Antar Lembaga: Arijon Manurung (Bandung)

Wakil Ketua: Agustinus Ufie (Ambon)

Anggota: Adriana M. Lambe (Makasar)

Anggota: Catur Rini (Bogor)

Ketua Bidang 5 – Pengembangan Kapasitas & Kepemimpinan Senior: Nielma Palamba (Makasar)

Wakil Ketua: Santhi D.R. Marpaung (Sumedang)

Anggota: Christofer J.H. Ladja (Makassar)

Anggota: Janrivai Silalahi (Depok)

Ketua Bidang 6 – Gender, Kebudayaan & Inklusivitas: Lamtiar Simorangkir (Pekanbaru)

Wakil Ketua: Lusia Palulungan (Makassar)

Anggota: Pahlawarni Girsang (Semarang)

Anggota: Atiek Silalahi (Jakarta)

Ketua Bidang 7 – Kemandirian Daya, Dana dan Transformasi Digital: Daniel Godwin Sihotang (Surabaya)

Wakil Ketua: Yulius Victor Metubun (Ambon)

Anggota: Eliyah Acantha M. Sampetoding (Bandung)

Anggota: Andrella Hutabarat (Jambi)

Ketua Bidang 8 – Medan Pelayanan & Advokasi: Gereja – Masyarakat – Bangsa/Negara (dengan Atensi Khusus Papua): Johni Jonatan Numberi (Jayapura)

Wakil Ketua: Pdt. Henrek Lokra (Ambon)

Anggota: Almara Dwi Sitompul (Surabaya)

Anggota: Grafika Hardiany Parebong (Makassar)

Ketua Bidang 9 – Organisasi & Tata Kelola: Nelson Simanjuntak (Medan)

Wakil Ketua: Juandi Gultom (Bogor)

Anggota: Syamsuddin (Makassar)

Anggota: Fancy Ransun (Tomohon)

Leave a Reply

Your email address will not be published.