Kuliner Balikpapan: Dandito dan Filosofi Kepiting

Jika Anda ke Balikpapan, rasanya Rumah Makan ’Dandito’ harus masuk dalam ’to do list’ dalam daftar tempat yang harus dikunjungi.

Restoran bernuansa santai yang menghidangkan beragam masakan kepiting dan populer dengan sausnya.

Letaknya di  Marsma R. Iswahyudi No.70, Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan. Jalan arteri yang sama dengan lokasi Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.

Di sini saya mengenal apa itu ’kepiting soka’. Kecil-kecil, terhidang di meja. Kepiting soka yakni kepiting bakau yang dipanen saat fase ganti kulit (molting), sehingga seluruh bagian tubuhnya, termasuk cangkang, bertekstur lunak dan dapat dimakan. Populer sebagai hidangan seafood renyah, kepiting ini kaya protein, nutrisi, dan memiliki rasa gurih khas tanpa repot mengupas. 

Mengtip Alinea, Restoran Dandito di Balikpapan dibangun Rudy Setiawan dengan peluh keringat dan perjuangan panjang. Ia tak datang dari keluarga kaya raya, yang kemudian dapat jatah warisan untuk buka usaha.

Usia Rudy sekarang sudah 60 tahun. Jatuh-bangun meniti karier ketika usianya baru 19 tahun, pada 1979. Saat itu, ia nekat merantau dari Jember, Jawa Timur ke Samarinda, Kalimantan Timur untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Ketika itu, penghasilan orang tuanya, yang pedagang kue, tak cukup menghidupi dirinya dan keenam saudaranya.

Beragam profesi sudah ia lakoni ketika menginjakkan kaki di Kalimantan. Ia singgah di Samarinda, dan tidur berhari-hari di pelabuhan. Kemudian, ada tentara yang menolongnya. Rudy lantas dibawa ke Balikpapan.

Di Balikpapan, ia memulai pekerjaan di sebuah gedung bioskop. Hanya seminggu ia bertahan di sana. Lalu, pergi ke Muara Badak, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, karena ada tawaran pekerjaan dari seorang kawannya. Di sini, ia mulai pekerjaan baru sebagai kuli bangunan.

“Saya tak ingat upah saya berapa waktu itu jadi kuli bangunan di Muara Badak. Bersama rekan-rekan kuli lainnya, saya harus menyelesaikan pembangunan gedung di kawasan tanah perusahaan migas,” kata Rudy.

Rudy lalu memberanikan diri melamar ke perusahaan minyak dan gas itu, karena seringkali bertegur sapa dengan beberapa karyawannya. Ia melamar sebagai pesuruh. Ia diterima. Di sana, ia bekerja lama, dan diangkat menjadi karyawan tetap pada 1982.

“Luar biasalah, saya saja enggak menyangka bisa duduk sampai di posisi terakhir sebagai sekretaris manajer,” ujarnya.

Tapi, Rudy harus angkat kaki dari perusahaan itu pada 2000. Ketika itu, statusnya sebagai karyawan diputus, dengan dalih efisiensi tenaga kerja perusahaan.

Setelah dipecat, Rudy memutuskan untuk berbisnis. Ia menjajal aneka bisnis, mulai jualan nasi pecel, steak, nasi campur, sate, sembako, hingga pakaian. Semua berakhir dengan kegagalan. Tapi, ia tak putus asa.

Lalu, ia dipinjamkan uang, beras, dan bahan pokok lain oleh kawannya untuk membuka usaha kembali. Modal awalnya kepiting seberat lima kilogram.

“Ya, salah satu prinsip bisnis saya memang menjaga relasi. Sebab, kita tak akan pernah tahu bagaimana pertemanan bisa mendatangkan rezeki,” katanya.

Mengawali bisnis restoran yang menyajikan masakan kepiting pun tak lantas berbuah manis. Rudy mencoba beragam uji coba. Berbagai komplain pernah ia terima, dari rasanya yang keasinan hingga kemanisan. Sekarang, kepiting racikan Rudy memiliki rasa yang khas.

Menu andalan di restoran Dandito adalah kepiting saus Dandito. Rudy membuat bumbu campuran tomat, jahe, gula merah, bawang, dan cabai. Tekstur sausnya kental berwarna merah, dengan paduan asam, manis, dan pedas.

Saus khas itu dicampurkan dengan kepiting jantan, kepiting betina, atau kudapan roti mantau. Roti yang terbuat dari tepung beras dan ragi ini merupakan kudapan peranakan Tionghoa Kalimantan yang dicetak bulat tanpa isi.

Kepiting betina dengan telurnya yang gurih dan kentalnya saus khas restoran ini, membuat lidah terasa bergoyang. Apalagi ditambah capcay, cah kangkung, atau fuyunghai kepiting sebagai pelengkap.

Bila ingin mencoba varian lain, kepiting yang dilumuri saus lada hitam, kepiting asparagus, atau kepiting goreng dengan bumbu bawang putih bisa pula dinikmati. Berbagai jenis teknik memasak tadi bisa diterapkan untuk kepiting jantan, kepiting soka, dan kepiting betina. Selain menu kepiting, Dandito juga punya menu laut lainnya, seperti ikan gurame, udang, dan ikang cakalang.

Jika dibayangi pikiran buruk soal kolesterol tinggi, Rudi menyarankan pelanggannya menyeruput es kelapa muda untuk menetralisir.

Ah, jadi teringat filosofi ‘Crab Mentality’ yang pernah disampaikan Presiden Prabowo.

“Ada yang mengatakan rumpun kita, bangsa di Nusantara ini punya sifat seperti kepiting. Jadi memang orang pribumi ini, seperti kepiting,” kata Prabowo di depan kader Gerindra dan PKB, Sabtu (13/8/2022).

Prabowo menyebut sifat orang Indonesia seperti kepiting yang menarik temannya ketika ada yang mau naik ke atas. Dia menyebut orang Indonesia cenderung menyeret temannya turun ketika hendak naik.

“Perhatikan kepiting itu kalau ditaroh di suatu kolam atau baki, kalau ada temannya, jadi kepiting hidup, kalau ada temannya mau naik ke atas, temannya lagi tarik kakinya diseret ke bawah. Ada lagi mau naik sampai di atas ditarik lagi oleh temannya diseret ke bawah. Itu sifat kepiting,” ucapnya.

Prabowo menyebut politik Indonesia dipenuhi dengan kepiting-kepiting itu. Dia tidak menjelaskan siapa yang dimaksud.

“Nah kadang politik Indonesia penuh dengan kepiting-kepiting,” ujar Prabowo.

Sementara itu, Harian Kompas justru terkenal dengan filosofi ‘jurnalisme kepiting’. Dengan fondasi kokoh yang dibangun bersama PK Ojong, Jakob Oetama kemudian membawa Kompas merajai industri media di Indonesia. Namun, Jakob menakhodai Kompas dengan siasat main aman khususnya dalam berhadapan dengan penguasa.

Ibarat kepiting, ada saatnya maju, ada saatnya menyamping (mlipir), ada saatnya menarik mundur. Kalau mau mengkritik jangan langsung hantam, muter-muter dan jepit dulu ala kepiting. Maka tidak heran, Kompas di bawah pimpinan Jakob identik dengan istilah “jurnalisme kepiting”. Julukan itu setidaknya bertahan hingga rezim Orde Baru tumbang.

Balikpapan dan Kepiting Dandito, sebuah paket yang tak bisa dicoret. Don’t have crab mentality, eat them!

Leave a Reply

Your email address will not be published.