Di sela-sela kunjungan kerja urusan kantor, bahagia sekali bisa kembali aktivis gerakan.
Setelah bersua adik-adik Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Lampung, Palembang, Batam, dan Balikpapan, kali ini kongkow bersama kader di Padang, Sumatera Barat.

Kawasan Pondok, Pecinannya Kota Padang, memperbolehkan warung makan buka di pekan pertama Ramadan. Kami bersua di rumah makan Mie Kage, Khas Pontianak.
Lima anak muda penuh semangat nan menyala ada di situ. Sekretaris Cabang GMKI Padang Ananda Kristo Sihotang mahasiswa Teknik Mesin Universitas Andalas, Bendahara Cabang Windi Nainggolan mahasiswi Teknik Elektro Universitas Negeri Padang, Ketua Bidang Organisasi Dani Chandra Manik mahasiswa semester akhir Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Padang.
Juga hadir Sekretaris Fungsi Pemberdayaan Perempuan Tasya Hutapea mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Padang dan Sekretaris Fungsional Media-Komunikasi Ruliana Boru Panjaitan mahasiswi Psikologi Universitas Putra Indonesia YPTK Padang.

”Sebagai perempuan, tertarik berorganisasi karena ingin melatih kemandirian dan meningkatkan kemampuan diri, seperti komunikasi dan kerja sama dalam tim,” kata Tasya. Perantau asal Pematang Siantar itu punya visi jelas dalam hidupnya: menjadi profesional di bidang Bahasa Inggris, baik sebagai trainer, penerjemah, maupun di bidang komunikasi.
Hal senada diungkapkan Windi, mahasiswi asal Bengkalis, Riau. Windi mengaku tertarik berorganisasi untuk menambah relasi dan jejaringnya. ”Masuk organisasi kader macam GMKI, saya merasa mendapat banyak manfaat. Kami dibentuk dalam pelayanan maupun aktivitas kemahasiswaan lain,” jelasnya.
Sesuai bidang yang dipelajarinya, Windi bermimpi jadi insinyur kelistrikan dan bekerja di Jepang. ”Semoga Tuhan menghendaki cita-cita itu terkabul,” tukasnya.

Sementara itu, Sekcab Nanda berpendapat, masuk organisasi semakin mengasah daya kritis mahasiswa. ”Masuk kepengurusan pertama langsung menjadi orang nomor dua organisasi ternyata berat sekaligus menyenangkan karena penuh dinamika. Tapi situasi itu membuat kami para pengurus cabang setiap hari semakin dekat dan semakin semangat melayani,” kata pria berdarah Pulau Samosir, Sumatera Utara, yang membayangkan lima tahun ke depan merintis karir di BUMN maupun korporasi.
”Tak menutup kemungkinan, jika jalan itu lancar dan Tuhan kehendaki, sepuluh tahun kemudian saya berencana bergabung ke partai politik dan maju sebagai anggota legislator di Sumatera Barat,” ungkap Nanda.
Suara lain datang dari Ruliana Panjaitan. ”Bergabung di organisasi juga menjadi tempat untuk mengasah dan menemukan soft skills dan hard skills juga, terutama bisa memahami dinamika dan sistematika kinerja organisasi. Sangat sesuai dengan pembelajaran Psikologi Organisasi dan Industri yang menjadi salah satu bidang Ilmu Psikologi,” papar Ruliana.
Perempuan asal Rengat, Indragiri Hulu, Riau ini ingin menuntaskan gelar sarjana psikologi dengan predikat cumlaude, lalu magang di bidang terkait sumber daya manusia. ”Dari situ saya bervisi menjadi karyawan di bidang HRD, baik di pemerintahan maupun korporasi, hingga meningkat karir menjadi manajer, sembari berinvestasi untuk kehidupan jangka panjang,” paparnya mendetail.

Adapun Dani Manik berpendapat, dengan bergabung dalam organisasi memperbesar peluang dalam berbagai kesempatan kehidupan ke depan. “Ke depan, saya bermimpi membangun daerah dengan menjadi anggota legislatif di DPRD Kabupaten,” kata perantau asal Tapanuli Tengah itu.
Dari Pondok, kami beranjak menuju Sekretariat Cabang GMKI Padang. Markas itu sangat sederhana, menyatu dengan sebuah gereja dan panti asuhan. Meski demikian, tak menyurutkan spirit berorganisasi. Kadang rapat digelar di salah satu ruangan kecil di lantai tiga gedung itu, kali lain berlangsung di kafe sekitar kota Padang.
”Secara resmi anggota GMKI Padang di data base ada 216 orang. Kalau yang aktif, memang fluktuatif,“ terang Nanda.
Dari kesederhanaan dan perjuangan hidup anak-anak muda ini, masa depan menempuh mereka menjadi organisatoris, aktivis dan kelak sebagai profesioal yang tangguh dan bidangnya.
Samugo sukses dan baruntuang, Ut Omnes Unum Sint!


