Dari Firman Tuhan di jam 15.00 WIB, pesan-pesan penuh optimisme tersampaikan di sini.
Tema yang dibawakan Pendeta Lydia berdasarkan Markus 2:1-12 yakni ’Sepakat yang Membuka Atap dan Membuka Mujizat’. Kisahnya, di tengah keramaian, seorang lumpuh dipotong empat orang temannya. Mereka sepakat membawa kawan cacatnya agar dapat disembuhkan oleh Tuhan Yesus.

”Kesepakatan rohani bisa membuka atap yang tertutup,” ungkap Lydia.
Ada empat poin penting dibagikan di sini.
Pertama, kesepakatan melahirkan kreativitas iman. Mereka tidak berkata, ah kondisinya terlalu ramai, atau kita coba Minggu depan. Mereka sepakat, teman kita harus sampai kepada Yesus. Karena sepakat mereka kreatif, berani, dan membuka atap.

”Seringkali yang menghalangi bukan pintu yang tertutup, tetapi hati yang tidak sepakat,” tegasnya.
Kedua, kesepakatan membawa orang lain kepada pemulihan. Yang lumpuh tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan orang lain untuk membawanya. Bayangkan kalau satu orang saja menyerah, tandu itu akan miring, perjalanan akan gagal.
”Banyak orang hari ini lumpuh secara rohani karena tekanan mental, kepahitan, dosa atau kehilangan arah,” ungkap Lydia.
Ketiga, kesepakatan menarik perhatian surga. Yesus tidak hanya mendengar doa mereka, tapi Yesus melihat kesepakatan mereka. Dan sebelum kaki dipulihkan, dosanya diampuni lebih dahulu.
”Kesepakatan tidak hanya menghasilkan mujizat lahiriah, tetapi pemulihan rohani lebih dalam,” terang Lydia.

Keempat, kesepakatan menghasilkan kesaksian publik. Di akhir kisah, orang lumpuh itu bangkit, dan orang-orang yang melihatnya takjub serta memuliakan Allah.
”Bayangkan jika empat orang itu tidak sepakat. Tidak ada atap yang dibuka. Tidak ada kesembuhan, tidak ada kesaksian. Mereka telah ’shifting the atmosfer. Jika perlu, kita buka atap, lakukan hal yang tidak biasa,” pungkasnya.

Call to action dari kotbah ini: Mungkin hari ini ada seseorang dalam hidupmu yang ’lumpuh’ karena dosa, trauma, kecewa atau kegagalan. Jangan hanya mengasihani. Sepakati untuk membawanya kepada Yesus.
Lagu penutupnya sangat menyentuh,
”Ku tak akan menyerah pada apapun juga
Sebelum kucoba semua yang kubisa
Tetapi ku berserah kepada kehendak-Mu
Hatiku percaya Tuhan punya rencana…”


